Home Ekbiz Corporate Pentingnya Keseriusan Perlindungan Laut dan Bawah Laut Indonesia

Pentingnya Keseriusan Perlindungan Laut dan Bawah Laut Indonesia

160
0
Mengapa perlindungan Laut dan bawah laut Indonesia menjadi paling strategis untuk diberikan perhatian ?
Hal yang utama adalah karena laut adalah wilayah utama dan terutama untuk menjalankan ekonomi dunia.
Tidak banyak yang menyadari bahwa kapal laut dan kabel bawah laut itu komunikasi dan distribusi yang paling utama untuk mempengaruhi perekonomian dunia.
Laut permukaan menjadi media bagi kapal laut mengangkut hingga 90 persen barang di dunia.
Di bawahnya, di dasar laut adalah media utama bagi penempatan kabel dan pipa yang berfungsi memindahkan data, listrik, barang curah cair dan gas.
Kabel bawah laut alias submarine cable atau undersea cable merujuk pada semua jenis kabel yang diletakkan di permukaan dasar laut, termasuk dengan cara ditimbun (burial).
Namun pada tulisan kali ini hanya ingin menyoroti kabel telekomunikasi bawah laut.
Kabel telekomunikasi bawah laut pertama kali digelar melintasi selat Dover pada Agustus 1850, kabel telegram mengkoneksikan kota Dover (Inggris) dan kota Calais (Prancis).
Kemudian kabel telegram lintas samudera Atlantik berhasil digelar menghubungkan Irlandia dan newfoundland di benua Amerika, pada tahun 1858.
Sejak penemuan kabel serat fiber optik, kabel bawah laut kini sudah berkembang menjadi Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang saling berhubungan dan saling mendukung.
Dikutip dari ICPC (The International Cable Protection Committee), hingga tahun 2020 sudah terpasang lebih dari 235 sistem kabel bawah laut di dunia, dengan panjang total 997,336 km. (data terbaru menyebutkan 1,2 juta km )
Sekitar 97 persen komunikasi data (suara, video, text) antar negara dilakukan melalui SKKL. Sementara hanya 3 persen komunikasi yang dilakukan melalui satelit.
Bahkan transaksi triliunan dollar setiap harinya bergantung pada keamanan laut dan kabel lautnya.
Bayangkan bila satu jalur kabel telekomunikasi bawah laut ini terputus . Berapa milyar atau trilyun dollar per hari jumlah kerugian yang terjadi ?
Data kabel bawah laut seluruh dunia bisa di lihat di
Maka itu tak heran , untuk memenangkan perang geopolitik dan geoekonomi maka intelejen negara maupun pihak swasta tertentu kerap melakukan upaya curi dengar dengan melakukan penyadapan dengan cara membajak kabel telekomunikasi bawah laut.
Pertanyaannya kemudian bagaimana caranya ?
Tentu bukan hal yang mudah bagi kalangan awam. Namun merupakan hal yang memungkinkan untuk dilakukan bila mengetahui cara kerja transmisi data melalui kabel serat optic bawah laut.
Dari Listrik Jadi Cahaya
Kabel serat optik biasa yang dipasang di daratan terdiri dari 144 serat optik.
Sementara kabel bawah laut hanya bisa terdiri dari maksimal delapan serat optik.
Data elektronik diubah dengan laser menjadi kilatan cahaya yang sangat singkat.
Kilatan cahaya ini menampilkan angka nol dan satu, yang merupakan informasi digital.
Di akhir serat optik ada dioda yang mendeteksi pulsa cahaya, menyerapnya dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang sesuai.
Sekitar 10 milyar kilatan cahaya melintasi satu serat optik dalam satu detik.
Jadi serat optik bisa mentransmisi data sejumlah 1,2 hingga lima Gigabyte per detik.
Tapi karena serat tidak pernah terbebani secara penuh, pada prakteknya volume data hanya mencapai volume kira kira satu hingga lima CD biasa saja.
Kabel Serat Optik Butuh Penguat
Setelah menempuh jarak tertentu, transmisi data mulai melemah.
Setiap 80 kilometer, kekuatan sinyal harus kembali diperbaharui, bila mengutip ahli telekomunikasi, Klaus-Dieter Langer dari Fraunhofer Heinrich-Hertz-Institut Berlin.
Ini bisa dilakukan dengan bantuan regenerator.
Kabel bawah laut juga dilengkapi dengan regenerator.
Listrik disalurkan melalui kabel tembaga ke regenerator yang dipasangkan bersama kabel serat optik di dasar laut.
Pada regenerator inilah terletak titik lemah proses transmisi data.
Disini, kabel serat optik mudah disadap, karena pada regenerator serat tidak lagi terikat melainkan teruraikan satu demi satu.
Karena masing-masing serat harus diperkuat tersendiri.
Memang pembajakan data tetap tidak mudah, namun dengan teknologi yang tepat akan bisa dilakukan.
Pertanyaan berikutnya adalah apakah sudah ada perhatian akan pengamanan maksimal kabel bawah laut Indonesia ?
Mengingat kekuatan armada laut Indonesia yang sangat terbatas , maka bisa ditengarai bahwa pengamanan terhadap kabel telekomunikasi bawah laut ini menjadi sangat rawan untuk di terobos.
Itu artinya semua data komunikasi digital yang ada di daratan sejak dari dalam rumah, jalan, data bank, keuangan, politik hingga rahasia negara menjadi sangat terbuka bagi siapapun yang bermaksud menyadap, mengambil dan kemudian membajaknya untuk kepentingan pihak penyadap.
Bagaimana mungkin kita ingin menjadi raksasa digital sementara bahkan untuk mengamankan komunikasi digital saja tak mampu ?
Bagaimana menjadi negara maritim dunia sementara pertahanan maritimnya mudah sekali diterobos ? Maksud hati menjadi negara adidaya , faktanya akan menjadi negara vassal semata.
Karena setiap gerak langkahnya sudah bisa dimonitor oleh pihak pesaing dan pada gilirannya menyiapkan langkah antisipasi bahkan menyerang terlebih dahulu.
Ga apa lah , yang penting mimpi dan semangat dulu, walau faktanya jauh panggang dari api..
Semoga kita bisa wujudkan slogan Jalesveva Jayamahe , entah berapa puluh tahun atau beberapa abad lagi..
Adi Ketu
Sumber bacaan :
Berbagai sumber
Sumber foto : TeleGeography
Previous articleUsut Tuntas Peran Luhut Panjaitan Di Tambang Emas Seputar Intan Jaya, Papua
Next articlePLN DI HLN (HARI LISTRIK NASIONAL) KE 76, ANTARA ADA DAN TIADA !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.