Home Ekbiz Corporate LPPHI Heran Chevron Tolak Dua Saksi DLHK Riau di Sidang Limbah B3...

LPPHI Heran Chevron Tolak Dua Saksi DLHK Riau di Sidang Limbah B3 TTM Blok Rokan, Padahal Peraturan Menteri Membolehkan Pengawas Lingkungan Memberikan Keterangan Saksi di Persidangan

145
0
Limbah B3 di lahan masyarakat di kawsan Blok Rokan/ist
ENERGYWORLD.CO.ID – Mandi Sipangkar, warga Minas Kabupaten Siak Provinsi Riau mengaku tak habis pikir melihat adegan yang berlangsung pada persidangan Gugatan Lingkungan Hidup Pencemaran Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM) Chevron di Blok Rokan, Selasa (30/8/2022) kemarin di PN Pekanbaru.
“Saya kenal kedua saksi yang hendak dihadirkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau itu kemarin. Karena saya tahu persis dan kerap bertemu dengan keduanya saat melakukan peninjauan lapangan di berbagai lokasi pencemaran limbah Chevron itu,” ungkap Mandi Sipangkat, Rabu (31/8/2022).
Mandi juga menyatakan mengetahui bahwa keduanya merupakan pengawas lingkungan hidup fungsional di DLHK Provinsi Riau. “Saya heran sekali, kenapa keduanya ditolak menjadi saksi? Padahal menurut Pasal 8 Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 22 Tahun 2019, jelas menyebutkan bahwa uraian kegiatan pengawas lingkungan hidup itu antara lain melaksanakan pemberian keterangan sebagai saksi dalam proses penyidikan dan atau persidangan. Bahkan memberikan keterangan ahli pun merupakan bagian kegiatan yang diatur dalam peraturan ini,” kata Mandi Sipangkar.
Mandi Sipangkar yang juga hadir pada persidangan itu juga mendengar kedua saksi yang hendak diajukan DLHK Riau itu juga sudah mengatakan di ruangan sidang bahwa mereka berdua adalah pengawas lingkungan hidup fungsional di DLHK Riau.
“Jujur, saya sebagai masyarakat sangat heran dengan sikap Chevron sebagai Tergugat I dalam perkara ini ngotot menolak saksi yang diajukan DLHK Riau sebagai Tergugat IV dalam perkara ini, apa mereka gak paham peraturan ?” ungkap Mandi.
Sebagaimana diketahui, pada persidangan yang berlangsung Selasa sore itu, Pemerintah Provinsi Riau cq DLHK Riau sebagai Tergugat IV dalam persidangan itu mengajukan dua saksi. Keduanya yakni pengawas lingkungan hidup fungsional di DLHK Riau, masing-masing bernama Chandra Hutasoit dan Dwi Yana. Namun, saat hendak diambil sumpah sebagai saksi, Kuasa Hukum Chevron, Muhammad Haris menyatakan keberatan atas kedua saksi yang diajukan DLHK Riau itu.
Mengenai Perkara Gugatan Lingkungan Hidup ini, tercatat disidangkan di PN Pekanbaru dengan Nomor 150/PDT.G/LH/2021/PN.Pbr. Gugatan terdaftar pada 6 Juli 2021. Sidang dipimpin Hakim Ketua DR Dahlan SH MH. Lembaga Pencegah Perusak Hutan Indonesia (LPPHI) merupakan lembaga penggugat perkara ini. LPPHI menurunkan lima tiga kuasa hukum dalam persidangan tersebut. Ketiganya yakni Josua Hutauruk, S.H., Tommy Freddy Manungkalit, S.H., dan Muhammad Amin S.H., ketiganya tergabung dalam Tim Hukum LPPHI. Sementara itu, PT Chevron Pacific Indonesia, SKK Migas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau merupakan para tergugat dalam perkara ini.(EWINDO)
Previous articleBukankah Selisih Harga Subsidi Dengan Harga Pasar Yang Terlalu Besar Adalah Sumber Bancakan Oligark Bagi Pemilu 2024?
Next articleYayasan Riau Hijau Wacth KLHK Tak Mampu Hadirkan Saksi ke Sidang Limbah Chevron

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.