Home Energy Pemerintah Kembangkan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik

Pemerintah Kembangkan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik

150
0

Penggunaan teknologi pengolah sampah ramah lingkungan sangat penting dan mendesak bagi daerah yang sudah darurat sampah dan memiliki TPA yang sudah melebihi kapasitas.

ENERGYWORLD  – Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Ad-Interim Erick Thohir, penyempurnaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Ke depan, memungkinkan adanya pilihan teknologi selain PSEL/PLTSa dan lokasi lain di luar 12 lokasi yang telah ditetapkan antara Kemenko Marves bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Dalam waktu 3 bulan terakhir ini sedikitnya ada 30 TPA yang terbakar, terutama dipicu oleh udara panas dan kering sebagai dampak El Nino. Penggunaan teknologi pengolah sampah ramah lingkungan sangat penting dan mendesak bagi daerah yang sudah darurat sampah dan memiliki TPA yang sudah melebihi kapasitas Oleh karena itu, sangat diharapkan dukungan yang kuat dari Tim Koordinasi Nasional yang melibatkan 14 K/L antara lain Kementerian ESDM, Kementerian PUPR, Kementerian Investasi,” ujar Erick Thohir pada Rapat Koordinasi Tingkat Menteri dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Progres dan Capaian serta Kendala dalam pelaksanaan 6 Kelompok Pembangunan Triwulan III Tahun 2023, Jakarta, Senin (30/10) di Kementerian ESDM.

Rapat yang melibatkan 7 Kementerian tersebut membahas berbagai kemajuan pembangunan yang dilaksakanan di masing-masing Kementerian.

Menko Marves Ad-Interim Erick Thohir bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjelaskan 2 (dua) fokus utama yang menjadi agenda pembahasan, yaitu satuan tugas (satgas) sawit dan perdagangan karbon.

Ada dua yang terkait menjadi fokus pembahasan, pertama pembahasan percepatan satgas sawit yang nanti tanggal 2 November sudah berlaku. Tanggal 8 November hasilnya akan dipresentasikan untuk COP Ke-28 di Uni Emirat Arab (UEA) mendatang. Agenda selanjutnya adalah agenda mengenai karbon dan yang lainnya hanya review saja,” jelas Erick.

Menteri ESDM Menteri BUMN terkait kemajuan Proyek pembangunan Strategis Nasional yang ada di Kementerian di bawah koordinasi Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi antara lain yang berkaitan dengan IKU Strategis Nasional, Proyek Strategis Nasional hingga Triwulan III Tahun 2023 termasuk pembangunan pabrik pemurnian (smelter).

Hingga triwulan ke III, untuk progres smelter saat ini yang sudah mencapai 100% ada 5 smelter, yaitu PT Weda Bay Nikel, PT Aneka Tambang Kolaka, PT Wanatiara Persada, PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara dan PT Vale Indonesia. Sedangkan yang progresnya mencapai 50%-99% sebanyak 9 smelter dan di bawah 50% ada 2 smelter,”ungkap Arifin.

Arifin juga melaporkan terkait pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang dan Dumai-Sei Mangkei yang sudah memasuki tahap ke III, pembangunan sistem ketenagalistrikan di wilayah Sumatera, Jawa-Madura-Bali, Kalimantan dan Sulawesi dan program Capaian konversi motor BBM ke listrik.

Hadir langsung pada rapat tersebut, antara lain Menko Marves Ad-Interim Erik Tohir, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Pariswisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Adapula Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut, Kementerian Keuangan diwakilkan SAM Bidang Pengeluaran Negara, Sekretaris Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan (PEPP) Bappenas. EDY/EWINDO

Sumber: ESDM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.