Home AMDAL WAWANCARA EKSKLUSIF DENGAN DR.IR. MEMET HAKIM MM, FOUNDER “METODA PRODUCTION FORCE...

WAWANCARA EKSKLUSIF DENGAN DR.IR. MEMET HAKIM MM, FOUNDER “METODA PRODUCTION FORCE MANAGEMENT” PADA TANAMAN KELAPA SAWIT

494
0
Dr Memet Hakim, Pakar Sawit
WAWANCARA EKSKLUSIF DENGAN DR.IR. MEMET HAKIM MM, FOUNDER “METODA PRODUCTION FORCE MANAGEMENT” PADA TANAMAN KELAPA SAWIT
Pakar senior perkebunan, Dr. Memet Hakim, mengungkapkan bahwa saat ini perlu metoda production force untuk kelapa sawit. Ketua Dewan Pakar BUMN Care ini juga menilai walau saat ini situasi ekonomi global dinilai masih sedang tidak kondusif.
Dr. Memet mengungkap bahwa ia punya konsep SOLVED THE PROBLEM AND MAKING PROFIT rumusan yang merupakan pertama di Indonesia dan di dunia, dan inilah yang dijadikan dia akan memberikan solusi bagi sektor perkebunan kelapa sawit di tanah air. Kita adalah tahu bahwa perintah terus mendorong Industri berkelanjutan. Dan Sawit Indonesia punya peranan penting untuk perekonomian Indonesia dengan kinerja perdagangan kelapa sawit yang terus harus meningkat. Berikut adalah petikan wawancara eksklusif  dengan pakar Sawit  Memet Hakim dari Universitas Padjadjaran Bandung ini  dengan Aendra Medita  yang secara detail di paparkan sampai sejumlah solusinya. Selamat menyimak:
Tolong ceritakan Sejarah metoda production force padatanam kelapa sawit? 
Saat saya ditugaskan menjadi Administratur di Perkebunan Kelapa Sawit Bekri, PTPN VII tahun 1984-1989, kebun dibangun mulai tahun 1917 dan pabriknya dibangun 1925. Kebun ini luasnya sekitar 4.600 ha, mayoritas telah berumur tua diatas 15 tahun, bahkan masih ada jenis Dura beberapa ratus ha dan kebun ini adalah surganya penyakit Ganoderma. Saat itu produktivitasnya sangat rendah yakni hanya 13-14 ton saja, dibeberapa satu afdeling hanya sekitar 10-11 ton saja. Kondisinya sering becek dan jika kekeringan tanahnya menjadi sangat keras, lokasinya jarang dikontrol karena agak dipinggiran. Dari situlah upaya peningkatan dimulai. Bekri terletak di Lampung Tengah, dimana iklim kelaraunya sangat tegas. Water deficit pada kemarau panjang dapat mencapai 500 mm, artinya produktivitas dapat berkutang sampai 60 – 70 % karena memang kekurangan air. Hal ini justru menjadi tantangan tersendiri, dicoba berbagai cara sampai diakhir tahun ke-5 produktivitas menjadi menjadi 20 ton/ha. Uji coba di lapangan ini dilakukakan tertutup, karena jika terbuka tidak akan diijinkan.
Inilah latar belakang penemuan metoda PFM ini. Allah SWT memberikan jalan dalam memperbaiki produktivitas tanaman ini dengan memperlihatkan sifat-sifat kelapa sawit yang jarang diperhatikan orang, khususnya para peneliti. Jika diperhatikan pohon kelapa sawit ini mempunyai karakteristik tertentu, sesuai dengn sifat genetiknya.
Salah satu petani Sawit/ist
Tanaman yang berasal dari persilangan (hibrida) memiliki sifat yang sangat responsif terhadap pemupukan. Pada tanaman yang diserang Ganoderma, selalu muncul akar baru, artinya tanaman kelapa sawit ini “melawan” serangan Ganoderma dengan mempoduksi akar baru supaya tanaman ini bisa tetap hidup. Itulah sebabnya jika pertambahan akar tumbh lebih banyak daripada akar yang mati akibat serangan Ganoderma, selama itu tanaman akan tetap tum buh dan produktif. Akar kelapa sawit ternyata sulit tumbuh pada lingkungan yang becek, kemudian pada tanaman kelapa sawit berumur diatas 10 tahun biasanya akar tumbuh di sekitar pangkal batang.
Ini pertanda bahwa tanaman memerlukan akar tambahan untuk mengambil hara dari dalam tanah. Indikasi ini jarang diperhatikan, tapi justru sangat bermanfaat jika dirawat dengan baik. Kanopi sebagai bagian dari tanaman yang memproses fotosintat, dari pengamatan di lapangan ternyata apabila terlalu banyak atau terlalu sedikit perlepah dipertahankan, produktivitasnya akan menurun. Jadi mempertahankan jumlah pelepah sesuai norma yang ada itu sudah cukup baik. Rekomendasi pemupukan merupakan hal yang penting didalam meningkatkan produktivitas. Cara yang umum digunakan adalah menginterpretasikan hasil Analisa daun dan realisasi produksi 2-3 tahun terakhir yang ternyata tidak tepat dan tidak akan meningkatkan produktivitas. Rutinitas di dalam bekerja inilah yang membuat para agronom dan planter merasa sudah dijalan yang tepat. Cara yang lebih tepat adalah dengan menginterpretasikan hasil analisa daun, inspeksi lapangan dan tingkat produktivitas yang ingin kita capai.  Dikemudian hari mantan Asisten Kepala Pabrik di Bekri berkesempatan menjadi Administratur di kebun tersebut. Ybs sering bertanya maklum latar belakangnya adalah Insinyur Mesin. Uji coba dalam skala lapangan sebenearnya dilakukan olehnya sampai seluas 2 2.000 ha (hampir 50 % dari total luas keseluruhan). Hasilnya dalam 3 tahun sangat signifikan dari selitar 16-17 ton meningkat menjadi 24 ton/ha. Seandainya dilakukan pada keseluruhan areal tentu produktivitasnya akan menjadi diatas 30 ton tbs/ha.
Metoda inipun dilakukan tidak terbuka karena tentu tidak akan memperoleh ijin dari atasan. Barulah setelah berhasil produksinya meningkat pihak Direksi merasa senang, akan tetapi anehnya Bagian Tanaman kurang menduikung keberhasilan ini. Ada penyakit hati, yang membuat produktivitas tanaman kelapa sawit di Perusahaan ini kembali melorot. Keunggulan system ini adalah, pemupukan tambahan (jika diperlukan) diberikan setelah produktivitas naik, sehingga praktis cash flow tidak tergganggu.
Pertanyaan Bagaimana sih metoda PFM ini mulai digagas ?
Awal gagasan ini saat tahun 1984-1985 waktu menghadapai kasus rendahnya produktivitas tanaman kelapa sawit dan menghadapat musim kemarau Panjang. Akan tetapi metoda ini mulai disusun setelah melihat hasil diatas dan dilakukan pada tahun 2006 saat menerbitkan buku “Buku Kelapa Sawit, Teknis Agronomis dan Manajemennya, 2007” yang diterbitkan oleh APPI (Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia) dan didaftarkan di Kementerian Hukum & Hak Azazi Manusia Republik, No COO201503008 Indonesia pada 9 Oktober 2015. Metoda ini juga telah dijadikan topik riset Program Studi S3 di Universitas Padjadjaran untuk memperkuat teori dalam metoda PFM. Metoda PFM (Production Force Management) on Oil Palm ini telah ikut dibahas di Plantation Management Conference di Kuala Lumpur , KL, 4-5 Desember, 2013
Apa Prinsip yang dianut PFM ini?
Perkebunan kelapa sawit adalah industry biologis Prinsip metoda ini adalah merawat akar dan kanopi sebaik-baiknya, jadi diperlukan paradigma baru dalam merawat tanaman kelapa sawit ini. Memang di dalam prakteknya banyak yang berubah, misalnya saja cara dan frekuensi pemupukan, ada pembuatan parit aerasi/penampungan air, penempatan pelepah yang dipotong. dll. Yng diperhatikan lebih jauh adalah yang berada di dalam permukaan akar dan daunnya. Bagaimana absorpsi larutan hara dapat dilakukan sebaik baiknya dan daun dapat menghasilkan foto sintat yang sebesar besarnya, itulah prinsip dasar metoda ini.
Di dalam menentukan produksi tolok ukurnya adalah 3 tahun kedepan bukan 3 tahun kebelakang, demikian pula di dalam menentukan dosis pemupukan. Hasil Analisa daun yang sama tetapi dosis rekomendasinya yang berbeda. Semuanya dilakukan dengan cara pandang baru agar produktivitas kelapa sawit dapat meningkat mendekati produktivitas skala penelitian.
Yang menarik bagi owner dan manajemen adalah biaya/ha relatif sama dengan perawatan biasa, tetapi Rp/kg TBS dan CPO menukik tajam, akhirnya laba bertambah besar. Biaya yang meningkat adalah biaya panen, angkutan dan perawatan jalan, akibat bertambahnya produksi yang diangkut. Prinsip bagi hasil keuntungan juga merupakan salah satu jaminan keberhasilan. Maksudnya adalah premi khusus kepada manajemen dan karyawan yang telah membantu sehingga peningkatan 3 produksi ini dapat dicapai. Premi khusus ini diambil dari selisih laba yang dicapai, jadi tambahan laba yang diperoleh bisa dirasakan juga oleh manajemen dan karyawannya.
Open photo
              Skema paradigma baru dan prinsip metoda Production Force Management
Pertanyaan Berapa banyak produksi dapat ditingkatkan jika menggunakan metoda PFM
Metoda ini memang tidak biasa dan hasilnya juga tidak biasa, Kenaikan produktivitasnya mulai dari 30 % sampai diatas 100 %. Tanaman tua yang berumur diatas 20 tahun pun masih dapat ditingkatkan, selama masih dirawat sampai diatas 50 %. Memang sulit dipercaya, tapi jika Allah SWT memberikan fasilitas seperti ini kenapa tidak digunakan. Diatas telah dijelaskan bahwa metoda ini memanfaatkan sifat2 istimewa dari tamaman kelapa sawit yang banyak tidak diketahui banyak orang.
Pertanyaan Berapa besar tambahan keuntungan di Bidang Tanaman, Pengolahan dan Laba Usaha secara Keseluruhan
Jumlah laba tentunya tergantung dari produksi dan luasan. Misalnya ada perkebunan kelapa sawit luasnya 10.000 ha seluruhnya sudah memasuki usia Produktif, perhitungan sbb : Luas Tanaman Produktif : 10.000 ha (Dikelola dengan baik, dengan 1 PKS 30 ton/jam) Produktivitas saat ini : 15 ton/ha/tahun → 150.000 ton TBS/tahun Rendemen CPO + PKO : 28 % → Produksi M. Sawit : 28% x 150.000 ton = 42.000 ton
Open photo
Perhitungan Tambahan Laba Kotor 
Apabila produksi naik 33% saja, laba Kotor naik sebesar 55 %, apabila produksi naik 67 %, maka laba kotor akan meningkat sebesar 110 % dan jika produksi naik sebesar 100 % maka laba kotor New paradigm Under soil management Canopy Management Rezosfer Management Soil environment Available of nutrient Roots Management Akar aktif Penyediaan hara daun Luas daun Populasi Fotosintat Akar Daun Batang Mikroorganisme e.g Mikoriza, Azotobakter Light Intensity Buah 4 akan bertambah menjadi 164 %. Jika kita berpikiran menggunakan paradigma lama, tentu perhitungan ini dianggap mustahil.
Pertanyaan Apakah metoda ini tidak berbahaya bagi tanaman dan lingkungan ?
Sama sekali tidak, bahkan dapat mencegah erosi lebih baik, memanen air hujan lebih baik dan menyimpan bahan organik ditempat yang mudah lapuk. Di lapangan disiapkan rorak-rorak yang merupakan salah satu upaya menjaga lingkungan.
Pertanyaan Apa hambatan terbesar dalam penerimaan metoda ini di lapangan?
Ada hambatan psychologis, yakni kekuatiran dari Board of Director dan yang terkait produksi tanaman, jika menggunakan metoda ini mereka takut kehilangan pamor di mata pemegang sahamnya. Ada jiga kekuatiran akan kehilangan jabatan jika metoda ini diterapkan, seolah yang telah dikerjakan selama ini menjadi seolah tidak berarti. Tentu saja kekuatiran diatas tidak beralasan dan sangat keliru. Justru yang ada dengan bertambahnya pemasukan ke Perusahaan bertambah juga kemakmuran pada karyawannya. Akan tetapi ada juga yang melihat nominal uangnya yang harus dibayarkan pada konsultan dalam bilangan tahun menjadi besar. Sayangnya mereka tidak menghitung berapa uang yang masuk ke perusahaan dan menjadi keuntungan Perusahaan.
Hambatan teknis di lapangan praktis tidak ada, apalagi jika dari pemegang saham, BoD sampai jajaran pelaksana telah sepakat ini menghasilkan laba lebih tinggi.
Pertanyaan Mengapa metoda PFM sulit diterima oleh kalangan Board of Director Perusahaan atau Balai Penelitian?
Ini masalah gengsi atau masalah pamor, para peneliti kuatir jika metoda ini menenggelamkan namanya yang sudah berkibar di dunia perkelapa sawitan, begitunya direktur produksi memiliki kekuatiran yang sama. Padahal jika kita siap menerima perubahan dan memperoleh wawasan baru tentu akan selalu memimpin yang lainnya. Kebetulan yang menyusun metode ini seorang praktisi perkebunan yang melanjutkan studinya setelah selesai masa pengabdian, jadi memang bukan seorang peneliti.
Hak Cipta metoda ini mendapatkan perlindungan selama 50 tahun, di daftarkan melalui Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran bulan Oktober 2015 (12 tahun setelah pensiun). Jika seluruh kebun sawit menggunakan metoda ini, produksi nasional minyak sawit Indonesia akan meningkat dari 54-55 juta ton menjadi 75-80 juta ton tanpa ada penambahan areal lagi. Program bio diesel dan kebutuhan dalam negeri seperti minyak goreng, oleo chemical akan terpenuhi seraya tidak mengganggu kebutuhan ekspor.
Pertanyaan Apa untungnya menggunakan metoda ini bagi pemilik Usaha Kebun Kelapa Sawit & Pelaksana di lapangan ?
Keuntungan bagi Owner : Laba usaha meningkat, Divident lebih besar, harga saham terdongkrak. Keuntungan Bord of Director : Cash Flow bertambah baik, Premi atau insentif bertambah tinggi. Keuntungan bagi level Manager : Premi atau insentif lebih baik. Keuntungan bagi Karyawan Pelaksana : Pendapatan bertambah.
Keseluruhannya dapat dikatakan kesejahteraan owner, BoD, Manager dan Karyawan Pelaksana bertambah baik. Pengaturan pemberitan tambahan premia atau insentif ini diperlukan untuk tetap menjaga kontinuitas produksi pada level yang lebih baik.
Pertanyaan Dari segi Biaya apakah metoda ini memerlukan tambahan Biaya yang besar?
Pada tahun pertama jika anggaran perawatan kebunnya mencukupi tidak perlu ada tambahan lagi, tetapi diperlukan pergeseran anggaran. Pada perkebunan yang tingkat anggaran perawatannya kurang, tentu diperlukan tambahan biaya, tapi itupun tidak besar, karena ada beberapa pos yang dapat digunakan.
Pada tahun kedua, telah ada kenaikan produksi walau sedikit, selisih kenaikan produksi ini akan digunakan untuk menambah pembelian pupuk jika diperlukan (belum tentu ditambah) Pada tahun ketiga , pertambahan produksi lebih tinggi lagi. Separuh dari selisih tambahan pendapatan dapat digunakan untk persiapan pembelian tambahan pupuk dan premi di level Manager. Separuhnya lagi untuk menambah laba usaha.
Pada tahun keempat anggaran sudah dapat dibuat normal, laba usaha sudah meningkat, tambahan premi atau insentif buat BoD, Manager dan Karyawan dapat diberikan.
Berapakan biaya yang diperlukan untuk konsultan?
Biayanya sungguh sangat kecil, jika dibanding dengan keuntungan yang akan diperoleh. Kontrak minimal 5 tahun untuk menjaga agar produksi tetap stabil. Perusahaan hanya membayar beberapa konsultan yang disiapkan oleh konsultan, jumlahnya tergantung luasan kebun kelapa sawitnya. Kosultan mendapatkan premi sebesar 10 % dari selisih peningkatan produksi, pada setiap akhir tahun, sejak tahun pertama.
Konsultan akan memberikan Rekomendasi Pemupukan yang khusus dibuat untuk mendukung metoda PFM ini, dengan pembayaran tersendiri. Konsultan diberikan akses sebesar-besarnya untuk mendapatkan informasi dan laporan tentang produksi dan biaya usaha.
Jika diperlukan untuk meningkatkan kembali produksinya ke level yang lebih tinggi, konsultan tentu akan siap membantu.
Siapakah yang boleh menggunakan metoda ini?
Jawaban Siapa saja yang mau menggunakannya, tentu akan dibantu sampai berhasil, tetapi areal tanaman kelapa sawitnya diharapkan minimal 5.000 ha. Petani individual praktis sulit 6 melaksanakan, akan tetapi petani di dalam kelompok seperti Plasma, Asosiasi, Perhimpunan dapat menggunakannya. Petani mandiri juga jika di dalam kelompok dapat memanfaatkan metoda ini. Perusahaan perkebunan paling mudah menggunakannya.
Nah untuk  semua yang pemilik Sawit nampaknya harus segera melakukan metoda ini jika kingin peningkatan optimal dan dapat keuntungan dlama bisnis besar ini.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.