Home Business LIMITLESS 2022: Bahas Emisi Karbon 24 Persen dari Industri Logistik

LIMITLESS 2022: Bahas Emisi Karbon 24 Persen dari Industri Logistik

92
0
Drive-Supply-Chain | IST
Drive-Supply-Chain | IST
ENERGYWORLD.CO.ID – Sebuah perusahaan penyedia solusi manajemen logistik berbasis SaaS (Software as a service), Shipsy, akan menyelenggarakan agenda virtual andalannya, Limitless Summit 2022, pada tanggal 20 September.

Para pemimpin rantai pasokan dan logistik global di seluruh industri akan berbagi wawasan penting mengenai apa yang disebut sebagai “Jalan Menuju Logistik Berkelanjutan dan Hemat Biaya.”

Limitless Summit adalah sebuah konferensi berskala internasional yang berpengaruh dari para profesional terkemuka di bidang logistik, rantai pasokan, dan operasi. Konferensi ini lebih jauh menggali peluang tak terbatas dalam dunia logistik. Acara ini dirancang untuk membangun komunitas pemimpin industri dan pakar untuk menyediakan forum terbuka dalam berbagi pengetahuan, tren utama, dan praktik terbaik guna mendorong pengambilan keputusan yang lebih baik dan kinerja bisnis yang dipercepat dalam ekosistem logistik yang berkembang pesat.

Lebih dari 500 perwakilan dari 350 organisasi mengikuti acara di edisi sebelumnya. Daftar pembicara untuk edisi mendatang yaitu Ekhlaque Bari, Chief Information Officer dari Jubilant FoodWorksWalid Shabana, CTO & Co-founder dari Rabbit MartSantosh Abbimane, Group Chief Financial & Transformation Officer dari DTDCBassel El Koussa, CEO & Co-founder dari QuiqupGaurav Arora, Wakil Presiden – Strategi & Operasi dari Ferns N PetalsZeeshan Mukhi, Direktur Pengalaman Pelanggan Wilayah Asia Selatan dari MaerskSoham Chokshi, CEO & Co-founder dari Shipsy dan masih banyak lagi.

Industri logistik dan transportasi menyumbang emisi sebesar 24% dari total emisi CO2 dunia, di mana 30% di antaranya berasal dari truk pengangkut barang. Saat ini, rantai pasokan dan teknologi manajemen logistik yang canggih memberdayakan bisnis di seluruh dunia untuk mengurangi jejak karbon mereka sekaligus mengoptimalkan biaya logistik secara signifikan.

“Pelanggan akhir, peraturan tentang lingkungan yang berkembang, dan peningkatan biaya pengiriman mendorong bisnis untuk memanfaatkan keberlanjutan rantai pasokan sebagai sebuah keunggulan kompetitif. Di sinilah transformasi digital dari proses logistik akan menciptakan kemenangan yang bebeda. Digitalisasi membantu bisnis memerangi peningkatan emisi karbon dengan secara drastis mengurangi jarak tempuh, menghilangkan jarak tempuh yang kosong, mengecilkan volume perjalanan, dan secara proaktif mendapatkan visibilitas emisi di seluruh pergerakan kargo multimoda,”ujar Soham Chokshi, CEO dan Co-founder, Shipsy.

Meskipun tema keseluruhannya kurang lebih adalah “Jalan Menuju Logistik Berkelanjutan dan Hemat Biaya,” pakar industri akan menyoroti praktik dan wawasan terbaik mengenai ‘Menyeimbangkan Tiga hal dengan Teknologi yaitu Pengalaman Pelanggan, Profitabilitas, dan Keberlanjutan,’ serta ‘Mengaktifkan Keberlanjutan dalam Logistik Lintas Batas.’ |WAW-EWI

Previous articleKompor Induksi Sebagai Pengganti LPG Agar Disosialisasikan Dengan Benar, Hindari kebijakan yang mencla mencle_
Next articleMasalah Nilai Tukar dan Ambruknya Keuangan BUMN Energi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.