Home Energy Galakkan Energi Terbarukan, ITS – UGM Bahas Kelistrikan Nasional

Galakkan Energi Terbarukan, ITS – UGM Bahas Kelistrikan Nasional

120
0

ENERGYWORLD.CO.ID – Mendukung transisi energi terbarukan, Pusat Penelitian Energi Berkelanjutan (Puslit EB) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkolaborasi dengan Engineering Research and Innovation Center (ERIC) Universitas Gadjah Mada (UGM). Hal tersebut dibuktikan dengan seminar pengembangan potensi industri kelistrikkan nasional yang sehat dan berkelanjutan.

Dikutip dari ITS News, Kepala Puslit EB ITS, Prof Dr Ir Tri Widjaja MEng menjelaskan, kenaikan karbon akibat konsumsi listrik yang tidak mengedepankan energi baru terbarukan (EBT) menjadi masalah utama di Indonesia. “Oleh karena itu, seminar ini diadakan sebagai wujud dari peran ITS dan UGM untuk membantu menuntaskan masalah ini,” terangnya.

Ia mengungkapkan bahwa acara ini dipersiapkan untuk menjadi media publikasi hasil pemikiran strategis dari pemerintah terkait yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). “Hasil diskusi nanti akan dibukukan dengan judul Perspektif Akademik Menuju Industri Ketenagalistrikan yang Sehat untuk Mendukung Transisi Energi ,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa untuk mendukung agar industri kelistrikan nasional dapat terus bertumbuh dan sehat, diperlukan berbagai instrumen atau indikator sebagai acuan. Indikator tersebut seperti, industri kelistrikan harus mampu melayani semua tipe pelanggan dengan harga yang wajar dan merata.

Menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung transisi energi, Executive Vice President Divisi energi baru terbarukan (EBT) PT PLN, Cita Dewi memberkan tiga langkah heroik yang telah dilakukan PLN untuk mengatasi hal ini. Antara lain, dekarbonisasi pembangkit listrik berbahan bakar fosil, peningkatan kapasitas pembangkit EBT, dan penyediaan ekosistem yang baik bagi kendaraan bertenaga listrik di seluruh Indonesia.

Melalui berbagai usaha tersebut, nyatanya, PLN telah berhasil mereduksi jumlah total karbon yang dihasilkan hingga 3,7 miliar ton karbon. Meskipun demikian, PLN juga berjanji untuk berkomitmen memaksimalkan penggunaan EBT demi transisi energi. “Jangan lupa, kami juga akan menerima masukan-masukan dari para akademisi sebagai bahan evaluasi ke depan,” penutupnya. EWI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.