Home Energy LNG CERI: Kalau Ahok Ditanya Kerugian Negara Impor LNG, Pasti Jawabannya Sudah Untung...

CERI: Kalau Ahok Ditanya Kerugian Negara Impor LNG, Pasti Jawabannya Sudah Untung Besar Pertamina

36
0

 ENERGYWORLD – Direktur Eksekutif Center of Energy Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman mengisyaratkan jawaban Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini disampaikan Yusri saat dihubungi wartawan Rabu (8/11) yang menanyakan beranikah Ahok memberikan jawaban sebenarnya jika KPK menanyakan apakah Pertamina mengalami kerugian negara dalam pengadaan LNG dari Corpus Christi Liquefaction (CCL).

Yusri mengatakan yakin Ahok berani berkata jujur, pasti Ahok akan menjawabnya bahwa sampai saat ini Pertamina sudah untung besar. Sebab Ahok sebelum ke KPK sudah pasti mengecek ke Direksi Pertamina bagaimana status transaksi dan realisasi keuntungan LNG CCL hingga akhir Oktober 2023.

“Jika Ahok menggunakan data terbaru yakni Oktober 2023, tentunya realisasi keuntungan Pertamina sudah mencapai USD 89,54 atau setara dengan sekitar Rp1,4 triliun,” ujar Yusri saat dihubungi wartawan, Rabu (8/11).

Apalagi kata Yusri besaran keuntungan ini sesuai yang diungkapkan saksi fakta dari SVP Downstream, Power, Gas & NRE PT Pertamina (Persero), Aris Mulya Azof saat dokumentasi di sidang Praperadilan Karen Agustiawan.

Sehingga kata Yusri tidak ada lagi alasan KPK untuk mencari-cari kerugian besar keuangan negara lagi. Kecuali memang KPK sengaja hanya menggunakan laporan data sampai tahun 2021 saja, meskipun kontrak pembelian LNG dari CCL ini berlaku sampai tahun 2040.

Menurut Yusri, seluruh dunia di era pandemi covid 19 pada tahun 2020 hingga 2021 semua harga komoditi migas jeblok jauh dibawah batas psikologis yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Selain itu lanjut Yusri, Saksi ahli Auditor BPK pada saat sidang praperadilan Karen Agustiawan juga mengatakan besaran kerugian negara masih mengindikasikan, sehingga belum jelas dan nyata besaran angka kerugiannya.

Perlu diingat bahwa kontrak LNG CCL ini berlaku sampai tahun 2040. Jika dasar kerugian negara hanya diukur dari laporan pembukuan sampai tahun 2021 saja kemudian ada yang harus ditersangkakan, seharusnya keuntungan yang terjadi di tahun 2022-2023 ini diberikan dong diberikan kepada orang yang berhasil merencanakan kerjasama ini,” tegas Yusri.

sama diketahui Ahok Diperiksa KPK pada Selasa (7/11) di gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Dia menjalani pemeriksaan selama 6,5 ​​jam sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan terkait adanya kerugian negara dari pengadaan LNG tersebut.

Saksi juga mengkonfirmasi pengetahuannya terkait adanya dugaan kerugian keuangan negara dalam pengadaan tersebut, kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (8/11/2023). EWINDO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.