Home BUMN Kasus Blok Rokan, Pemerintah Lalai Kendalikan Pemulihan Pencemaran Limbah TTM, LPPHI Layangkan...

Kasus Blok Rokan, Pemerintah Lalai Kendalikan Pemulihan Pencemaran Limbah TTM, LPPHI Layangkan Gugatan ke PN Pekanbaru

0

ENERGYWORLD.CO.ID, PEKANBARU – Tim Hukum Lembaga Pencegah Perusak Hutan Indonesia (LPPHI) telah berhasil menyelesaikan draft gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan pihak terkait.

“Alhamdulilllah setelah perjuangan panjang proses revisi final hari Minggu (4/7/2021) sampai dengan pukul empat pagi dan dilanjutkan hingga Senin (5/7/2021) pukul 02.00 WIB, Tim Hukum Lembaga Pencegah Perusak Hutan Indonesia akhirnya berhasil menyelesaikan gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap PT CPI dan pihak terkait,” ujar Yusri Usman, Penasehat LPPHI pada Redaksi, Senin (5/7/2021).

Saat ini sedang proses penyelesaian administrasi untuk bisa didaftarkan hari ini di PN Pekanbaru, imbuh Yusri.

“Untuk itu pihaknya mengucapkan terimaksih kepada semua pihak yang telah membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan memberikan informasi berharga,”jelasnya.

Ditegaskan  Yusri, negara harus hadir untuk memberikan keadilan bagi warga masyarakat yang selama ini menjadi korban limbah Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM) akibat operasi PT CPI di Blok Rokan yang dikendalikan oleh SKK Migas dan KLHK dari sisi lingkungan hidup.

Karena itu pihak LPPHI, lanjut Yusri, mengharapkan setelah didaftarkan, Ketua PN Pekanbaru dapat segera menunjuk majelis hakim yang berintegritas dan sulit masuk angin untuk dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat Riau.

“Jika Pemerintah Cq SKK Migas dan KLHK serta Pemda Riau taat asas dan bekerja benar sesuai peraturan perundang undang, maka dapat saya pastikan tidak mungkin ada 297 warga masyarakat atau masih banyak lagi yang melaporkan lahannya kena limbah kepada PT CPI dan DLHK Provinsi Riau,”jelasnya.

Fakta dan buktinya dari berita acara pada tanggal 10 Juni 2021 di DLHK Provinsi Riau antara PT CPI dan SKK Migas perwakilan Sumbagut, menyatakan bahwa PT CPI telah menyerahkan semua kewajibannya kepada SKK Migas sesuai HoA tanggal 28 September 2020 antara SKK Migas dengn PT CPI, tutur Yusri.

Yusri juga mengungkapkan adanya dukungan dari Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Datuk Sahril Abu Bakar yang menambah semangat perjuangan kawan-kawan LPPHI dan Tim Hukum LPPHI serta bisa menggugah nurani majelis hakim untuk memutuskan perkara ini seadil adilnya.

Ketua LAMR Datuk Sahril Abu Bakar, mengapresiasi atas gugatan LPPHI, “Maju terus untuk keselamatan negeri, LAMR pasti mendukung karena yang paling teraniaya adalah masyarakat adat,” pungkas Datuk Sahril Abu Bakar.(red/ewindo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.