Home AMDAL Demo Kantor Pertamina, MERIAM-JAKARTA Desak Dirut PHR Dicopot

Demo Kantor Pertamina, MERIAM-JAKARTA Desak Dirut PHR Dicopot

409
0
Mahasiswa Riau Egaliter Menggugat (MERIAM-JAKARTA), Kamis (13/1/2022) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pertamina di Jakarta. Aksi ujuk rasa berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB di Kantor Pertamina di Jakarta./ist

ENERGYWORLD.CO.ID – Mahasiswa Riau Egaliter Menggugat (MERIAM-JAKARTA), Kamis (13/1/2022) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pertamina di Jakarta. Aksi ujuk rasa berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB di Kantor Pertamina di Jakarta.

Aksi unjuk rasa berlangsung lancar dengan dikawal sejumlah petugas kepolisian.

Menurut Koordinator Lapangan Amin AR, dalam aksi itu pihaknya meminta PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan peninjauan ulang terkait kerjasama dengan PT Rifansi Dwi Putra (RDP) selaku perusahaan rekanan operator Blok Rokan mulai dari PT Chevron Pacific Indonesia dahulu sampai PT PHR yang sekarang, karena diduga PT RDP menggunakan pemasok tanah urug yang dilakukan oleh PT Batatsa Tunas Perkasa (BTP) sedangkan BTP diduga tidak mengantongi izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP OP).

“Mendesak PT PHR memutuskan kerjasama dengan PT RDP agar dalam proses pemboran PT PHR terhindar dari menggunakan tanah urugan yang kami duga ilegal. Karena berdasarkan informasi per 30 Desember 2021 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir telah menutup lokas pertambangan galian c yang tanahnya digunakan untuk urugan proses pemboran sebagaimana tersebut di atas, karena PT BTP belum ada izin lingkungan,” ungkap Amin AR lagi.

Selain itu, MERIAM-JAKARTA juga mendesak PT PHR memutus kontrak kerja dengan PT RDP karena diduga memakai tanah urug bermasalah dalam memasok tanah urug untuk pemboran di Blok Rokan.

“Meminta pimpinan Pertamina mencopot Dirut PT PHR Jaffee A Suardin karena diduga lalai mengawasi kinerja kontraktor yang diduga menggunakan tanah urug ilegal,” lanjut Amin AR.

Lebih lanjut, MERIAM-JAKARTA juga meminta pimpinan Pertamina mencopot Dirut PT PHR karena diduga telah terjadi kongkalingking dengan Pemkab Rohil, karena pada tanggal 5 Januari 2022 DLH Rohil memasang DLH Line (menghentikan kegiatan) di lokasi PT BTP di Keenghuluan Manggala Sakti, lalu pada 6 Januri 2022 PT BTP beroperasi kembali, hal ini diduga karena PT PHR menyurati Pemkab Rokan Hilir.

“Meminta KPK periksa Dirut PT PHR Jaffee A Suardin, Bupati Rokan Hilir dan Kadis DLH Rohil karena diduga telah kongkalingkong, yang mana penambangan tanah urug di Rohil diduga belum ada izin semestinya, namun diduga karena adanya permintaan tanah urug dari PHR kepada Bupati Rohil saat ini Kadis DLH Rohil mengizinkan kegiatan pertambangan tanah urug dilanjutkan meskipun sempat ditutup DLH Rohil hingga saat ini tidak punya izin semestinya,” ungkap Amin AR.(wan)

Previous articleMenyikapi Kebijakan Pemerintah Di Sektor Batubara
Next articleSiapa “Ratu Batubara” Tan Paulin Dibalik Krisis Batubara?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.