Home Energy Keppel Kembangkan Pembangkit Listrik Hydrogen-Ready Pertama di Singapura

Keppel Kembangkan Pembangkit Listrik Hydrogen-Ready Pertama di Singapura

159
0
Penandatanganan kontrak EPC untuk pengembangan Keppel Sakra Cogen Plant | IST
Penandatanganan kontrak EPC untuk pengembangan Keppel Sakra Cogen Plant | IST

ENERGYWORLD.CO.ID – Keppel Infrastructure Holdings Limited (Keppel Infrastructure), melalui Keppel Energy, anak perusahaannya yang dimiliki penuh, telah mencapai keputusan investasi akhir (FID) untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (CCGT) mutakhir berkapasitas 600MW, dan telah memberikan kontrak perekayasaan, pengadaan, dan konstruksi (EPC) kepada konsorsium yang terdiri dari Mitsubishi Power Asia Pacific dan Jurong Engineering untuk membangun pembangkit tersebut. Keppel Sakra Cogen Plant, yang akan dibangun di sektor Sakra di Pulau Jurong, akan menjadi pembangkit listrik hydrogen-ready pertama di Singapura.

Sesuai dengan model bisnis Keppel yang mengurangi kepemilikan aset, Keppel Sakra Cogen Plant akan dimiliki oleh Keppel Sakra Cogen Pte. Ltd. (KSC)., yang saat ini merupakan anak perusahaan tidak langsung yang dimiliki penuh dari Keppel Infrastructure. Keppel Asia Infrastructure Fund LP (KAIF)[1] dan Keppel Energy memiliki penyertaan ekuitas (equity interest) sebesar masing-masing 70% dan 30%. Selain itu, KSC dan Keppel Energy dijadwalkan untuk membuat kontrak turnkey untuk pengembangan Keppel Sakra Cogen Plant. Total investasi untuk Keppel Sakra Cogen Plant diperkirakan sekitar S$750 juta.

Keppel Sakra Cogen Plant, yang awalnya dijalankan menggunakan gas alam sebagai bahan bakar utama, juga dirancang untuk dioperasikan dengan bahan bakar yang memiliki kandungan hidrogen 30% dan memiliki kemampuan untuk beralih dijalankan sepenuhnya menggunakan hidrogen. Di samping itu, sebagai pembangkit listrik CCGT, pembangkit ini juga akan mampu menghasilkan uap, untuk digunakan dalam proses industri bagi pelanggan energi dan kimia di Pulau Jurong. Keppel sakra Cogen Plant diharapkan akan selesai pada paruh pertama tahun 2026 dan akan menjadi pembangkit listrik paling canggih dan hemat energi di Singapura, serta memberikan kinerja unggul, seperti kadar emisi yang lebih rendah dan fleksibilitas operasional yang lebih tinggi. CCGT canggih ini akan menjadi yang paling efisien di antara armada yang beroperasi di Singapura dan akan mampu mengurangi emisi CO2 hingga 220.000 ton per tahun dibandingkan dengan rata-rata efisiensi operasional Singapura untuk listrik setara yang dihasilkan. Pengurangan CO2 tersebut setara dengan menghilangkan sekitar 47.000 mobil dari jalanan per tahun.

Kontrak layanan jangka panjang (LTS) untuk pemeliharaan besar turbin juga diberikan kepada Mitsubishi Power Asia Pacific.

Karena sektor energi menghasilkan hampir 40% dari emisi karbon Singapura[2], dekarbonisasi pada pembangkitan listrik menjadi inti upaya perubahan iklim global dan salah satu fitur utama dari Green Plan Singapura.

Selain kontrak EPC dan LTS, Keppel New Energy Pte Ltd, anak perusahaan yang dimiliki penuh dari Keppel Infrastructure, juga menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Mitsubishi Heavy Industries, Ltd. untuk melakukan studi kelayakan terkait pembangunan pembangkit listrik 100% tenaga amonia di lokasi yang sudah dipilih di Singapura. Kolaborasi ini berupaya mengatasi trilema energi dan berkontribusi membangun sektor energi yang lebih tangguh dan berkelanjutan di Singapura dan kawasan ini.

FID untuk Pembangkit Listrik Keppel Sakra dan MOU untuk pembangkit listrik combined cycle 100% tenaga amonia selaras dengan Visi 2030 Keppel, yang menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari strategi perusahaan.

“Permintaan listrik di Singapura diproyeksikan naik seiring meningkatnya elektrifikasi dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Energy Market Authority menyambut baik investasi dari sektor swasta untuk menghadirkan teknologi terbaik dalam pembangkitan listrik. Karena merupakan hydrogen-ready, pembangkit listrik dari Keppel ini akan berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan penurunan emisi karbon. Ini akan mendukung transisi Singapura menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan sembari memastikan ketahanan dan keandalan pasokan listrik kepada konsumen,” ujar Mr. Ngiam Shih Chun, Chief Executive, EMA.

Ms Cindy Lim, CEO Keppel Infrastructure, mengatakan, “Keppel Sakra Cogen Plant berkapasitas 600MW akan menjadi pembangkit listrik tenaga gas dan uap paling canggih dan efisien serta hydrogen-ready pertama di Singapura, menempatkan Keppel Infrastructure di garda depan upaya dekarbonisasi sektor kelistrikan Singapura. Setelah selesai dibangun, aset ini akan meningkatkan portofolio pembangkitan listrik Keppel dari yang saat ini berkapasitas 1.300 MW menjadi 1.900 MW, sehingga kami mampu meraih pangsa pasar yang lebih besar seiring terus naiknya permintaan akan energi yang andal sejalan dengan pembangunan ekonomi Singapura.”

Ms Christina Tan, CEO Keppel Capital, induk perusahaan dari pengelola KAIF mengatakan, “Investasi bersama Keppel Infrastructure dan KAIF di Keppel Sakra Cogen Plant mencerminkan model bisnis Keppel Group yang mengurangi kepemilikan aset saat kami memanfaatkan kesempatan dalam transisi energi. Kami percaya bahwa hidrogen, sebagai bahan bakar rendah karbon, akan berperan penting dalam mendukung komitmen Singapura untuk melakukan dekarbonisasi sektor kelistrikannya. Keppel Capital akan terus memanfaatkan sinergi Keppel Group untuk mengidentifikasi dan berinvestasi dalam proyek-proyek future-ready guna menciptakan nilai bagi investor kami.”

Mr. Osamu Ono, Managing Director dan Chief Executive Officer Mitsubishi Power Asia Pacific, berkomentar, “Mitsubishi Power menantikan untuk memasok turbin gas JAC hydrogen-ready kami kepada Keppel Sakra Cogen Plant. Pembangkit ini akan menikmati kombinasi yang tak terkalahkan dari efisiensi kelas dunia dan keandalan yang sudah terbukti yang didukung oleh jam operasional armada yang tinggi di seluruh dunia, fasilitas verifikasi pembangkit listrik combined cycle yang terhubung ke jaringan listrik T-Point 2 yang berada di Takasago Hydrogen Park di Jepang, dan pengalaman panjang kami dalam pembangkitan listrik menggunakan bahan bakar yang kaya hidrogen selama lebih dari setengah abad. Sebagai bahan bakar rendah dan nol karbon yang inovatif, ada banyak potensi bagi hidrogen untuk digunakan dalam sistem pembangkitan listrik guna mengurangi emisi. Sebuah kehormatan bagi kami untuk bermitra dengan Keppel Infrastructure, visioner di sektor energi, untuk mencapai visi net zero kami dan membangun masa depan energi terbarukan bagi Singapura.”

Mr. Koichi Watanabe, Managing Director dan Chief Executive Officer Jurong Engineering Limited, mengatakan, “Kami senang turut berkontribusi dalam pendirian Keppel Sakra Cogen Plant yang merupakan bagian dari upaya bersama menuju dekarbonisasi pembangkitan listrik masa depan. Jurong Engineering akan terus mendiversifikasi dan memperkuat kemampuan teknik kami dengan menyediakan solusi inovatif sembari berkontribusi pada masa depan yang lebih ramah lingkungan.”

Pembangunan yang disebutkan di atas diperkirakan tidak akan berdampak material pada pendapatan per saham dan aset berwujud bersih dari Keppel Corporation Limited, induk perusahaan Keppel Capital dan Keppel Infrastructure, untuk tahun buku berjalan. | WAW-EWI


[1] Dikelola oleh Keppel Capital Alternative Asset, pengelola dana swasta di bawah Keppel Capital.
Previous articleSubsidi BBM Bisa Rp. 700 Triliun APBN Tidak Sanggup!
Next articleCERI: Dirut Pertamina Nicke Widyawati Diduga Bohong ke DPR Komisi VI Soal Acuan Harga BBM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.