Dealnya Investasi di Rempang Batam Saat Jokowi ke China

    387
    0

    ENERGYWORLD.CO.ID  – Terungkap yang tandatangani investasi China di Rempang itu adalah Jokowi,dilansir dari Batam News Sabtu(9/9) ternyata proyek di Rempang ditandatagani Joko i saat berkunjung ke China pada 28 Juli lalu.

    MOU itu telah ditandatangani antara PT Elok Graha Indonesia dan Xinyi Goup.
    <span;>Hal ini diungkapkan Menteri Investasi Bahlil Lahadia. “Hari ini saya mendampingi bapak Presiden Joko Widodo dalam melakukan pertemuan dengan beberapa CEO ternama China. Kita juga hari ini melakukan penandatanganan MOU,” ungkapnya di kutipan (9/9).

    Dalam pertemuan itu juga Bahil jelaskan sekaligus perjanjian kerjasama Indonesia-China soal ekosistem hilirisasi di kawasan tambang Renpang-Batam yang telan investasi fantastik yakni +- $11.7 triliun.

    Untuk di kawasan Asean, Xinyi tercatat telah memperlebar sayapnya di kawasan Malaka dan Malaysia.

    Dikutip dari bisnis.com, untuk melacak ekspansinya di Indonesia, Xinyi tercatat telah memulai operasinya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE. Xinyi membeli lahan pada kawasan tersebut dari PT BKMS.

    Dalam kerja sama yang dibangun pada tahun lalu itu, Xinyi juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan BKMS untuk menyediakan berbagai utilitas termasuk listrik, air, gas alam, pengolahan limbah, fasilitas telekomunikasi, internet, serta infrastruktur dan fasilitas lainnya untuk mendukung pembangunan dan pengoperasian fasilitas produksi kaca KEK JIIPE.

    Selain itu, Xinyi telah menandatangani MOU dengan PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) yang mengoperasikan fasilitas pelabuhan laut dalam di KEK JIIPE untuk fasilitas pelabuhan dan terminal berkualitas tinggi yang dibutuhkan oleh fasilitas produksi kaca Xinyi.

    Pada bulan lalu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut tengah mempercepat masuknya investasi dari perusahaan asal China di Pulau Rempang.

    “Kita tadi membahas pemantapan percepatan masuknya investasi industri kaca dan solar panel asal Negara China Xinyi Group, yang akan membangun fasilitas hilirisasi pasir kuarsa atau pasir silika di Kawasan Rempang Eco City di Batam,” kata Bahlil dalam siaran pers Pemprov Kepri yang dikutip, Senin (11/9/2023).

    Terkait dengan rencana investasi perusahaan asal China tersebut, dirinya belum lama ini juga telah berkunjung langsung ke fasilitas produksi Xinyi Group di Wuhu, China.

    “Bila ini segera terwujud, maka kehadiran perusahaan asal China ini menjadi yang terbesar di Indonesia,” ungkapnya.

    Bahlil menuturkan hadirnya investasi baru inipun, bagian dari komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus mendorong hilirisasi di berbagai sektor industri. EDY/EWI

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.