Home Ekbiz Corporate ABAI TERHADAP KESELAMATAN WARGA, PT. SMGP HARUS DIHENTIKAN IZIN OPERASIONALNYA

ABAI TERHADAP KESELAMATAN WARGA, PT. SMGP HARUS DIHENTIKAN IZIN OPERASIONALNYA

0
Pipa Walpad A yang kebakaran PT SMGP/Doc EWINDO

ENERGYWORLDINDONESIA – Jumat, 14 Mei 2021 saat warga desa Sibanggor sedang menjalankan ibadah shalat Jumat di hari kedua Iedul Fitri itu warga Desa Sibanggor Puncak Sorik Marapi sedang bersukacita dalam Perayaan Lebaran, pada saat yang bersamaan suasana tersebut berubah menjadi mencekam dan menakutkan, yang disebabkan oleh aktivitas pengeboran panas bumi yang dilakukan PT. SMGP tidak menerapkan pelaksanaan SoP/Safety Prosedure sehingga menyebabkan terjadinya kebakaran dilokasi pengeboran PT. SMGP, tetpatnya di Walped A.

“Insiden tersebut terjadi pada jumat, 14 Mei 2021, disaat warga sedang khusuk menjalankan ibadah shalat Jumat. Besarnya api dan Kepulan asap Hitam yang berasal dari Walpad A, diketahui dan terlihat oleh warga yang kemudian meng-informasikan kejadian tersebut,” ujar Faisal Rizal KAWALI SUMUT dalam rilisnya yang diterima  Redaksi Senin, 17 Mei 2021

Dari informasi yang diterima KAWALI SUMUT, Insiden menjadi sumber kepanikan bagi warga, merubah suasana sukacita Lebaran jadi mencekam sehingga seluruh warga dikumpulkan dilapangan terbuka. Sukacita Lebaran berubah menjadi mencekam akibat dari aktivitas PT. SMGP tidak mengutamakan keselamatan Warga atau dapat dikatakan abai terhadap pelaksanaan SoP / Safety Prosedure.

Dikatakan Faisal, masih hangat dalam ingatan kita Insiden PT.SMGP bahwa pada Januari silam yang menelan korban jiwa 5 orang meninggal dunia dan puluhan orang harus dirawat intensif dirumah sakit karena Lepasnya Gas Beracun H2S dari Walpad Tanggo lokasi pengeboran panas bumi PT. SMGP disebabkan Abai dan lalai terhadap pelaksanaan SoP / Safety Prosedure.

“Belum lagi kering air mata duka dan rasa trauma yang dialami oleh warga karena insiden tersebut, Jumat, 14 Mei 2021 kembali PT. SMGP membuat suasana desa Sibanggor mencekam, menyebabkan warga desa menjadi Panik dan takut karena kebakaran yang terjadi dilokasi pengeboran PT. SMGP tepatnya di Walpad A.,”jelasnya.

Faisal sebagai Ketua KAWALI SUMUT menjelaskan aktivitas PT. SMGP yang abai terhadap pelaksanaan SOP / Safety Prosedure dan tidak Mengutamakan Keselamatan Warga, menyisakan trauma mendalam bagi warga utamanya Kelompok Perempuan dan Anak, yang dalam hal ini harus mendapatkan pemulihan Traumatik / Mental ( Trauma Heeling ) dan proses pemulihan tersebut menjadi kewajiban bagi perusahaan PT. SMGP dan Pemkab Madina untuk melaksanakannya secara intensif.

Rangkaian insiden yang terjadi pada wilayah operasional PT. SMGP membuktikan bahwa aktifitas perusahaan Abai dan lalai terhadap pelaksanaan SoP / Safety Prosedure dan hal tersebut menjadi indicator bahwa, Operasional PT. SMGP dilapangan tidak Mengutamakan Keselamatan Warga.

Ditambahkan Faisal bahwa dalam penyelesaian konflik PT. SMGP mengutamakan kekuatan Finansial sebagai kekuatan dalam penyelesaian. Perusahaan tidak pernah melibatkan warga dalam proses kajian dan sosialisasi AMDAL. Perusahaan tidak pernah menyebarkan Peta wilayahkerja kepada masyarakat, Perusahaan tidak ada memasang plang / himbauan / rambu yang meng-informasikan terkait aktifitas perusahaan memiliki resiko tinggi.

“Semenjak perusahaan diambil alih oleh SMGP, aktifitas yang dilakukan sama sekali tidak menerapkan SOP yang benar dan terkesan abai terhadap SOP. Pemasangan Pipa penyaluran panas Bumi yang tak sesuai dengan Safety Prosedure. Perusahaan tidak memiliki Early Warning Sistem. Manajemen PT. SMGP = Manajemen Level Kampung, walopun operasional PT. SMGP yang berlisensi International,” bebernya.

Insiden yang terjadi akibat aktivitas operasinal PT. SMGP, melahirkan beberapa catatan penting yang harus diperhatikan dan segera dilaksanakann oleh Pemerintah sebagai Pengambil Kebijakan.

Mendesak Pemerintah dalam hal ini pemberi izin agar menghentikan aktifitas perusahaan / Tutup / Hentikan Aktifitas operasional PT. SMGP Libatkan Warga Dalam proses Penyusunan dokumen SoP / Safety Prosedure dengan perspektif Mengutamakan Keselamatan Warga. Pemulihan trauma Terhadap warga terdampak.
Memberi kompensasi kepada warga terdampak.

Seperti diketahui, PT SMGP (PT Sorik Marapi Geothermal Power) adalah anak Perusahaan dari OTP Geothermal. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di desa Sibanggor Julu, Roburan Lombang dan Sirambas, Mandailing Natal, Sumatra Utara. Perusahaan ini adalah perusahaan Konsorsium dari Origin Energy 47,5 %, Tata Power 47,5 % dan PT Supraco Indonesia 5%.  Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2010. Diperkirakan akan menghasilkan energi listrik sebesar 240 MW. Nilai Investasi yang di kucurkan untuk proyek ini sebesar $ 850 juta, Nilai investasi dari Tata Power  $ 125 juta.
Terjadi penolakan oleh warga karena dalam praktiknya, tidak ada sosialisasi terlebih dahulu kepada warga di sekitar lokasi . Pada 11 november 2014, sempat ada aksi besar untuk menolak keberadaan perusahaan tersebut, satu orang tewas dan belasan lainnya di bawa ke kantor polisi.

Bupati Mandailing Natal sudah membekukan izin PT SMGP pada 9 Desember 2014 dengan pertimbangan bahwa perusahaan ini sudah membuat masyarakat menjadi korban dan tahap eksplorasi sudah tahap merusak lingkungan dan menimbulkan bencana alam, namun kembali dikeluarkan izin baru oleh Kementrian ESDM pada April 2015
Pada April 2016 : Komunitas Mandailing Perantauan sudah mempertanyakan ke Kementrian ESDM terkait dengan akuisisi 100 % PT SMGP kepada KS Orka (Singapura). Komunita Mandailing Perantauan merasa di curangi karena tenyata PT SMGP hanya menjadi agen asing untuk menguasai lahan di Mandailing Natal.

Di dalam Permen ESDM no 37 Tahun 2018 tentang Penawaran wilayah kerja pana bumi, pemberian izin panas bumi dan penugasan pengusahaan panas bumi.

“Pemegang izin berkewajiban memahami dan menaati K3 baik wargapun juga masyarakat yang berada di sekitar lokasi . selain itu perusahaan juga wajib melakukan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan dilokasi PLTP,” pungkasnya. (AME/EWINDO)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.