Home AMDAL Pola Kinerja Keuangan Sekarang Pertamina Bisa Lunasi Utang 300 Tahun Lamanya

Pola Kinerja Keuangan Sekarang Pertamina Bisa Lunasi Utang 300 Tahun Lamanya

359
0
Istimewa
Gedung Pertamina /Istimewa

OLEH Salamuddin DaengĀ 

Dengan Kinerja Keuangan Sekarang Pertamina Bisa Lunasi Utang Selama 300 Tahun Lamanya.

1. Utang Pertamina sampai dengan bulan Juni 2021 mencapai 41 miliar dolar lebih atau Rp. 600 triliun rupiah. Pertamina punya proyek utang senilai 20 miliar dolar global bond untuk 20 tahun.

2. Tahun lalu Pertamina rugi sebesar 761.239 juta dolar atau sekitar Rp. 11 triliun lebih. Kerugian paling berdarah sepanjang masa pemerintahan Jokowi. Saat yang sama tidak tersedia harapan untuk pulih.

3. Semester 1 2021 Pertamina untung 264.555 juta dolar atau 3,8 triliun. Keuntungan ini imbas harga minyak rendah sebelumnya. Namun semester 2 bisa merugi karena harga minyak kembali naik di atas 70-80 dolar per barel.

4. Anggap saja Pertamina bisa untung Rp 2 triliun tahun 2021 dan tidak rugi 11 triliun seperti tahun 2020, apakah pertamina masih bisa bernafas di tengah gejolak harga minyak di masa mendatang?

5. Kalau demikian jika Pertamina bisa menabung dari keuntungannya maka berapa tahun Pertamina bisa menyelesaikan utang senilai 600 triliun? Sulit dibayangkan utang sebesar ini akan bisa dibayar dalam kurun waktu 300 tahun ke depan.

6. Jika Pertamina terus melanjutkan program global bond 20 miliar dolar yang konon akan dipake bangun kilang, nyari minyak dll, bisa dibayangkan berapa utang Pertamina sampai akhir masa pemerintah Presiden Jokowi.

7. Pertamina tidak memiliki cara untuk meningkatkan pendapatan atau mendapatkan laba. Sumber paling utama pendapatan Pertamina adalah dari jual BBM. Namun semua harga BBM telah dikunci pada tingkat yang merugikan Pertamina.

7. Harga premium dikunci melalui ketetapan pemerintah, lalu akan diganti oleh APBN. namun faktanya pergantian oleh APBN ini seperti mimpi dan ilusi.

8. Pertalite sebagai jenis BBM yang paling banyak dijual oleh Pertamina konon dijual dengan harga rugi. Namun Pertamina sendiri tidak memiliki mekanisme penyesuaian harga. Padahal pertalite bukan BBM subsidi.

9. Jangankan pertalite, Pertamax juga harganya seperti terkunci dan tidak dapat disesuikan dengan harga BBM sejenis yang dijual pom bensin asing di dalam negeri. Semua harga ini memiliki nilai politik.

10. Pertamina menghadapi masalah kesulitan keuangan untuk membiayai proyek bersama para pengusaha sawit karena harus membeli minyak sawit sekitar 9 – 10 juta ton untuk bahan campuran solar.

11. Pertamina juga akan mengalami kesulitan ke depan untuk membeli Batubara yang akan digunakan untuk membuat gas pengganti LPG melalui kerja sama dengan perusahaan Batubara raksasa dalam negeri. Sementara 90 persen LPG dijual rugi melalui mekanisme subsidi. Hanya saja pergantian subsidi oleh APBN masih ilusi.

12. Anak anak perusahaan seperti PGN juga berpotensi menderita rugi karena harga gas juga ditetapkan oleh pemerintah. Sebagian besar gas dikonsuksi oleh perusahaan perusahaan industri. Mungkin ini cara membangkitkan industri dalam negeri. Tapi kok gak bangkit bangkit ya.

13. Sulit bagi Pertamina dalam tahun 2021 akan dapat untung (kita uji di laporan keuangan bulan Maret nanti dipublish) agar bisa bayar utang lebih cepat. Janganlah 300 tahun, kalau bisa utang Pertamina ini bisa dilunasi dalam waktu 100 tahun ke depan. syaratnya untung semester 1 tahun 2021 bisa sama dengan untung semester 2 tahun 2021.

Previous articleLAPI ITB & PHR ke Tahura SSH, Chevron Mestinya Sudah Lakukan Kajian TTM Paling Lambat 30 September 2019
Next articleLANDASAN SUBHOLDING PLN ITU “THE WHITE PAPER” YANG SUDAH DIBATALKAN MK !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.