Home AMDAL Transisi Energi Di PLN Gampang Gampang Susah

Transisi Energi Di PLN Gampang Gampang Susah

230
0
Salamuddin Daeng, Pengamat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)/IST

OLEH Salamuddin Daeng

Transisi Energi Di PLN Gampang Gampang Susah

1. PLN harus mengatasi masalah Over Supply 50 persen listrik yang
mereka hasilkan dan yang dibeli dari swasta. Itu tugas paling pokok saat ini.

2. Dengan demikian akan tersedia jalan bagi pengembangan energi baru dan terbaharukan. Bagaimana memproduksi energi baru sementara yang ada sekarang berlebih.

3. Cara Eropa dengan menutup semua pembangkit Batubara tidak mungkin dilakukan secara cepat. Ini beda sistem beda cara. Pembangkit Batubara di Indonesia sebagian milik PLN dan sebagian milik swasta atau IPP.

4. Jika pemerintah mengambil jalan menutup pembangkit milik PLN sendiri itu sama dengan membangkrutkna PLN sendiri karena, Pembangkit Batubara PLN sampai sekarang menyumbang keuntungan bagi keuangan PLN yang sedang sulit. Jika ditutup maka hilanglah sumber pendapatan PLN.

5. Jika menutup pembangkit Batubara swasta apa alasannya? Pembangkit itu dibangun dengan dana investasi dengan kontrak penjualan listrik kepada PLN.

6. Adanya kesalahan di awal memang harus diakui yakni mega proyek 35 ribu megawatt sebagian besar isinya pembangkit Batubara. Kesalahan ini memang harus direbus dengan ongkos yang besar.

Langkah Pemerintah ?

1. Presiden Jokowi saat ini adalah presidensi G20 dengan salah satu agenda Utama adalah Transisi Energi. Tidak mungkin agenda ini ditunda oleh siapapun.

2. Pada bulan Desember 2022 nanti Indonesia akan menjadi tuan rumah G20. Pertemuan ini jika tidak gagal maka akan jadi ajang evaluasi pencapaian transisi energi, sebagai bagian dari evaluasi kesepakatan COP21 dan COP 26.

3. Pertemuan ini adalah yang sangat penting ditengah keseriusan dunia untuk benar benar mengurangi emisi, dan menekan laju kerusakan lingkungan. Secara bersamaan upaya serius ini akan mengerjakan digitalisasi dan menuntaskan wabah covid 19 dan varian nya.

5. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan statemen untuk menutup lebih cepat pembangkit Batubara milik PLN untuk menyambut pertemuan G20 tersebut.

6. Pemerintah juga ingin segera mengelola uang 100 miliar dolar setahun bagi transisi energi yang akan bersumber dari urunan pemerintah negara negara anggota G20.

7. Pemerintah menggenjot pengembangan PLTS dengan program PLTs atap. Dengan harapan masyarakat mau investasi dalam hal ini. Investasi masyarakat akan menambah point pemerintah di G20.

8. Apakah langkah langkah ini akan banyak menolong. Ini sangat bergantung bagaimana pemerintah menata sektor keuangan. Bagaimana mau menata keuangan kalau uangnya gak ada. sulit mengatur keuangan kalau uangnya gak ada.

Bagaimanakah caranya

1. Transisi energi bukan masalah kecil ini masalah besar. Tidak bisa mulai dengan yang kecil kecil, tapi harus mulai dengan yang besar.

2. Memastikan dulu agenda keuangan. Kebijakan moneter, kebijakan Bank, lembaga keuangan asuransi, dan publik, semua harus diubah untuk mendukung transisi energi. Coba bagaimana anda memainkan instrumen music supaya moneter dan keuangan mau melaksanakan transisi energi.

2. Memastikan dulu kebijakan energi menarik bagi energi baru terbaharukan. Bukan lagi menarik bagi Batubara, minyak dan lain sebgaianya. Tapi bagi energi baru terbaharukan. Instrumen ini menarik bagi masyarakat bukan hanya bagi importir peralatan listrik.

3. Memastikan dulu APBN dan sumber penerimaannya dan pembiayaanya akan datang dari energi baru terbaharukan. Ini seharusnya bisa dihitung dengan mudah.. Dan memang penerimaan APBN di masa depan akan datang dari ini.

4. Memastikan dulu kebijakan ketenaga listrikan menutup peluang bagi energi tidak ramah lingkungan dan membuka peluang bagi yang ramah lingkungan.

5. Sekarang misalnya ada satu sistem dalam ketenagakistrikan yakni take or pay kewajiban PLN membeli listrik swasta. Ini harus sudah dibedakan listrik swasta yang ramah lingkungan dan listrik yang tidak ramah lingkungan.

6. Bagian take or Pay ini mesti menjadi terobosan awal. Pemerintah menghentikan take or pay pembangkit Batubara dan fosil dan mempertahankan take or pay pembangkit ramah lingkungan. Langkah ini lebih mudah. Listrik swasta tetap dibeli tapi seusai kebutuhan PLN. Caranya Take and Pay (TaP).

7. Ada satu lagi PLTA, itu potensinya tak tertandingi. Jadi kalau ini dikembangkan dengan serius maka selesaikan masalah listrik Indonesia. Tak perlu impor banyak banyak alat listrik. Jika PLTA bagus hutan juga bagus dan sebaliknya.

8. Sekarang tinggal kemauan aja. Kemauan moneter, kemauan bank dan keuangan, kemauana fiskal, dan kemauan ESDM dan kemauan BUMN dan kemauan PLN.

Ngono sinuhun..

Previous articleBEM Nusantara Pertanyakan Kemana Dana Kelola Kestabilan Sawit Rp.7,6 T?
Next articleLPPHI dan YRHW Siapkan Gugatan Terkait Hutan Riau Diduga Jadi Bancakan Kroni ‘Peng-Peng’

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.