Home BUMN ADA APA DIBALIK “TOKEN” GRATIS ?

ADA APA DIBALIK “TOKEN” GRATIS ?

0
Ahmad Daryoko Koordinator INVEST.

Oleh : Ahmad Daryoko
Koordinator INVEST.

Saat MKLI (Masyarakat Konsumen Listrik Indonesia) “hearing” dng salah satu Fraksi DPR RI sebulan yang lalu, mereka titip agar MKLI mendesak Pemerintah untuk memperpanjang lagi penggratisan token tsb.

Sbg pimpinan MKLI penulis menyetujuinya dengan catatan DPR RI mestinya juga harus menelusuri apa maksud “strategi” penggratisan token seperti itu. Jangan kemudian entitas partai politik pun merestui jurus2 Pemerintah yang “instan” spt itu !

Pemerintah harus diperingatkan bahwa kalau mereka mau mengangkat harkat/derajat bangsa tidak dengan semata mata cara2 subsidi, gratisan, BLT, BLSM dst. Karena cara2 ini kalau di telusuri pasti untuk menutupi masalah yang lebih besar , dan baru akan ketahuan dibelakang hari nanti, bagaikan “bom waktu” ! Saat ini masalah besar itu adalah penjualan asset PLN ke Aseng/Asing !

Pemerintah dan Lembaga Tinggi Negara lainnya kalau ingin menolong rakyat itu bukan dengan cara2 subsidi tetapi dengan IDEOLOGI (tentunya mereka lebih paham ttg hal ini daripada rakyat). Ideologi itu diantaranya secara eksplisit ada di pasal 33 ayat (2) UUD 1945 dan didalam doktrin Islam ada didalam Hadhist Riwayat Ahmad terkait kepemilikan publik yang harus dikelola Negara (air, ladang dan api/energi).

Ingat istilah “subsidi” itu diciptakan oleh John Perkins (The Confession Of An Economic Hitman, 1975) dlm skenario merusak PLN/ sektor ketenagalistrikan dalam paket “The Power Sector Restructuring Program” yang kemudian didesakkan ke Pemerintah RI pada tahun 1998 oleh WB,ADB dan IMF, dan saat ini dijadikan alasan oleh para Oligarkh oknum pejabat negara untuk menjual PLN ke Aseng/Asing.

SKENARIO GLOBALISASI DAN OBOR

Meskipun skenario besar privatisasi/penjualan PLN ke Aseng/Asing dilakukan oleh IFIs (WB,ADB, IMF) yang ber Ideologi Kapitalis. Tetapi karena saat ini Rezim justru berhutang ke China (yg notabene Komunis) lebih besar lagi yaitu Rp 5000 triliun lebih, maka pembangkit swasta IPP Jawa-Bali mayoritas dikuasai Shen Hua, Huadian, Chinadatang, Chengda, Shinomach, CNEEC dll.

Artinya ini semua adalah pergerakan serentak dari Rezim GLOBALIS (AS dkk) yang KAPITALIS dan Rezim OBOR (CHINA) yang KOMUNIS !

Dan semua itu logis karena Komunis dan Kapitalis berhulu pada Ideologi Sekularisme yaitu Freemasonry.

Dan ini baru ketahuan pada akhir 2024 nanti !

KESIMPULAN :

Semua itu mengandung “bom waktu” !

Innalillahi wa Inna ilaihi roojiuunn !!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.