Home Energy Kapal Tanker Minyak Berbendera Iran Disita Indonesia 

Kapal Tanker Minyak Berbendera Iran Disita Indonesia 

196
0

ENERGYWORLD.CO.ID – Indonesia telah menyita sebuah kapal tanker berbendera Iran, karena tuduhan menuduh transfer minyak secara ilegal, Reuters melaporkan, mengutip pernyataan penjaga pantai Indonesia.

Sesuai keterangan, kapal bernama MT Arman 114 itu mengangkut lebih dari 270.000 barel minyak mentah ringan dan akan memindahkannya ke kapal lain tanpa izin.

Dari oilprice.com : Transfer kapal-ke-kapal telah menjadi hal biasa sebagai cara bagi Iran untuk mengimpor minyak mentahnya ke pasar internasional untuk menghindari dampak sanksi AS.

Penjaga pantai Indonesia menangkap tindakan kapal tersebut, kata kunciannya, saat sedang mengangkut muatannya ke kapal berbendera Kamerun.

Kapal Iran juga diduga mematikan transpondernya, yang ilegal dan juga merupakan praktik umum di antara kapal-kapal yang terkena sanksi.

Telah terjadi gelombang penyitaan kapal tanker tahun ini, baik oleh Iran maupun oleh kekuatan Barat yang hadir di Teluk Persia. Penyitaan Indonesia menonjol di tengah kerumunan itu karena tampaknya tidak memiliki tujuan politik.

Antara April dan Mei, Iran menyita sebanyak tiga kapal tanker di Teluk di tengah meningkatnya ketegangan. Salah satunya membawa minyak mentah ke Chevron, yang lain, kata otoritas Iran, milik pemilik Iran tetapi secara ilegal disewakan kepada pemilik lain.

Amerika Serikat juga menyita sebuah kapal tanker Iran pada awal tahun ini—sebuah langkah yang oleh beberapa orang dianggap sebagai penyebab penyitaan kargo Chevron oleh Iran. Pada bulan Juni, FT melaporkan bahwa AS sedang bersiap untuk membongkar muatan kapal.

Penjaga pantai Indonesia menangkap tindakan kapal tersebut, kata kunciannya, saat sedang mengangkut muatannya ke kapal berbendera Kamerun.

Kapal Iran juga diduga mematikan transpondernya, yang ilegal dan juga merupakan praktik umum di antara kapal-kapal yang terkena sanksi.

Telah terjadi gelombang penyitaan kapal tanker tahun ini, baik oleh Iran maupun oleh kekuatan Barat yang hadir di Teluk Persia. Penyitaan Indonesia menonjol di tengah kerumunan itu karena tampaknya tidak memiliki tujuan politik.

Antara April dan Mei, Iran menyita sebanyak tiga kapal tanker di Teluk di tengah meningkatnya ketegangan. Salah satunya membawa minyak mentah ke Chevron, yang lain, kata otoritas Iran, milik pemilik Iran tetapi secara ilegal disewakan kepada pemilik lain.

Amerika Serikat juga menyita sebuah kapal tanker Iran pada awal tahun ini—sebuah langkah yang oleh beberapa orang dianggap sebagai penyebab penyitaan kargo Chevron oleh Iran. Pada bulan Juni, FT melaporkan bahwa AS sedang bersiap untuk membongkar muatan kapal.

Ini bukan pertama kalinya pasar energi global melihat pertengkaran antara Amerika Serikat dan Iran atas kapal tanker minyak yang disita. Pada 2019, Korps Pengawal Nasional Iran merebut kapal tanker minyak Inggris, Stena Impera, karena diduga melanggar hukum maritim. Pada tahun 2020, Iran merebut kapal tanker minyak berbendera Liberia di Selat Hormuz, meski melepaskannya. EDY/EWI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.