Home Business Strategi Jitu SGC Atasi Lonjakan Biaya Energi dan Penurunan pada Industri Petrokimia

Strategi Jitu SGC Atasi Lonjakan Biaya Energi dan Penurunan pada Industri Petrokimia

163
0
[Ki-Ka] Mr. Roongrote Ransiyupash, President and CEO of SCG dan Mr. Thammasak Sethaudom, Vice President-Finance and Investment and CFO of SCG | IST
[Ki-Ka] Mr. Roongrote Ransiyupash, President and CEO of SCG dan Mr. Thammasak Sethaudom, Vice President-Finance and Investment and CFO of SCG | IST
ENERGYWORLD.CO.ID – SCG umumkan hasil operasi di periode Q3/2022. Perusahaan menunjukkan kinerja yang solid, berkat manajemen likuiditas yang ketat dan investasi pada bisnis yang berpotensi tinggi dan berkelanjutan, meskipun terjadi penurunan penjualan dan laba disebabkan lonjakan harga energi global akibat dari konflik Rusia-Ukraina, perlambatan ekonomi global karena kenaikan suku bunga global, dan penurunan ekonomi Tiongkok pascapenerapan kebijakan Zero-Covid.

Pada unit bisnis SCG Chemicals (SCGC), industri petrokimia telah mencapai titik terendah dalam 20 tahun terakhir akibat tingginya biaya bahan baku dan terjadinya kelebihan pasokan. Unit bisnis SCG Semen dan Bahan Bangunan (CBM) juga menghadapi lonjakan biaya energi. Kendati demikian, SCG Packaging (SCGP) berkinerja baik di tengah fluktuasi energi.

Roongrote Rangsiyopash, Presiden dan CEO SCG, mengungkapkan, “Hasil operasi SCG pada Q3/2022 dipengaruhi secara signifikan oleh kenaikan harga energi yang mencapai level tertinggi dalam satu dekade terakhir. Konflik Rusia-Ukraina mengakibatkan peningkatan biaya energi pada industri petrokimia SCG secara signifikan dalam 20 tahun. Perlambatan ekonomi global juga terjadi akibat kenaikan suku bunga global dan semakin diperparah dengan pelemahan ekonomi China akibat Kebijakan Zero-Covid-nya.”

Hasil Operasi SCG Q3/2022 yang belum ditinjau mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp58,31 triliun (US$ 3,91 miliar), turun 7% q-o-q, disebabkan melemahnya harga produk kimia imbas permintaan petrokimia yang menurun. Laba mencapai Rp1 triliun (US$ 67 Juta), menurun 75% q-o-q yang sebagian besar disebabkan oleh penurunan distribusi bahan kimia, peningkatan biaya energi, serta dividen musiman yang lebih rendah.

Namun demikian, pendapatan penjualan meningkat 8% secara y-o-y berkat kenaikan harga produk sejalan dengan pasar bisnis CBM (cement-building materials), serta unit bisnis SCGP (packaging/ kemasan). Secara y-o-y, laba berjalan mengalami penurunan 64% akibat persoalan yang sama.

Sepanjang Januari hingga September 2022, SCG mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp188,64 triliun (US$ 12,92 miliar), meningkat 15% y-o-y. Peningkatan tersebut ditunjang peningkatan penjualan di seluruh unit bisnis, terutama dari peningkatan harga produk yang sejalan dengan pasar. Laba pada periode sama berjumlah Rp8,95 triliun (US$ 613 juta), menurun 45% y-o-y akibat kenaikan biaya bahan baku dan energi serta pendapatan ekuitas yang lebih rendah pada unit bisnis Chemicals/ bahan kimia.

Selain itu, Pendapatan SCG di luar operasi Thailand, termasuk penjualan ekspor dari Thailand hingga September 2022 tercatat sebesar Rp85,65 triliun (US$ 5,87 miliar), atau sebanyak 45% dari total pendapatan penjualan, setara dengan periode yang sama di tahun lalu.

SCG di ASEAN (ex-Thailand)

Untuk operasi SCG di ASEAN (kecuali Thailand), Pendapatan Penjualan pada Q3/2022 mencatat kenaikan 12% y-o-y, sebesar Rp16,57 triliun (US$ 1,11 miliar), dan 28% dari total pendapatan penjualan SCG. Hasil ini termasuk penjualan dari kedua operasi lokal di masing-masing pasar ASEAN dan impor dari operasi Thailand.

Per 30 September 2022, total aset SCG sebesar Rp373,65 triliun (US$ 24,53 miliar), sedangkan total aset SCG di ASEAN (ex-Thailand) mencapai US$ 11,30 miliar, mencapai 46% dari total aset konsolidasi SCG.

Khusus untuk SCG di Indonesia, SCG melaporkan Pendapatan dari Penjualan Q3/2022 sebesar Rp5,25 triliun (US$ 352 juta), turun 10% secara y-o-y terutama dari bisnis packaging (FajarPaper dan Intan), unit bisnis CBM (KOKOH) dan penjualan ekspor dari Thailand.

Pelaksanaan ESG 4 Plus di Indonesia

Dalam rangka pengentasan kesenjangan sosial, SCG melaksanakan program Beasiswa Sharing the Dream untuk 493 siswa SMA dan sarjana, sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai isu lingkungan dan sosial. Pasca penyerahan beasiswa, SCG bersama SCG Scholars akan melaksanakan tiga proposal program ESG terpilih sepanjang tahun 2022-2023. Selain itu, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi pun turut menyalurkan beasiswa kepada 545 siswa di tingkat SMA dan SMP, khususnya di lima desa wilayah operasi perusahaan di Sukabumi. Program ini bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam memberikan akses pendidikan dan menekan angka putus sekolah.

Kemudian, program pemberdayaan ekonomi lokal PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi berhasil meraih penghargaan Anugerah Sukabumi Award. Penghargaan ini diberikan kepada pembudidaya ikan, khususnya pada komoditas ikan lele yang telah menciptakan inovasi dalam pengembangan potensi desa.

PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FajarPaper) dinilai oleh Kementerian Perindustrian sebagai percontohan penerapan ekonomi sirkular yang memproduksi kertas kemasan dari bahan daur ulang. Selain itu, FajarPaper turut menjalankan program CSR renovasi kelima sekolah di Kabupaten Bekasi, melanjutkan komitmennya sejak tahun 2000. Program ini bertujuan untuk menekan ketimpangan kualitas pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana belajar yang memadai bagi generasi muda.

Roongrote menyebut, “Krisis ini sangat menantang, tetapi kami yakin bahwa SCG mampu mengatasinya dan menjadi lebih kuat berkat strategi perusahaan, yang mencakup penyesuaian ketepatan waktu pada rencana bisnis, mengurangi biaya, menunda proyek investasi yang tidak mendesak, dan menyesuaikan rencana produksi untuk memenuhi permintaan pasar. Sementara itu, kami juga berinvestasi lebih banyak di bisnis baru yang lebih potensial (New S-Curve). Untuk SCGP, portofolio investasi perusahaan terus berkembang secara sehat.”

SCG telah berpengalaman dalam menangani krisis yang berulang dengan tetap menjaga stabilitas keuangan yang solid. Perusahaan telah mengurangi biaya pengeluaran, mengkaji kembali investasi, dan menunda proyek-proyek baru yang tidak mendesak.

Tiga Megatren Global

SCG secara proaktif memasuki tiga bisnis baru: 1) Energi Terbarukan (Renewable Energy), 2) ASEAN Logistics, dan 3) Smart Living. Ketiga strategi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan pelanggan dan masyarakat dengan kenyamanan, keterjangkauan, keamanan, dan tanggung jawab lingkungan.

1.Energi Terbarukan (Renewable Energy)
SCG berupaya menurunkan biaya dan mempercepat pengembangan energi terbarukan dengan memanfaatkan biomassa dari produk sampingan pertanian dan limbah rumah tangga perkotaan yang disebut Refused-Derived Fuel (RDF) sebagai pengganti bahan bakar fosil. Pada Q3/2022, operasi semen di Thailand telah menggunakan bahan bakar terbarukan sebesar 40% dari total bahan bakar yang digunakan. Akibatnya, sepanjang tahun 2022, proporsi penggunaan bahan bakar terbarukan meningkat dari 18% menjadi 34% y-o-y. SCG juga berekspansi ke bisnis energi surya untuk sektor perumahan dan kawasan industri, yaitu SCG Solar Roof Solutions dan SCG Cleanergy Company Limited dengan kapasitas output 29 mega watt dan per September 2022 telah menyumbang 195 mega watt.

2. ASEAN Logistics: Perusahaan melakukan merger bisnis logistiknya menjadi Top Integrated Logistics and Supply Chain Business di ASEAN, menawarkan berbagai layanan seperti pergudangan (warehouse); sistem cold storage; layanan kargo darat, laut, dan udara; layanan docking; serta layanan impor dan ekspor, meliputi kebutuhan pelanggan dari hulu ke hilir.

3. Smart Living: Bisnis peningkatan kualitas hidup pelanggan dan masyarakat dengan kenyamanan, keterjangkauan, keamanan, dan tanggung jawab lingkungan. Salah satunya smart innovation untuk kualitas udara dan penghematan energi, seperti:

  • SCG Active AIR Quality, SCG Bi-ion, dan SCG HVAC Air Scrubber: Solusi manajemen kualitas udara yang membantu menghilangkan virus dan bakteri serta mengurangi konsumsi energi di Gedung perkantoran.
  • Trinity IOT Ecosystem: Platform teknologi Smart Home inovatif yang mampu mengoperasikan peralatan rumah dari jarak jauh
  • Wellness Home Hub: Teknologi pemantauan kondisi kesehatan penghuni rumah. Sistem akan segera memberitahu rumah sakit jika terjadi keadaan darurat. | WAW-EWI
Previous articleThe Pinnacle Group Gelar Global CSR & ESG Summit & Awards 2022 di Hanoi Vietnam
Next articleApa Benar Proses Tender di Pertamina Hulu Rokan Semakin Brutal?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.