Home BUMN PLN Untung Bertubi Tubi

PLN Untung Bertubi Tubi

144
0
Salamuddin Daeng/EWINDO
Oleh : Salamuddin Daeng
Mantap PLN untung bertubi-tubi, tidak tanggung-tanggung kenaikan keuntungan ratusan persen. Fantastis! Laporan keuangan resmi perusahaan PT PLN (Persero) meraup laba bersih Rp17,4 triliun pada semester I 2022 (unaudited).
Capaian itu melesat 162,4 persen dari periode yang sama tahun lalu, Rp6,6 triliun. PLN makin tak tertandingi. Bergerak secepat setrum memulihkan keuntungannya. Bagaikan kilat memperbesar keuangannya. Di tangan Dirut baru dengan moto cash war room and spend control tower alias perang aliran kas dari dalam kamar dan kontrol pengeluaran dari atas menara atau tower, moto luar biasa dalam menjaga performa keuangannya.
Secara mengejutkan laba usaha PLN melompat cukup besar. Kalau tahun lalu sepanjang semeter 2 tahun 2021 laba usaha PLN hanya naik ratusan miliar, sekarang semester 1 tahun 2022 laba usaha PLN naik melompat belasan triliun. Laba usaha PLN naik dari Rp. 24,20 triliun pada semester 2 tahun 2021, naik menjadi 36,1 triliun pada semester 1 tahun 2022.
Ini sangat mengejutkan. PLN sedang dimanjakan oleh dana kompensasi listrik yang luar biasa besarnya. Dalam laporan keuangan PLN semester 1 2022, Pendapatan kompensasi PLN naik dari Rp. 8,8 triliun menjadi 31,2 triliun, naik 255 %. Pendapatan kompensasi adalah jumlah yang dibayar pemerintah kepada PLN akibat selisih harga jual listrik PLN dengan harga listrik komersial.
Laporan keuangan PLN juga berputar bagaikan gasing. Tahun lalu utang PLN sempat turun cukup besar, sekarang kembali naik sekitar Rp. 8,5 triliun dalam 6 bulan. Barangkali karena kemampuan mencetak laba dari permainan kurs memulihkan kepercayaan bank kepada PLN untuk mendapatkan utang. Utang PLN sekarang pada posisi Rp. 640,15 triliun.
Walau tahun ini PLN mengalami kerugian kurs lebih dari Rp. 5,3 triliun rupiah. Dirut PLN kembali menyajikan pelajaran kepada semua dirut BUMN lain bagaimana memutar keuangan perusahaan seperti gasing, mengubah beban besar PLN baik beban yang datang dari over supply listrik, harga energi primer, bunga bank yang meningkat, kurs yang volatile, semua telah diubah menjadi kenaikan keuntungan berlipat ganda dengan berhasil mendapat dana kompensasi semester 1 2022 senilai Rp. 31,2 triliun yang merupakan tambahan pendapatan terbesar semeter ini.
Luar biasa kemampuan mengolah dan memutar uang PLN ini. Bukan hanya BUMN lain yang harus belajar, namun Menteri keuangan RI juga bisa belajar dan jangan cuma mengancam ngancam presiden Jokowi bahwa Indonesia akan krisis, atau ancaman sejenisnya.***
Previous articleKereta Cepat akan Mangkrak?
Next articleCERI: KPK Harus Buru DPO Rosman Anak Buah Sukanto Tanoto RAPP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.