Home Energy Pertamina Hulu Mahakam Temukan Cadangan Gas di Blok Mahakam

Pertamina Hulu Mahakam Temukan Cadangan Gas di Blok Mahakam

147
0
DCIM101MEDIADJI_0083.JPG

ENERGYWORLD.CO.ID – Cadangan gas di Blok Mahakam berhasil ditemukan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional Kalimantan Subholding Hulu Pertamina berhasil mendapatkan penemuan baru (discovery) gas dan kondensat di sumur eksplorasi Adiwarna-1x di Wilayah Kerja (WK) Mahakam yang terletak di lepas pantai Kalimantan Timur. Ini merupakan penemuan kedua bagi PHM setelah sebelumnya berhasil menemukan minyak dan gas pada sumur eksplorasi Manpatu-1X di awal tahun 2022.

Adiwarna-1x adalah sumur eksplorasi di area South Mahakam di perairan lepas pantai Balikpapan yang merupakan sumur sinergi dengan sumur pengembangan Jumelai-105.

“Kedepannya diharapkan dapat dilakukan monetisasi yang lebih cepat dan mudah dengan menggunakan fasilitas lapangan terdekat yang sudah ada, yaitu Jumelai,” ujar Sri Hartanto, Vice President Eksplorasi PHI, Kamis, 29/6.

Menurut Sri, pengeboran dimulai pada 17 April 2023 dengan menggunakan Rig Hakuryu-14 dan berhasil mencapai kedalaman sumur 4290 MD meter pada tanggal 27 Mei 2023.

“Pengeboran sumur analisis ini berhasil menemukan lapisan karbonat gas dan kondensat pada interval U14 setara formasi Maruat. Keberhasilan pengeboran Adiwarna-1x ini membuka potensi baru (play opener) di area South Mahakam untuk target yang lebih dalam di area ini,” ujarnya.

Ferick Afrinas, Pjs. General Manager PHM, menyatakan pelaksanaan pengeboran sumur Adiwarna-1x ini, menurut Ferico, dijalankan dengan kinerja HSSE yang tinggi, serta konsep operational excellence hingga dilakukannya uji alir pada tanggal 26 Juni 2023 dan berhasil mengalirkan gas serta kondensat dari reservoir target utama.

“Keberhasilan kedua sumur analisis ini menjadi pendorong semangat kami untuk terus melakukan pengeboran sumur-sumur migas yang penting bagi keberlangsungan produksi lapangan-lapangan di WK Mahakam,” ujar Ferico.

Sementara itu, John Anis, Direktur Utama PHI, mengungkapkan bahwa penemuan gas dari sumur eksplorasi Adiwarna-1x ini merupakan salah satu pemasaran strategi Perusahaan dalam meningkatkan cadangan dan mempertahankan produksi migas melalui kegiatan eksploitasi dan pengembangan (eksploitasi).

“Kami memiliki beberapa strategi utama untuk memaksimalkan pengelolaan aset hulu migas Perusahaan, antara lain berupa kegiatan eksplorasi yang agresif untuk mencari sumber daya baru dengan memainkan konsep baru serta mengoptimalkan baseline dan pengembangan untuk meningkatkan produksi,” jelas John.

John menyatakan bahwa penemuan ini merupakan penemuan penting pada tahun 2023 bagi PHM dan Indonesia mengejar keberhasilan temuan Manpatu-1X ditahun 2022. “Kami terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi dan pengembangan guna mendukung target produksi migas Pemerintah Indonesia, yaitu 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari di tahun 2030,” pungkasnya.

PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) merupakan bagian Subholding Hulu Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip ESG (Environment, Social, Governance) di Regional 3 Kalimantan. Tahun 2022 lalu, melalui anak perusahaan dan ibilnya, PHI memproduksi minyak sebanyak rata-rata 57,8 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas sebesar 668,3 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). EDY/EWI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.