Home BUMN Jika Mau Kaya Raya Jokowi Harus Keluarkan Perpu UU Migas

Jika Mau Kaya Raya Jokowi Harus Keluarkan Perpu UU Migas

185
0
Salamuddin Daeng, Pengamat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)/IST

Oleh Salamuddin Daeng

Momentum kenaikan harga minyak meroket ini harus menjadi momentum bagi Presiden Jokowi untuk menerbitkan Perpu Peraturan Pemerintah Pengganti UU no 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas. UU Migas ini adalah UU buatan petro dolar system yang baru saja dibubarkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin yang mewajibakkan Eropa membeli minyak Rusia pake Rubel.

Mengapa UU migas perlu diganti melalui Pepu? Karena sekarang Indonesia sedang darurat anggaran. Negara kere utang banyak sementara pada saat yang sama negara dihajar korona. Mengakibatkan utang menggunting dan BUMN termasuk BUMN migas terancam gulung tikar. Maka perlu perpu.

Mengapa UU Migas jadi prioritas. Migas adalah hajat hidup orang banyak. Indonesia masih punya migas di ujung sejarah migas. Dengan migas ini Indonesia masih bisa dapat uang untuk menyelamatkan ekonomi. Apa yang dilakukan Putin di Rusia dari sisi ekonomi adalah usaha menyelamatkan negaranya dari krisis dengan menggunakan migas untuk menata ulang sistem moneter dan keuangannya.

Apa tujuan membuat perpu UU Migas? Tidak lain sebagai untuk menggantikan UU Migas No 22 tahun 2001 buatan para cukong yang bekerja sama dengan bandit petrodolar. Para cukong bikinan petrodolar sistem telah gagal menjadi buffer ekonomi dan keuangan Indonesia. Mereka adalah sumber gonjang ganjing dan krisis saat ini.

Perpu pengganti UU Migas ini pada intinya adalah bertujuan mengambil alih semua perusahaan minyak dari tangan oligarki swasta untuk dikembalikan ke tangan negara. Mumpung perusahaan perusahaan asing sudah banyak yang kabur sejak harga minyak rendah. Kebanyakan yang tersisa sekarang adalah perusahaan oligarki.

Dulu batu ganjalan atau batu sandungan terbesar bagi penguasaan kekayaan minyak Indonesia oleh negara sejak kemerdekaan adalah Perusahaan Chevron. Perusahaan minyak pertama di Indonesia dari Royal dutch, Caltex menjadi Chevron yang bercokol ratusan tahun. Mereka adalah penguasa minyak nasional dan menjadi role model eksploitasi minyak di Indonesia. Kini perusahaan Chevron sudah kabur dan asetnya dibeli oleh Pertamina Hulu Energi (PHE).. Chevron ditakuti karena perusahaan asal Amerika Serikat. Elite Indonesia takut diserbu. Tapi sekarang Amerika Serikat gak ikut campur lagi. Perusahaan AS di. Migas sudah kabur dari Indonesia.

Bapak Presiden Jokowi hanya butuh satu jentikan jari untuk mengeluarkan perpu pengganti UU no 22 tahun 2001 tentang Migas. Ini lebih penting dari 3 periode Pak De. Masalah tiga periode pakailah pepatah Jawa alon alon asal kelakon, ojo kesus. Kalau memang rejeki Sampean tiga periode tak akan lari gunung dikejar. Sekarang bikin dulu Perpu dan gantikan UU Migas yang banyak cacat itu. Ok ya! (RED)

Previous articleKejaksaan Agung Harus Mampu Ungkap Otak Pelaku Dugaan Penyimpangan Import Besi di Kementerian Perindustrian, Bukan Kroconya
Next articleRakyat Menggugat Sepak Terjang LBP (1): Dugaan Suap Bisnis Tambang Emas PTMQ Di Papua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.