Home Dunia Apakah Kelaparan Warga Sipil Dimanfaatkan Israel Sebagai Senjata Perang?

Apakah Kelaparan Warga Sipil Dimanfaatkan Israel Sebagai Senjata Perang?

152
0

ENERGYWORLD – Palestina di Gaza hidup dalam kondisi seperti kelaparan karena kurangnya bantuan kemanusiaan.

PBB telah memperingatkan bahwa ratusan ribu orang di Gaza berada di ambang kelaparan.

Sekitar dua juta warga Palestina menghadapi kelaparan tingkat akut setelah banyak dari mereka kehilangan rumah dan mata pencaharian.

Orang-orang yang putus asa, tidak mampu memberi makan diri mereka sendiri atau anak-anak mereka, hidup dalam kondisi seperti kelaparan, beberapa diantaranya terpaksa memakan pakan ternak dan rumput liar untuk bertahan hidup.

Apakah pencekikan makanan, obat-obatan dan perlengkapan kemanusiaan lainnya digunakan sebagai hukuman kolektif oleh pemerintah Israel?

Krisis kemanusiaan di Gaza

Pasukan Israel menyerbu gedung utama Rumah Sakit Nasser di Gaza selatan, beberapa jam setelah tembakan Israel menewaskan seorang pasien dan melukai enam lainnya di dalam kompleks tersebut.

Ini adalah serangan terbaru Israel terhadap rumah sakit, di mana pasukan Israel mengklaim pejuang Hamas bermarkas di seluruh Jalur Gaza.

Penggerebekan di Rumah Sakit Nasser terjadi setelah pasukan mengepung fasilitas tersebut selama hampir seminggu. Ratusan staf, pasien dan pengungsi masih terjebak di dalam, berjuang di bawah api besar dan berkurangnya persediaan, termasuk makanan dan air.

Daniel Hagari, juru bicara militer Israel, mengatakan penggerebekan di Rumah Sakit Nasser telah menyebabkan penangkapan puluhan “teroris”.

Di rumah sakit, kata dia, mereka menemukan senjata termasuk mortir dan granat milik orang yang mereka tangkap. Hagari mengatakan beberapa dari mereka yang ditahan, termasuk seorang sopir ambulans, terlibat dalam serangan 7 Oktober di Israel.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) telah membagikan rekaman yang menunjukkan kehancuran di Kota Gaza akibat perang Israel melawan Hamas, dan mengatakan bahwa 70 persen infrastruktur sipil telah hancur atau rusak parah. EDY

sumber: aljazeera.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.