Home BANK INDONESIA Rizal Ramli : Cara Bikin Petani Senang Bukan dengan Proyek Food Estate

Rizal Ramli : Cara Bikin Petani Senang Bukan dengan Proyek Food Estate

364
0
DR RIZAL RAMLI/IST

ENERGYWORLD.CO.ID — Pemerintahan Jokowi memperioritaskan infrastruktur untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Pembangunan jalan, bandara, proyek listrik 35000 Mega watt dan food esatste termasuk diantaranya. Namun, tidak semua proyek yang menelan dana proyek troliunan rupiah mendatangkan manfaat seperti yang ditargetkan. Salah satunya food estate yang dikomandoi Kementerian Pertahanan, dan berlokasi di kabupaten gunung Mas di Kalimantan Tengah.

Proyek yang digarap pada tahun 2021 sampai 2022 ini diorientasikan sebagai lumbung pangan nasional untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang. Dan masuk program stategis nasional dari tahun 2020 sampai 2024.

Berdasarkan pantauan media dan aktivis lingkungan Green Peace dan Walhi proyek yang telah menghabiskan dana 1,5 T rupiah itu mangkrak. Padahal untuk proyek seluas 33750 Hektar telah dibuka dimana 600 hektar diantaranya ditanami songkong.
Tak hanya itu pengerjaan proyek yang tanpa didahului analisis dampak lingkungan telah menimbulkan banjir di 6 desa di sekitarnya.

Apa yang terjadi dengan proyek ini?. Pendapat Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, Presiden itu kebanyakan tidak mengerti masalah-masalah teknis. Itu tanggung jawab menteri. Diseluruh dunia begitu, bukan hanya di Indonesia.

Rizal Ramli memberikan contoh ketika di era Presiden Abdurrachman Wahid yang dikenal sapaan Gus Dur, dimana Gus Dur pernah menunjuk saya untuk menjadi Bulog. Ketika itu, Rizal Ramli menanyakan tugas apa yang harus dikerjakan?. “Tugas saya apa Gus ? Kata Gus Dur tugas kamu bagaimana supaya petani seneng,” ujar mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman

Rizal Ramli menejelaskan penghapusamg hutang dan bunga kredit petani yang pernah dilakukannya.

“Bagaimana caranya supaya petani seneng ? Ya urusan kite. Makanya ketika itu saya hapuskan kredit macet petani, sisa kredit usaha tani Pak Habibi dan Adi Sasono 26 triliun. Karena petani-petani itu diuber polisi, diuber camat suruh bayar utangnya kalau ngga maka disita tanahnya,” demikian disampaikan Rizal Ramli dalam wawancara dengan Jakartasatu di kediamannya jalan Bangka Jakarta Selatan, Sabtu 4 Pebruari 2023.

Saya menghadap Gus Dur menyampaikan “Gus, kalau seandainya kita sita tanah2 itu. Terus kita mau ngapain ? Kata Gus Dur, bener juga kalau tanah disita, negara mau ngapain dengan tanah-tanah itu?. Jadi menurut kamu gimana Rizal, kata Gus Dur. Ya sudah kita hapuskan saja hutang dan bunganya 26 triliun,” cerita RR

“Itu duit gede Rizal, kata Gus Dur. Kamu bisa ditangkap lho menghapus hutang petani dan bunganya. Saya bilang, Gus kalau mau ada yang nangkep saya, ya tangkap saja saya sepeserpun ga dapat. Nah akhirnya dilakukan penghapusan hutang petani berikut bunganya. Petani senang ga diuber-uber polisi, camat. Petani happy,” tutur Rizal Ramli

Kemudian lanjut Rizal Ramli, “Setelah itu kita naikkan harga pembelian gabah dibanding pupuk dengan ratio 1,5, 1 untuk beli pupuk, yang 50% (1/2) untuk keuntungan petani. Kemudian saya naikkan menjadi 1-75. 1 untuk pupuk, yang 0,75 untuk keuntungan petani. Petani jadi tambah semangat karena kalau nanam padi petani pasti untung bagus. “Dua tahun kepemimpinan Gus Dur ga pernah impor beras. Jadi ga ribet amat. Karena menaikkan produksi itu bukan dengan bikin food estate. Yang ada malah triliunan habis kaga jelas. Kerena pejabat mroyek gitu lho,” jelas RR.

“Pejabat itu mestinya merumuskan kebijakan. Misalnya neh kalau kita lebih agresif lagi, kita naikkin ratio gabah dan pupuk 2 /1. 1 untuk pupuk, 100% untungnya untuk petani. Petani pasti seneng banget, swastapun tertarik. Kenapa ? Karena setiap 4 bulan untungnya 100%. Tarolah ada pengeluaran lainnya 50 %, tapi kan masih untung 50%. Mana ada bisnis yang untungnya 50 %. Akhirnya mereka yang bikin sawah. Mereka akan menaikkan produksi. Bukannya pakai proyek pemerintah yang ngabisin duit,” beber RR
“Nah hal-hal yang sederhana ini Jokowi dan menterinya ga pada ngerti. Karena mentalnya pedagang maunya mroyek terus,” pungkasnya. (Jaksat-EWINDO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.