Home Biogas WAWANCARA EKSKLUSIF DENGAN GE: Dekarbonisasi, Gas dan Energi Terbarukan

WAWANCARA EKSKLUSIF DENGAN GE: Dekarbonisasi, Gas dan Energi Terbarukan

0

ENERGYWORLDINDONESIA – PERTUMBUHAN  energi kedepan dalam menghadapi tantangan zaman adalah keharusan karena energi masa depan atau energi berkelanjutan akan menjadi kekuatan besar dunia. Soal Dekarbonisasi yang Lebih Cepat dengan Gas dan Energi Terbarukan kali ini kami Redaksi ENERGYWORLDINDONESIA (energyworld.co.id) dalam pekan ini menurunkan wawancara eksklusif dengan perusahan ternama dunia General Electric (GE). Dari  GE ada dunia tokoh penting yang memberikan jawbaan penting atas ajuan ENERGYWORLDINDONESIA yaitu George Djohan, Country Leader GE Gas Power Systems Indonesia & Aeroderivative GT Regional Sales Director APAC dan Joko Prakoso, Country Director GE Grid Solutions Indonesia.

Joko Prakoso, President and Director, GE Grid Solutions Indonesia/doc pribadi
George Djohan, Country Leader, GE Gas Power Indonesia/doc pribadi

Keduanya memberikan gambaraan secara gamblang dan menarik tentang GE atas energi masa depan ini.  Berikut adalah petikan wawancaranya dalam pekan ini yang kami sajikan, selamat menyimak:

Pengembangan Energi terbarukan makin kuat diperlukan bagaimana GE melakukan untuk memenuhi kebutuhan akan energi di masa depan yang semakin tinggi saat ini?

Sektor listrik saat ini mewakili sekitar 40 persen emisi karbon di dunia, dan merupakan alasan mengapa GE berfokus penuh selama satu dekade pada kegiatan yang memberdayakan masa depan energi berkelanjutan. Kami berencana untuk mewujudkan masa depan energi berkelanjutan melalui tiga pilar utama. Yang pertama, mengembangkan energi terbarukan secepatnya. Kedua, cerdas berinvestasi di pembangkit listrik tenaga gas sebagai pengganda daya untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya dan angin, menjadikan bahan bakar gas sebagai pengganti batu bara secepatnya. Dan ketiga, melakukan investasi cerdas pada jaringan untuk memanfaatkan sistem antar variabel, nol karbon, energi terbarukan, dan pasokan gas berkelanjutan.

GE terus bergerak maju dan kami tetap setia untuk berkomitmen menurunkan emisi karbon setidaknya 50 persen pada tahun 2030. Beberapa tempat di mana kami beroperasi akan diutamakan, mengingat letak geografis dan sifat sumber daya. Pada akhirnya, tujuan kami adalah untuk mencapai nol karbon pada tahun 2050. Kami percaya bahwa percepatan dan penyebaran energi terbarukan dan tenaga gas dengan langkah-langkah strategis dapat mencapai kemajuan substansial dalam mewujudkan tujuan ini, serta dalam mengatasi perubahan iklim dalam waktu dekat, sembari membuka jalan menuju dunia dengan emisi rendah karbon di masa depan.

GE Indonesia bersama mitra swasta dan lembaga pemerintahan berupaya menemukan cara untuk mewujudkan skema dan solusi terbaik dalam sektor ini. Dengan teknologi, skema pembiayaan dan lanskap peraturan yang tepat, kami dapat semakin mendukung perjalanan transisi energi bagi negara ini. Selama bertahun-tahun, GE telah berinvestasi dalam R&D untuk mengembangkan teknologi baru yang lebih efisien dengan sedikit emisi, dan akan mengurangi tingkat biaya energi (LCOE) dari pembangkit listrik. Sebagai contoh, Cypress Wind Turbine kami saat ini adalah turbin angin di darat terbesar di dunia dan sangat cocok untuk wilayah dengan kecepatan angin rendah (Rezim Kelas 3) seperti Indonesia. Kami percaya bahwa teknologi GE Renewable Energy kami, mulai dari Solar, Wind, Hydro, Battery Storage, CSP, dan Waste to Energy (WtE), memiliki potensi besar di Indonesia. Selain itu, dengan keahlian Grid dan teknologi rendah karbon (turbin gas), kami dapat menyediakan penguatan jaringan untuk menjamin stabilitas dengan penetrasi teknologi terbarukan yang terputus-putus.

Meskipun demikian, tidak ada solusi teknologi tunggal untuk dekarbonisasi. Pilihan optimal untuk wilayah atau negara tertentu tergantung pada banyak faktor, seperti ketersediaan bahan bakar, harga dan keamanan, kendala lahan, lokasi saat masa transisi menuju dekarbonisasi, dan kebijakan atau komitmen dekarbonisasi yang ada atau diantisipasi. Peraturan dan kebijakan juga mungkin berbeda dari satu negara ke negara lain.

EBT berperan besar di masa akan datang, sudah tergambar tadi di webbinar bagaimana Strategy yang lebih efektif dilakukan GE?

Energi terbarukan adalah sumber pembangkit listrik dan kapasitas baru yang tumbuh paling cepat. Namun, terlepas dari semua kemajuan tersebut, saat ini tenaga angin dan matahari secara bersamaan menyumbang persentase yang sangat kecil dari yang dibutuhkan. Meskipun pertumbuhan yang cepat dan investasi yang signifikan diharapkan dapat dilakukan pada tenaga angin dan surya, kontribusi pembangkit gabungan pada tahun 2040 tidak akan cukup untuk memastikan stabilitas jaringan. Untuk meletakkan segalanya dalam konteks, agar tujuan tercapai, kami perlu membangun sekitar 1.500 hingga 1.600 megawatt energi terbarukan setiap tahunnya selama 30 tahun, dan kami telah membangun 3.000 megawatt selama 4 tahun terakhir. Pencapaian keseimbangan antara transisi energi untuk mendukung dekarbonisasi dan menjaga stabilitas jaringan sangatlah penting.

Melihat peningkatan permintaan energi, menurut IEA (The International Energy Agency), sekitar 770 juta orang tidak memiliki akses terhadap listrik yang dapat diandalkan dan lebih dari 2,6 miliar orang tidak memiliki akses terhadap bahan bakar untuk memasak secara bersih, serta masih mengandalkan biomassa seperti kayu dan arang. Selain tantangan dalam menangani akses energi dasar, kelompok kelas menengah global saat ini mencapai lebih dari setengah total populasi dunia — lebih dari dua kali lipat sejak 2010 — dan diperkirakan akan mencapai 5,3 miliar pada tahun 2030, di mana sebagian besar pertumbuhan diharapkan terjadi di Asia sebagai wilayah dengan sejumlah kota terpadat di dunia. Karena populasi kelas menengah di kawasan tersebut berkembang pesat, pembelian produk dengan energi intensif seperti AC, lemari es, dan peralatan rumah tangga lainnya akan meningkat, dan akan meningkatkan kebutuhan listrik dan energi. IEA memproyeksikan bahwa total kebutuhan listrik akan bertambah secara global hingga hampir 50 persen pada tahun 2040, dan di Indonesia khususnya, kebutuhan listrik diproyeksikan akan tumbuh mencapai 389.564 GWh pada tahun 2030. GE berkomitmen untuk melengkapi permintaan Indonesia akan kebutuhan energi yang dapat diandalkan, fleksibel, dan hemat biaya.

Secara terpisah, energi terbarukan dan teknologi pembangkit listrik tenaga gas masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai alat untuk mengatasi perubahan iklim. Solusi optimal akan berbeda di setiap wilayah. Kami percaya bahwa percepatan dan penyebaran dengan langkah-langkah strategis untuk energi terbarukan dan tenaga gas dapat menimbulkan kemajuan substansial dalam mengatasi perubahan iklim jangka panjang. Mengingat manfaat banyak dari energi terbarukan jika digabungkan dengan sumber energi lain, kami terus bertekad untuk terus mengembangkan strategi.

Kami dalam waktu dekat, terutama di Indonesia, transisi dari batu bara ke gas adalah pendekatan yang lebih realistis. Sumber-sumber baru gas alam yang melimpah dan terjangkau telah mendorong pergeseran ekonomi bagi perpindahan batu bara ke gas di beberapa daerah. Dengan kurang dari setengah CO2 yang dihasilkan dari pembangkit batubara, gas alam berkontribusi secara signifikan terhadap tujuan dekarbonisasi di seluruh Asia Pasifik. Sementara pemerintah Indonesia berencana mengeluarkan peraturan baru untuk mendorong dan mempercepat pengembangan energi terbarukan seperti matahari tenaga surya dan angin, kami juga mendukung fokus utama Indonesia untuk memberdayakan pembangkit listrik hemat biaya, yang dapat menggunakan bahan bakar gas berefisiensi tinggi dan didukung oleh turbin, seperti teknologi 9HA GE untuk menstabilkan jaringan, serta memanfaatkan turbin gas aeroderiatif dan hybrid listrik yang fleksibel untuk menyeimbangkan kebutuhan energi terbarukan yang terputus-putus.

Apakah GE punya cara dengan akan berkurangnya bahan bakar fosil, dan meningkatnya kepedulian isu pemanasan global. Apakah GE akan respon our future, energy terbarukan?

Pembangkit listrik siklus gabungan berbahan bakar gas alam memiliki emisi terendah di antara pembangkit listrik berbahan bakar fosil, baik berdasarkan CO2, SOx, NOx, materi partikulat, atau merkuri. Namun, ke depannya, akan ada kebutuhan lebih lanjut untuk mengurangi emisi CO2 dan muncul kekhawatiran akan penggunaan kapasitas pembangkit listrik tenaga gas baru yang “mengunci” emisi CO2 selama pembangkit listrik beroperasi. Turbin gas yang saat ini sedang beroperasi atau belum digunakan memungkinkan terjadinya dekarbonisasi dan menghindari penguncian CO2 melalui pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar atau melalui teknologi penangkapan karbon. Salah satu cara untuk mengurangi emisi CO2 dari turbin gas adalah dengan mencampurkan hidrogen dengan gas alam. Hidrogen “hijau”, yang tidak menghasilkan emisi karbon, diproduksi dengan cara mengelektrolisis air menggunakan energi terbarukan sebagai sumber energi. Hidrogen yang diproduksi dengan cara ini berfungsi efektif sebagai mekanisme penyimpanan energi yang memungkinkan energi terbarukan disimpan dalam bentuk hidrogen untuk digunakan nantinya dalam turbin gas.

Turbin gas telah beroperasi menggunakan hidrogen tinggi, gas Btu rendah, dan memiliki jalur kapabilitas H2 100 persen selama beberapa dekade. Kami memiliki lebih dari 70 turbin gas yang telah mendukung pembangkit listrik dengan tenaga hidrogen dan bahan bakar terkait yang memiliki Btu rendah di seluruh dunia, menggunakan 5 hingga 95 persen (berdasarkan volume) konsentrasi hidrogen.

Turbin gas kelas-H kami menawarkan konversi gas alam menjadi listrik yang paling hemat biaya dan saat ini memiliki kemampuan untuk membakar hingga 50 persen volume hidrogen ketika dicampur dengan gas alam. Kemampuan ini diwujudkan oleh pembakaran sistem DLN2.6e yang merupakan standar pada penawaran turbin gas HA. Turbin gas kelas-H juga dilengkapi Carbon Capture and Storage (CCUS), yang berpotensi mengurangi emisi CO2 secara signifikan dari semua pembangkit listrik berbahan bakar fosil serta proses industri.

Turbin 9HA.02 GE merupakan sistem DLN2.6e yang menawarkan perubahan kinerja, emisi, dan fleksibilitas bahan bakar secara bertahap. Turbin ini dikembangkan sebagai bagian dari program US Department of Energy’s High Hydrogen Turbine. Beberapa waktu lalu, kami juga mengumumkan dimulainya operasi komersial untuk pembangkit listrik siklus gabungan Track 4A di Johor, Malaysia, yang didukung oleh turbin gas 9HA.02.

GE membutuhkan anggaran berapa USD miliar untuk mengembangkan EBT ini hingga 2040 nanti?

Meskipun sulit untuk menginformasikan biaya spesifik karena kami masih mengeksplorasi banyak kemungkinan pengembangan energi terbarukan, hal ini terus menjadi fokus signifikan bagi GE. Kami berkomitmen untuk memberdayakan energi yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan bagi Asia Pasifik.

Anggaran itu untuk apa saja GAS GREEN atau GAS BLUE atau tenaga surya atau energi angin?

Anggaran yang diperlukan untuk mengembangkan solusi energi terbarukan pada akhirnya akan bergantung pada faktor-faktor tertentu, seperti ketersediaan dan keamanan sumber daya dan bahan bakar, kendala penggunaan lahan, ketersediaan sumber daya yang dapat diperbarui, serta perhatian suatu wilayah terhadap perubahan iklim. Karena sulit untuk menentukan angka pasti akibat keadaan spesifik dari setiap pasar, kami tidak dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang ini.

Energi Surya dan energi angin atau yang lainnya bagi masa depan energi apa yang kuat bagi GE? 

Menurut kami, ini lebih tentang menemukan bauran energi yang tepat, daripada berfokus pada satu jenis sumber energi terbarukan. Tenaga surya dan angin telah menjadi teknologi pembangkit listrik dengan pertumbuhan tercepat selama dekade terakhir dan keduanya menghasilkan lebih dari setengah keseluruhan instalasi pembangkit listrik baru saat ini. Dengan kemajuan teknologi turbin angin lepas pantai, seperti Haliade-X GE (terkuat di dunia), kami melihat adanya pertumbuhan tenaga angin lepas pantai secara global.

Bahkan dengan terjadinya kemajuan yang luar biasa, dan investasi pada energi terbarukan sebesar lebih dari US $ 2 triliun, kapasitas tenaga surya dan angin saat ini hanya menyumbang 9 persen dari kebutuhan listrik global. Menurut penelitian kami, energi terbarukan merupakan skenario yang dapat menciptakan kesenjangan kebutuhan listrik dunia pada tahun 2050 hingga lebih dari 30 persen. Kami percaya upaya yang lebih luas dari teknologi energi dan solusi dekarbonisasi perlu diprioritaskan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Kami akan membutuhkan lebih banyak tenaga nuklir, gas, dan energi terbarukan dalam beberapa dekade mendatang.

Dari 2021-2040 akan disiapkan cara dan strategy apa yang GE lakukan?

Diatas kami telah singgung  soal peningkatan permintaan energi, menurut IEA (The International Energy Agency), sekitar 770 juta orang tidak memiliki akses terhadap listrik yang dapat diandalkan dan lebih dari 2,6 miliar orang tidak memiliki akses terhadap bahan bakar untuk memasak secara bersih, serta masih mengandalkan biomassa seperti kayu dan arang. Selain tantangan dalam menangani akses energi dasar, kelompok kelas menengah global saat ini mencapai lebih dari setengah total populasi dunia — lebih dari dua kali lipat sejak 2010 — dan diperkirakan akan mencapai 5,3 miliar pada tahun 2030, di mana sebagian besar pertumbuhan diharapkan terjadi di Asia sebagai wilayah dengan sejumlah kota terpadat di dunia. Karena populasi kelas menengah di kawasan tersebut berkembang pesat, pembelian produk dengan energi intensif seperti AC, lemari es, dan peralatan rumah tangga lainnya akan meningkat, dan akan meningkatkan kebutuhan listrik dan energi. IEA memproyeksikan bahwa total kebutuhan listrik akan bertambah secara global hingga hampir 50 persen pada tahun 2040, dan di Indonesia khususnya, kebutuhan listrik diproyeksikan akan tumbuh mencapai 389.564 GWh pada tahun 2030. GE berkomitmen untuk melengkapi permintaan Indonesia akan kebutuhan energi yang dapat diandalkan, fleksibel, dan hemat biaya. (lihat jawaban pertanyaan kedua).

Pengembangan EBT juga sekaligus mewujudkan pengurangan emisi yang berdampak pada lingkungan hingga 29% di 2030 dan GE komitmen seperti apa, untuk kurangi emisi rumah kaca 29% di 2030 sebelum 2040?

Kami percaya bahwa penyebaran energi terbarukan dan tenaga gas yang dipercepat dan strategis dapat menghadirkan kemajuan substansial dalam mengatasi perubahan iklim secepatnya, sekaligus memungkinkan penghasilan emisi karbon rendah di masa depan. Gas maupun energi terbarukan tidak efektif jika digunakan secara tunggal, mengingat kecepatan dan skala yang dibutuhkan. Strategi utama kami didasarkan pada percepatan peralihan batu bara ke gas untuk memperkuat pembangkit listrik yang efisien dengan teknologi gas karbon rendah hingga nol, sembari berinvestasi secara cerdas di jaringan untuk memanfaatkan sistem antar variabel, nol karbon, energi terbarukan, dan pemasokan gas berkelanjutan.

Saat ini GE akan fokus untuk kembangkan energi yang ramah lingkungan apa jangka pendek?

GE terus bergerak maju dan kami tetap setia untuk berkomitmen menurunkan emisi karbon setidaknya 50 persen pada tahun 2030. Beberapa tempat di mana kami beroperasi akan diutamakan, mengingat letak geografis dan sifat sumber daya. Pada akhirnya, tujuan kami adalah untuk mencapai nol karbon pada tahun 2050. Kami percaya bahwa percepatan dan penyebaran energi terbarukan dan tenaga gas dengan langkah-langkah strategis dapat mencapai kemajuan substansial dalam mewujudkan tujuan ini, serta dalam mengatasi perubahan iklim dalam waktu dekat, sembari membuka jalan menuju dunia dengan emisi rendah karbon di masa depan. (Atau jawaban kami di pertanyaan pertama).

GE kontribusi besar di dunia targetnya berapa persen?

Tenaga surya dan angin telah menjadi teknologi pembangkit listrik dengan pertumbuhan tercepat selama dekade terakhir dan keduanya menghasilkan lebih dari setengah keseluruhan instalasi pembangkit listrik baru saat ini. Namun, dengan adanya kemajuan yang luar biasa ini dan investasi dengan nilai lebih dari $ 2 triliun pada energi terbarukan, surya, dan angin hingga saat ini, kontribusi ini hanya menyumbang 9 persen dari kebutuhan listrik global. Penelitian kami memperkirakan bahwa pergeseran total ke skenario energi terbarukan akan menciptakan kesenjangan permintaan listrik dunia pada tahun 2050 hingga lebih dari 30 persen.

Meskipun GE telah menggabungkan teknologi tenaga angin di darat dan lepas pantai, hidro, serta inovasi untuk memasang kapasitas lebih dari 400 GW secara global saat ini, kami yakin upaya yang lebih luas dari teknologi energi dan solusi dekarbonisasi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dunia akan energi yang lebih bersih. Kami melihat campuran yang lebih banyak pada nuklir, gas, dan energi terbarukan selama beberapa dekade mendatang.

Apa GE akan terus mendukung kebijakan energi dunia sehingga pengembangan energi terbarukan harus secepatnya dilakukan dan akan menjadi fokus terus?

Kami percaya untuk menghadapi tantangan yang mendesak seperti perubahan iklim, perusahaan, pemerintah, regulator, dan konsumen harus bersatu. Kami berkomitmen untuk menciptakan perubahan sebagai pemimpin industri dan untuk terus mendukung kebijakan energi global, regional, dan lokal yang mempercepat pengembangan energi terbarukan.

GE sebagai korporat menilai penting bagi energy terbarukan untuk bekerjasama dengan pihak lain dengan siapa saja misalnya di asia, eropa atau lainnya?

Pilihan optimal untuk membantu wilayah atau negara tertentu dalam mendorong energi terbarukan bergantung pada banyak faktor, seperti ketersediaan bahan bakar, harga dan keamanan, kendala lahan, lokasi dalam masa transisi menuju dekarbonisasi, dan kebijakan atau komitmen dekarbonisasi yang diantisipasi.

Secara keseluruhan, saat melihat strategi dekarbonisasi di Asia, kami melihat komitmen tingkat nasional dan perubahan kebijakan yang terjadi di semua tingkatan. Cina telah berkomitmen untuk menetapkan target puncak emisi pada tahun 2030 dan mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 – sebuah target yang membutuhkan percepatan investasi besar-besaran pada energi terbarukan. Korea Selatan mengumumkan sasaran emisi nol bersih pada tahun 2050 dengan Green New Deal yang mencakup investasi sekitar US$110 miliar dalam bentuk energi terbarukan, menghentikan secara bertahap pembiayaan batu bara domestik dan luar negeri oleh lembaga sektor publik dan memperkenalkan pajak karbon. Jepang juga telah menyatakan niatnya untuk melakukan netralisasi karbon pada tahun 2050. Di Indonesia, pemerintah telah menetapkan target 23 persen energi terbarukan pada tahun 2025. Pembangkit listrik baru sedang dikembangkan dengan fokus pada biaya rendah dan memprioritaskan sumber bahan bakar asli setempat.

Meskipun pengembangan energi terbarukan yang cepat menjadi prioritas nasional di seluruh Asia, terdapat berbagai jenis penyesuain strategi untuk mencapai dekarbonisasi. Sebaliknya, dalam hal kebijakan energi terbarukan, kita perlu berfokus pada hasil emisi maupun ekonomi yang dapat dilakukan dengan:

● Mengukur dan memberi insentif pada pengurangan intensitas karbon sektor tenaga listrik
● Mengizinkan ekonomi lifecycle untuk mendorong keputusan investasi yang memperhitungkan biaya karbon dalam beberapa bentuk
● Menetapkan struktur pasar dengan mengingat energi, fleksibilitas, dan kapasitas yang dapat diandalkan secara terpisah untuk mendorong perpaduan teknologi yang optimal dengan cara yang terjangkau dan praktis
● Mengedepankan R&D, inovasi, dan pengambilan risiko
● Mendorong arus produksi dan ide yang konsisten dengan prinsip World Trade Organization serta memperhitungkan keadaan nasional dan lokal

GE yang sudah mengembangkan e terbarukan apa yang dikedepankan selain teknologi?

Dalam hal transisi ke energi terbarukan, GE diposisikan secara unik untuk memberikan solusi yang berdampak. Kami telah lama menjadi pemimpin industri dan saat ini, kami menyediakan sepertiga dari listrik dunia, melengkapi teknologi untuk 90 persen utilitas transmisi daya di seluruh dunia, dan menyediakan perangkat lunak yang mengelola 40 persen energi dunia. Kami bermaksud untuk mengedepankan keahlian kami dalam memanfaatkan sumber daya yang paling melimpah di bumi – kekuatan angin, panas matahari, dan air – untuk memberdayakan ekonomi terbesar di dunia serta komunitas paling terpencil.

Komitmen kami untuk Indonesia sudah berlangsung lama. Kami hadir di Indonesia selama lebih dari 75 tahun, dan dengan basis karyawan lebih dari 800 orang. Kantor pusat lokal kami berada di Jakarta dan fasilitas utama lainnya termasuk PT Gents Service Center di Bandung, yang berfungsi sebagai pusat perbaikan global bagi komponen turbin gas B&E. Perluasan layanan memungkinkan kami untuk mengoptimalkan jaringan, mengurangi waktu siklus, dan meningkatkan daya tanggap untuk melayani pelanggan dengan lebih baik di Asia dan dunia. Kami juga mendirikan PT UNINDO, sebuah perusahaan patungan (joint venture) GE dan PLN yang berlokasi di Jakarta sejak tahun 1969, yang memproduksi Power Transformers dari 70 kV hingga 275 kV, serta merakit peralatan uji HV (high voltage) CB, DS, dan GIS. Produk-produk ini berkontribusi pada pemanfaatan produk dan kontribusi lokal.

Kami adalah pemimpin pembangkit listrik di Indonesia, dengan basis yang terpasang lebih dari 25GW yang dihasilkan oleh turbin gas & uap GE dan H-Technology pertama di negara ini. Kami berkontribusi pada sekitar 26 persen dari total kapasitas listrik terpasang di Indonesia.

Di Indonesia, keadaan pasar dan kerangka kebijakan masih terus berkembang. Pemerintah terus bekerja untuk mengeluarkan peraturan baru dalam mendorong dan mempercepat pengembangan energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin. Kami juga mendukung fokus utama negara untuk memberdayakan pembangkit listrik hemat biaya, yang dapat dipercepat oleh turbin gas efisiensi tinggi, seperti teknologi 9HA GE yang dapat menstabilkan jaringan, dan juga memanfaatkan turbin gas aeroderiatif dan hybrid listrik yang fleksibel guna menyeimbangkan kebutuhan energi terbarukan yang terputus-putus. GE pun mendukung kebijakan energi bersih, melalui campuran tenaga gas dan energi terbarukan, memanfaatkan pasar pendukung untuk memastikan energi yang andal, dan menerapkan skema pajak karbon untuk mempercepat pengembangan energi bersih.

Jika kita melihat pada tingkat ekonomi mikro yang memungkinkan pengembangan energi terbarukan, ada banyak wilayah yang dapat memanfaatkan tenaga gas sebagai pendorong utama untuk penetrasi energi terbarukan lebih lanjut, khususnya wilayah dengan kapasitas gas yang tinggi dan / atau yang sangat bergantung pada batu bara. Di wilayah tersebut, tenaga gas dapat menjadi acuan untuk penetrasi energi terbarukan yang lebih besar dan mempercepat penghentian penggunaan aset batu bara, di mana keduanya akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap emisi secara keseluruhan.

Apa yang dilakukan dalam hal teknologi apa yang terbaru bentuk teknologi GE?

Beberapa inovasi terbaru GE yang mendorong pengembangan energi terbarukan meliputi:

• Angin darat:
○ Pembangkit listrik tenaga angin darat diharapkan tumbuh lebih dari 60 GW pada tahun 2019, dan kapasitas global dari penggunaan tenaga angin darat diproyeksikan mencapai hampir 750 GW pada tahun 2022. GE memanfaatkan potensi tenaga angin darat yang meningkat ini dengan sekelompok turbin modular cerdas yang cocok untuk berbagai kondisi angin.
○ Platform turbin angin darat dua megawatt (MW) milik GE mendekati 20 gigawatt dari basis terpasang secara global, cukup untuk memberi daya pada 6.000.000 rumah di AS.
○ Dibangun atas dasar teknologi pendahulunya, platform turbin angin darat berkapasitas tiga MW kami dibangun agar dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi angin, mulai dari output daya 3,2 hingga 3,8 MW. Platform ini mencakup 3,6-137 dan merupakan turbin GE dengan kinerja tertinggi untuk tenaga angin Kelas III. Turbin angin tiga MW kami menciptakan drivetrain dan arsitektur sistem kelistrikan, dengan masing-masing sistem diskalakan dan ditingkatkan untuk memperbaiki kinerja dan produksi energi yang lebih besar, dibandingkan dengan model sebelumnya.
○ Selain itu GE juga memiliki platform turbin angin darat Cypress dan merupakan turbin angin darat terkuat yang memajukan teknologi armada dua MW dan tiga MW – turbin ini telah berkembang dari peringkat awal 4,8 MW hingga 6,0 MW. Dengan basis terpasang lebih dari 20 GW, platform Cypress kami menggunakan arsitektur dan inovasi dari turbin angin 4.8-158 yang diperkenalkan pada tahun 2017. Lebih dari tiga GW turbin angin darat Cypress dioperasikan secara global.

• Teknologi dan layanan tenaga angin darat kami dapat membantu memperbaiki biaya, kapasitas, dan kinerja selama masa penggunaan pembangkit listrik tenaga angin darat. Turbin terbaru kami dilengkapi dengan infrastruktur digital yang memungkinkan penghubungan, pemantauan, prediksi, dan pengoptimalan unit dan kinerja pembangkit listrik tenaga angin. Sebagian pemeliharaan pembangkit listrik tenaga angin darat dan layanan energi kami meningkatkan produksi energi tahunan (AEP) sebesar 5% dan meraih keuntungan sebesar 20%. Program Repower kami untuk pembangkit listrik tenaga angin darat menawarkan cara yang terjangkau untuk melakaukan upgrade pada turbin angin darat yang sudah tua, meningkatkan hasil (output) kinerja armada hingga 25%, dan menambah masa pakai turbin hingga 20 tahun sejak waktu pengisian ulang.

• Angin lepas pantai:
Pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai terbesar di dunia yang berlokasi di Dogger Bank, Laut Utara, akan didukung oleh turbin Haliade-X GE yang beroperasi pada 13 megawatt (turbin angin lepas pantai terkuat di dunia).

• Tenaga gas. Turbin HA kami (yang telah mendapat rekor dunia) adalah turbin gas paling efisien dan direkayasa untuk melengkapi variabel terbarukan dengan fleksibilitas terdepan di industrinya. Pembangkit listrik pembakar hidrogen yang dibangun secara khusus dan pertama di AS, baru-baru ini mengumumkan perencanaan untuk menggunakan turbin 7HA.02 GE dengan kemampuan untuk beralih ke 100 persen hidrogen dari waktu ke waktu.

• Penerbangan: Mesin pesawat terbesar dan terkuat di dunia, GE9X, juga merupakan mesin paling efisien yang pernah kami buat dan dirancang untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar 10% lebih besar dari pendahulunya. Mesin ini adalah puncak dari pembaruan portofolio mesin komersial kami, dengan setiap lini produk menawarkan perubahan langkah untuk mencapai efisiensi bahan bakar.

Seberapa Penting pula GE untuk bisa kuasai teknologi EBT yang berperan sangat vital?

Industri tenaga listrik memiliki tanggung jawab dan juga kemampuan teknis untuk mengambil langkah-langkah signifikan guna mengurangi emisi gas rumah kaca dengan cepat, serta mengatasi perubahan iklim dalam skala besar. Solusi untuk sektor kelistrikan bukan merupakan pilihan antara energi terbarukan dan gas alam, melainkan pendekatan multi-cabang untuk dekarbonisasi dengan energi terbarukan dan tenaga gas alam sebagai intinya. Kami percaya sebagai sebuah perusahaan, kami memiliki peran penting melalui skala, keluasan, dan kedalaman teknologi. Mengingat pentingnya energi terbarukan, pengelolaan, pengembangan, dan penggunaan yang optimal adalah salah satu prioritas utama kami. GE selalu siap untuk mendukung pelanggan dengan teknologi yang memenuhi kebutuhan spesifik mereka.*** (EWINDO/AME-TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.