Home Event Praktisi Perminyakan Sebut Kerugian PT BSP Rp10 M per Hari Akibat Kebocoran...

Praktisi Perminyakan Sebut Kerugian PT BSP Rp10 M per Hari Akibat Kebocoran Pipa sejak 2 Maret Lalu

44
0

Praktisi Perminyakan Sebut Kerugian PT BSP Rp10 M per Hari Akibat Kebocoran Pipa sejak 2 Maret Lalu

ENERGYWORLD.CO.ID – Praktisi perminyakan Nawasir Kadir berpikir, setiap harinya PT Bumi Siak Pusako (BPS) mengalami kerugian sebesar Rp10 miliar akibat terjadinya kebocoran hingga pecahnya pipa minyak perusahaan daerah tersebut di beberapa titik. 

Mirisnya, kejadian itu sudah berlangsung sejak 2 Maret 2024 dan akibat pipa pinya tersumbat, pengiriman minyak PT BSP terhenti dan pihak manajemen terpaksa mematikan sumur-2 produksi, di Zamrud dan Pedada. 

”Sedikitnya, 8.000 barel minyak mentah per hari tidak terkirim. Potensi kerugian ya, sekitar 10 miliar Rupiah per hari sejak tanggal 2 Maret 2024,” kata Nawasir Kadir, praktisi perminyakan dalam perbincangan dengan Gegas.co, Senin (6/5/2024).

Dia menyebutkan, pihak PT BSP sengaja menyembunyikan apa sebenarnya yang terjadi. Pihak manajemen takut mengetahui bahwa telah terjadi kesalahan prosedur operasi yang berakibat fatal. 

Mantan Direktur Utama (Dirut) PT BSP ini menilai manajemen yang sekarang bekerja sangat buruk, jauh dari profesional. 
”Mereka mematikan (shutdown, Red) listrik selama lebih dari 6 jam, karena katanya turbin akan diservis. Tetapi mereka tidak membuat perencanaan kerja yang baik, dianggap sebagai yang terbaik dan antisipasi. Sehingga akibat matinya listrik tersebut terutama pada proses operasi-produksi minyak, pembekuan minyak mentah,” terangnya.

Karena, imbuh Nawasir, sudah karakter minyak mentah atau minyak mentah di cekungan Sumatera Tengah, termasuk Blok CPP membeku kalau suhu rata-rata dibawah 50° Celcius. 

”Jadi agar tetap cair minyak mentah tersebut harus dijaga tetap panas yang cukup. Makanya dalam jaringan pipa ada Heater atau pemanas dan air panas agar minyak tidak membeku (mengental, Red),” ungkapnya.

Menurut Nawasir, ketika PT BSP men-shutdown arus listrik, Heater juga harus dipasang dengan baik. Sehingga suhu jaringan pipa tetap terjaga sesuai agar minyak tidak membeku. Yang terjadi justru Heater tidak bekerja, pipa menjadi dingin, sehingga minyak membeku. Berakibat minyak tdk mengalir pengiriman terhenti sama sekali. 

”Di beberapa tempat di jaringan pipa terjadi tekanan yang tinggi, sehingga pipa pecah atau bocor. Pipa tersumbat pengiriman minyak terhenti PT BSP terpaksa mematikan sumur-2 produksi, di Zamrud dan Pedada,’ tutupnya.

Terkait tentang pipa bocor atau pecah serta kerugian yang ditimbulkan, Gegas.co telah mengkonfirmasinya kepada Manager External Affair PT BSP, Riki Hariansyah.
Namun ketika itu, anak mantan Bupati Siak ini hanya menjawab singkat; ”Sdh tdk ada kebocoran pipa lg di bsp” 

Lalu saat ditanya berapa kerugian yang ditanggung PT BSP, Riki hanya diam seribu bahasa alias tidak membalas konfirmasi melalui pesan WA tersebut. * (Denny W)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.