Home AMDAL Kolaborasi Berkelanjutan Atasi Perubahan Iklim

Kolaborasi Berkelanjutan Atasi Perubahan Iklim

0

Menggaungkan pernyataan Presiden Joko Widodo pada Leader Summit on Climate mengenai pengembangan biofuel, industri baterai litium, dan kendaraan listrik sebagai beberapa tindakan nyata Indonesia, British Council menegaskan kembali keberpihakan mereka kepada pemerintah dalam menangani perubahan iklim.

Sebagai bagian dari komunitas internasional, British Council tergerak untuk berkontribusi sebagai komitmen mereka untuk memperkuat kerja sama dalam mengakomodasi solusi untuk mengatasi perubahan iklim di masa depan. British Council juga menyadari bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melaksanakan National Determined Contribution (NDC) yang telah disepakati dalam Paris Agreement dan terus berupaya untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030.

Guna mengakomodasi solusi dalam mengatasi perubahan iklim di masa depan, British Council juga menggalang kolaborasi penyelenggaraan “Climate Challenge Workshop – Researcher Links Climate Change” yang merupakan kerja sama antara National Battery Research Institute, Queen Mary University of London dan British Council sendiri. Kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian inisiatif British Council menjelang COP26 (Konferensi Perubahan Iklim – Perserikatan Bangsa-Bangsa).

National Battery Research Institute (NBRI) adalah Center of Excellence untuk baterai dan energi terbarukan, serta lembaga independen Indonesia untuk ilmu penyimpanan energi elektrokimia dan teknologi, guna mendukung penelitian, pelatihan, dan pendidikan. NBRI bertujuan untuk berkontribusi secara menyeluruh dalam kapasitas penelitian dan lingkungan pelatihan di Indonesia terutama pada sektor riset baterai.

Dalam kesempatan ini, peresmian Climate Challenge Workshop akan dihadiri oleh Prof. Alan J. Drew dari Queen Mary University London, selaku Workshop Chair dan co-founder NBRI, Prof. Evvy Kartini dari National Battery Research Institute, Workshop Vice Chair and Founder NBRI serta Bapak Hugh Moffatt, British Council Country Director Indonesia dan para mentor yang terlibat, seperti Prof. Dr. Elizabeth Tanner dan Prof. Dr. Sir Colin Humpreys dari Queen Marry University of London, Prof. Dr. Anne Zulfia dari Universitas Indonesia, serta Prof. Dr. Edwin Aldrian dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Climate Challenge Workshop terdiri dari Research Prize dan Dissemination Awards. Workshop ini menawarkan platform untuk menstimulus dan mendiskusikan ide-ide penelitian inovatif dan mendorong kolaborasi berkelanjutan lintas disiplin dalam bentuk peningkatan kapasitas melalui workshop dan juga berbagai grants atau hibah.

Hibah ini dirancang untuk memberikan dukungan finansial dan mempertemukan Early Career Researcher dari Inggris dan Indonesia untuk mengikuti workshop penelitian interdisipliner virtual untuk mendapatkesempatan memenangkan research grants dan dissemination awards.

Climate Challenge Workshop | IST
Climate Challenge Workshop | IST

Pendaftaran untuk Research Prize dan Dissemination Awards telah dibuka hingga 20 Mei 2021. Total hadiah sebesar £ 30.000 yang didanai oleh British Council terdiri dari £ 20.000 untuk Research Prize dan £ 10.000 Dissemination Awards.

Workshop ini akan menjelaskan penyebab dan peran Indonesia terhadap perubahan iklim, secara lokal dan global, di berbagai sektor ekonomi (seperti transportasi, energi, industri, pariwisata, rumah tangga) serta dampak sosial dan ekonomi yang akan ditimbulkan oleh perubahan iklim di Indonesia.

“Sungguh suatu kehormatan bagi National Battery Research Institute dipercaya oleh British Council dan Queen Mary University of London untuk menyelenggarakan acara ini. Kami berharap Workshop Climate Challenge ini menjadi upaya bersama untuk mencapai target dalam Paris Agreement dan SDGs sebagai komitmen Indonesia untuk tetap berada di bawah 2 derajat, salah satunya diimplementasikan dalam Perpres No. 55 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik Baterai, juga mempromosikan Kendaraan Listrik Baterai di industri otomotif Indonesia. Kesimpulannya, sebagai energi terbarukan, kendaraan listrik membutuhkan penyimpanan energi, yaitu baterai sebagai penyimpan energi yang dapat mereduksi CO2, ”ujar Prof. Dr. Evvy Kartini, Founder NBRI.

“British Council berkomitmen untuk mendukung kolaborasi inovatif yang memperlambat laju perubahan iklim. Kami mengerti bahwa kolaborasi internasional merupakan hal penting untuk menemukan solusi terhadap krisis iklim. Saat Inggris bersiap untuk menjadi tuan rumah COP 26 di Glasgow pada bulan November, kami dengan senang hati mendukung hibah Workshop Researcher Links Climate Change. Hibah ini akan memberikan sumber daya dan memfasilitasi hubungan antara peneliti awal karir dari Inggris dan di Indonesia untuk menemukan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan terkait iklim, mengembangkan keterampilan dan jaringan mereka,” pungkas Hugh Moffatt, Country Director British Council Indonesia penuh optimis. |WAW-MARKOM ewindo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.