Home BUMN Pakar Energi Sarankan Pemerintah Fokus Kuasai Kebutuhan Baterai Dunia

Pakar Energi Sarankan Pemerintah Fokus Kuasai Kebutuhan Baterai Dunia

261
0

ENERGYWORLDINDONESIA – Pakar Energi Terbarukan, Riza Mutyara membenarkan apa yang disampaikan Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait rencana IBC membeli perusahaan mobil listrik Jerman.

“Ahok benar. Sebagai pemilik deposit nikel terbesar dunia, Indonesia sebaiknya menjadi produsen baterai dunia dan mengembangkan teknologi baterai lebih canggih, lebih kuat dan lebih kecil,” ungkap Riza Mutyara, Selasa (30/11/2021) kepada media di Medan.

Riza menerangkan, dengan menguasai baterai, kendaraan listrik atau electric vihicle (EV) ]lebih bagus dikembangkan sendiri di dalam negeri dengan memakai designer body yang bagus dengan cara mengirim designer ITS atau ITB ke Jerman, Itala, dan Perancis untuk memperdalam design body.

“Jadi tidak perlu beli merek EV dari Jerman, China, India atau Amerika Serikat,” ungkap Riza.

Lebih lanjut Riza mengatakan, dengan menjadi produsen baterai kelas dunia, Indonesia akan mudah meningkatkan energi terbarukan solar cell dan meningkatkan PLTS Atap.

“Semua rumah mempunyai Solar Cell untuk program PLTS. Pemilik tanah kosong bisa menjual listrik tenaga surya ke PLN dan PLTU bisa dipersiunkan,” jelas Riza.

Riza mengatakan, tidak penting hanya beli design body scooter dari jerman. “Dengan komputer sekarang yang begitu canggih, orang bisa mendesain apa saja,” imbuhnya.

Dalam EV, terang Riza, jantungnya di baterai, bukan di body, chasis, ban, kaca dan tambahan pernak-pernik, yang sama saja dengan membeli barang rongsokan. “Kalau tidak ada baterai mana bisa jalan,” ujarnya.

Menurut Riza, EV model baru yang didesain dengan tambahan macam-macam pernak-pernik semakin membingungkan dan di luar kebutuhan manusia.

“Yang paling penting IBC harus mengeluarkan biaya riset atau penelitian peningkatan kekuatan baterai yang otomatis. IBC akan menjadi pemain penting global di baterai. Juga harus berani membayar gaji peneliti lebih tinggi,” pungkas Riza.(JANROB/EWINDO)

Previous articleReformasi Itu Bisa Dibilang Sakral, Jangan Dijadikan Alibi Investasi
Next articleBagaimana Membersihkan Uang Kotor Di Depan Hidung Otoritas Keuangan Melalui Tehnologi Digital Dengan Sempurna ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.