Home EBTKE PLTP Patuha Energi Panas Bumi jadi Harapan Energi Bersih Warga Bandung Selatan

PLTP Patuha Energi Panas Bumi jadi Harapan Energi Bersih Warga Bandung Selatan

223
0

Senilai Rp 1,2 Triliun, PLTP Patuha jadi Harapan Energi Bersih Warga Bandung Selatan: Surga Energi Panas Bumi (ebtke.esdm.go.id)

ENERGYWORLD.CO.ID – Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha Didirikan pada tahun 2014 yang dikelola oleh PT Geo Dipa Energi.

PLTP Patuha dikembangkan dengan investasi sebesar Rp 1,2 Triliun. PLTP Patuha dinyatakan mampu melistriki sebanyak 60 ribu rumah dan diyakini dapat menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 377 ribu ton CO2/tahun.

Proyek ini terletak di sekitar Gunung Patuha di Jawa Barat yang berada sekitar 40 km di sebelah selatan kota Bandung.

Tahun 2014 Geo Dipa Energi berhasil menyelesaikan pembangunan 1 unit PLTP di Patuha dengan kapasitas 60 MW.Total potensi energi panas bumi yang dihasilkan di sekitar area tersebut diperkirakan mencapai 400 MW.

Saat ini Geo Dipa Energi telah memformulasikan rencana pengembangan PLTP Patuha Unit 2 dan Unit 3 masing-masing dengan kapasitas 55 MW yang merupakan pengembangan Proyek Patuha Unit 1.

Selain memberi manfaat langsung dari segi kelistrikan, PLTP Patuha juga telah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung.

PLTP ini telah menyetor lebih dari Rp 11 Milyar kepada Pemda agar daerah penghasil panas bumi ini dapat merasakan langsung manfaat dari adanya Pembangkit Listrik berbasis energi terbarukan ini.

Selain panas bumi, masih banyak sumber energi terbarukan yang melimpah di Jawa Barat seperti angin, air hingga biomassa namun keberadaannya masih belum digunakan secara maksimal.

Saat ini Pemerintah terus menggenjot pengembangan energi bersih di berbagai wilayah di Indonesia dan bekerja sama dengan berbagai negara seperti Amerika dan China yang sudah lebih dulu mengembangkan energi ini.

Selain modernisasi teknologi dan pengetahuan yang diperlukan, investasi menjadi penting bagi keberhasilan pengembangan infrastruktur energi terbarukan di negara berkembang seperti Indonesia. EDY/EWI

sumber: geodipa.go.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.