Home BUMN PERTAMINA: BBM NAIK, GAJI NAIK & MINYAK DARI RUSIA YANG DIBLOKIR GREENPEACE

PERTAMINA: BBM NAIK, GAJI NAIK & MINYAK DARI RUSIA YANG DIBLOKIR GREENPEACE

444
0
Ilustrasi
Kilang Minyak/ Ilustrasi

ENERGYWORLDINDONESIA– JUMAT KERAMAT pekan lalu 1 April 2022 seperti kita tahu, Pertamina resmi menaikkan harga BBM Pertamax BBM Non Subsidi Gasoline RON 92 (Pertamax) dan telah memberlakukan harganya menjadi Rp 12.500 per liter

Setelah PT Pertamina (Persero) Pertamax, tak lama berselang sehari kemudian, Sabtu (1/4) BBM jenis Pertalite langka di berbagai SPBU daerah di Bandung seprtinya paling rame dibicarakan. Ada yang bilang Cimahi banyak. Lalu Menteri BUMN Erick Thohir teriak jangan jadi ribut, katanya. Hmmm baginya soal BBM tak masalah tapi bagi rakyat kecil ya…Pak Erick…pasti ributlah… Halu.

Melihat realitas kondisi tersebut, Menko Marinves Luhut Binsa Pandjaitan (LBP)  Jumat (1/4) telah memberikan komentar bahwa Pemerintah segera akan menyesuaikan harga jual Pertalite, LPG 3 kg secara bertahap, mulai Juli dan September tahun ini”.

Orang nomor 1 di perusahaan Migas Indonesia (Pertamina) Nicke Widyawati ketika kunjungan kerja ke Jambi pada Sabtu (2/4) menyaksikan sendiri terjadi antrian mengular di beberapa SPBU. Dalam wawancara Nicke dengan supir truk batubara, Nicke malah menyuruh pemilik SPBU untuk menambah dispenser agar bisa mengurai antrian panjang itu. Ah ibu ini ada-ada saja,

“Padahal, persoalan utama penyebab antrian panjang, akibat lamanya OTW Biosolar itu dari Depo BBM ke SPBU, bisa mencapai 10 jam hingga 24 jam bahkan lebih, meskipun lokasinya dekat dan jika harga minyak mentah dunia lagi murah waktu antarnya hanya 1 sampai dengan 2 jam paling lama, jadi bukan karena dispensernya kurang di SPBU bu,” kata Direktur Ekesekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman.

Yusri juga sekaligus membedah soal Pertamax ini. Katanya ada selisih harga Rp 4.850 perliter antara Pertamax standar Euro 3 dengan Pertalite Euro 2, telah memicu pengguna Pertamax migrasi besar besaran ke Pertalite, diprediksi sekitar 5 % dari 13 % konsumen Pertamax telah beralih ke BBM Pertalite, meski banyak pihak mempertanyakan mengapa Malaysia bisa menjual Gasoline Ron 95 standar Euro 4 hanya Rp 7000,- perliter, sementara Indonesia kualitas BBM hanya Euro 2 dan Euro 3 harganya selangit lebih mahal dari itu, “Karena BBM Pertamina yang memenuhi standar Euro 4 hanya Pertamax Turbo dengan Pertamina Dex,” kata Yusri.

Yusri juga mengatakan bahwa dengan meningkat drastisnya pengguna Pertalite telah memberikan tekanan potensi kerugian lebih besar bagi Pertamina sendiri. Faktor penyebab migrasi selisih harga yang jomplang diperparah daya beli yang lemah dari masyarakat atapun golongan menengah.

Hal ini karena konsumsi Premium dan Pertalite mencapai 83% dari total konsumsi BBM Nasional, sangat signifikan dampaknya bagi cash flow Pertamina, wajar jika Pertamina membatasi suplai Pertalite dan Biosolar ke SPBU, karena tekornya besar sekali.

Kementerian ESDM pada 10 Maret 2022 sudah menetapkan Pertalite adalah jenis BBM penugasan menggantikan Premium, dengan kuota 23,04 juta KL (Kilo Liter) pada tahun 2022, tapi baru diumumkan pemerintah oleh Dirjen Migas di depan DPR Komisi VII pada Selasa (29/3/2022).

Menurut Dirjen Migas Tutuka Ariaji di depan DPR Komisi VII, sampai dengan akhir Febuari saja, realisasi Pertalite sudah over kuota sebanyak 18, 5 %, diperkirakan dengan konsumsi normal pada akhir tahun 2022 over kuota hanya 15%.

“Sangat dipahami, akibat tidak dipatok berapa subsidi Pemerintah kepada Pertamina akibat kerugian harga jual Pertalite, meskipun akan diganti oleh Pemerintah, namun waktunya tak bisa cepat, bisa terjadi 3 sampai dengan 4 tahun akan datang baru dibayarkan pemerintah,”tambah Yusri.

Dikatakan, setidaknya Pertamina Kilang Internasional dengan Pertamina Patra Niaga setiap hari harus ada sekitar USD 150 juta atau Rp 2, 2 triliun untuk belanja minyak mentah dan BBM demi mengamankan pasokan dalam negeri, baik untuk membayar kepada trader, Pertamina Hulu Energi dan negara maupun KKKS lainnya.

Istimewa
Gedung Pertamina /Istimewa

Soal Pertamina ini memang menarik dalam tiap bahasannya, namun kenapa ditengah  ditengah BBM Pertamax naik dan rencana Pertalite akan naik pula kini ramai diperguncingkan pula bahwa gaji karyawan dan direksi gaji Pertamina naik juga di awal April 2022. Jika Erick bilang diatas jangan ribut kan sudah dipastikan yang tak bleh ribut rakyat kecil sedang orang BUMN (Pertamina) asyik aja toh naik gaji mau berapa pun naik BBM dia sip oke-oke saja, gitu ya pak ET.

Menyoroti hal ini pengamat Ekonomi Energi Salamuddin Daeng mengomentari hal ini bahwa bukan Hanya gaji karyawan Pertamina yang harus naik, semua BUMN harusnya naik kalau perlu naik semua.

“Tentang kenaikan gaji karyawan Pertamina, harusnya gaji karyawan di semua BUMN harus naik. Jangan sampai cuma harga barang barang yang naik, tapi gaji tidak naik. Kenaikan gaji sudah merupakan keharusan sesuai dengan perkembangan keadaan,” ungkap Daeng saat diintain komentarnya Ahad, 3 April 2022.

Daeng juga mengatakan kalau gaji tidak naik bagaimana mungkin ekonomi bisa tumbuh. Bukankah 60 persen ekonomi nasional sekarang ditopang oleh konsumsi. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi maka harus mendorong konsumsi masyarakat.

“Kalau gaji karyawan BUMN seperti Pertamina tidak naik, bagaimana mau mendorong pertumbuhan ekonomi. Emangnya bisa belanja pake daun sirih?” tanyanya.

Masih kata Daeng Pemerintah perlu belajar. Jaman orde baru inflasi dikendalikan pake gaji PNS. Kenaikan gaji PNS adalah alat untuk mending inflasi. Inflasi didorong dalam rangka memicu pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi akan meningkatkan penerimaan negara APBN.

“Dengan demikian maka kenaikan gaji pegawai Pertamina seharusnya berdampak positif menggerakkan roda ekonomi. Tentu saja ini harus dilakukan juga pada seluruh BUMN lain agar naik serempak,”katanya.

Nah apa lagi kalau semua BUMN tuh Pak Erick…Halo..

Informasi bahwa Pertamina beli Minyak Mentah dari Rusia juga menarik…mungkin selain murah 2,33 Rupiah Seliter dan Pertamina membeli minyak pake Riyal atau pake Rubel. Ini menarik karena Petro dolar telah berakhir. Russia telah mewajibkan pembelian minyak dan gas Russia menggunakan Rubbel mata uang rusia. Tempo hari Arab Saudi sudah membolehkan pembelian minyak Arab menggunakan Riyal. Jadi siapa yang masih menggunakan dolar untuk alat transaksi minyak, tinggal itulah jangkar mata uang dolar sekarang. Indonesia bagaimana? Belum bisa mikir kayaknya.

Rusia dan Arab Saudi mengajarkan Indonesia bagaimana menata keuangan. Dengan sumber daya alam yang mereka miliki, kedua negara itu bisa memperkuat fondasi keuangan mereka. Indonesia bagaimana? Indonesia masih urusannya sekedar cari uang. Sebetulnya yang didapat Indonesia itu uang receh. Recehanlah untuk urusan minyak yang besar. Urusan minyak itu urusan Petro Dolar

Kalau Indonesia mengerti dan mulai bisa mikir maka otaknya akan mulai terbuka. Pertama Indonesia harus tau bahwa bahwa negara ini lebih kaya dari Rusia, Arab Saudi atau Amerika Serikat dalam hal sumber daya alam. Indonesia memiliki kekayaan alam terlengkap di dunia. Mengerti itu dulu, baru kemudian mengerti bagaimana kalau Indonesia mulai sekarang menjual sumber daya alamnya pake Rupiah.

“Pertamina Prime” Diblokir Greenpeace

Meski demikian tak semulus yang terjadi dalam pembelian minyak dari Rusia pada  pukul 11:00 (0900 GMT Kamis lalu 31 Maret 2022), para aktivis memulai blokade supertanker “Pertamina Prime”, mencegah kapal lain “Seaoath” mendekatinya dan memblokir pengiriman minyak Rusia,” kata Juru Bicara Greenpeace, Emma Oehlenschlager, kepada AFP. Kapal bendera Singapura itu membawa 1,8 juta barel minyak milik perusahaan minyak negara Indonesia, Pertamina.

Puluhan aktivis Greenpeace dengan menggunakan kayak dan berenang di perairan lepas pantai Denmark pada Kamis (31/3) lalu memblokade kapal yang memuat minyak mentah Rusia yang diduga kuat akan dikirimkan ke Indonesia. Salah satu dari dua kapal tanker itu bernama ‘Pertamina Prime’.

Greenpeace mengorganisasi aksi tersebut guna menyerukan larangan impor bahan bakar fosil dari Rusia, menyusul invasi membabi-buta negara adidaya itu ke Ukraina.

“Pada pukul 11:00 (0900 GMT Kamis), para aktivis memulai blokade supertanker “Pertamina Prime”, mencegah kapal lain “Seaoath” mendekatinya dan memblokir pengiriman minyak Rusia,” kata Juru Bicara Greenpeace, Emma Oehlenschlager, kepada AFP.

Kedua kapal itu milik Rusia. Belasan aktivis mengendarai kayak atau berenang di perairan yang dingin karena es di Frederikshavn. Beberapa dari mereka membawa spanduk yang menyerukan pemerintah untuk “Berhentilah meminyaki perang!”.

Para aktivis melukis “Perang Bahan Bakar Minyak” di lambung Pertamina Prime. Sekitar 100.000 ton minyak mentah akan ditransfer antara kedua kapal.

Dalam dua pekan terakhir, Greenpeace cabang Denmark telah melakukan beberapa tindakan terhadap kapal-kapal Rusia yang melakukan transfer minyak, meskipun ini adalah blokade pertama yang berhasil.

“Baru kali ini kami berhasil menghentikan pengiriman. Dalam kasus lain, kapal tanker dialihkan atau dipercepat”, kata Oehlenschlager.

“Para aktivis sekarang akan mempertahankan blokade selama mungkin untuk memastikan kapal tidak bisa saling berdekatan untuk melakukan transfer”, katanya, mendesak Denmark untuk melarang pengiriman minyak Rusia di perairannya.

Laporan AFP mengatakan, kapal bendera Singapura itu membawa 1,8 juta barel minyak milik perusahaan minyak negara Indonesia, Pertamina.

Berdasarkan situs vesselfinder.com, Pertamine Prime yang dalam kondisi muatan penuh, pada hari ini berada di Laut Utara (koordinat 56.29859 N / 7.17894 E) sebagaimana dilaporkan beberapa waktu lalu oleh AIS. Kapal sedang dalam perjalanan ke Cina, berlayar dengan kecepatan 12.2 knot dan diperkirakan akan tiba di sana 26 April pukul 16:00. Kapal Pertamina Prime (IMO: 9888508, MMSI 563128700) adalah tanker minyak mentah yang dibangun pada tahun 2021, dan saat ini berlayar di bawah bendera Singapura.

Soal semua memang kita sedang berpikir agar bersabar dan melihat kondisi dunia saat ini makin panas paska perang Rusia Vs Ukraina jadi PERTAMINA apa sedang Happy karena naik gaji atau lagi bingung karena minya dari Rusia Diblokir GREENPEACE?

TIM RED-ewindo (ENERGYWORLD.CO.ID)

Previous articleMau Beli Minyak 2,33 Rupiah Seliter? Saatnya Pertamina Membeli Minyak Pake Riyal atau Pake Rubel
Next articlePertamina Hulu Energi (PHE) ; Panen Di Tengah Kemelut Harga Minyak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.