Home Dunia Qatar Mengutuk Menteri Keamanan Israel yang akan Membangun Permukiman, Mencegah Masuknya Bantuan...

Qatar Mengutuk Menteri Keamanan Israel yang akan Membangun Permukiman, Mencegah Masuknya Bantuan ke Gaza

35
0

ENERGYWORLD.CO.ID – Qatar mengecam keras Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang mendorong untuk mulai membangun organisasi di Jalur Gaza yang terkepung dan mencegah masuknya bantuan kemanusiaan ke jutaan warga Palestina yang terjebak di daerah kantong tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kemarin, Kementerian Luar Negeri mengatakan pernyataan-pernyataan tercela ini jelas mencerminkan kebijakan Israel yang didasarkan pada perluasan pemukiman dan pengusiran paksaan rakyat Palestina, serta menggunakan makanan sebagai senjata dalam kerangka kejahatan mengerikan yang baru terjadi dan perang brutal terhadap Israel. Gaza., dilansir dari Middleeastmonitor.com, (18/5).

Kementerian tersebut memperingatkan bahwa Israel yang terus mengabaikan hukum internasional, khususnya hukum humaniter internasional, dan penerapan fait accompli pada akhirnya akan merusak prospek perdamaian yang diinginkan, terutama dengan perang yang sedang berlangsung di sektor ini dan berdampak pada kemanusiaan yang mengerikan.

Pernyataan tersebut menekankan perlunya komunitas internasional untuk segera menyelaraskan diri pada saat kritis ini untuk memastikan masuknya bantuan kemanusiaan secara aman dan berkelanjutan tanpa hambatan ke seluruh wilayah Jalur Gaza, untuk menghindari kekejaman dan kengerian lebih lanjut terhadap warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan.

Pada hari Selasa, Ben-Gvir bersama dengan para menteri sayap kanan menghadiri pawai dan unjuk rasa ultra-nasionalis di pemukiman Sderot, dekat Gaza.

Berbicara pada rapat umum tersebut, Ben-Gvir mentransmisikan “emigrasi sukarela” warga Palestina dari Gaza harus dipromosikan sementara Menteri Komunikasi Shlomo Karhi menyetujui bahwa pemukiman kembali di Gaza adalah satu-satunya cara untuk menjamin keamanan Israel.

Menurut laporan, penyelenggara unjuk rasa mengklaim bahwa sekitar 50.000 orang menghadiri pawai Hari Kemerdekaan yang dipromosikan di bawah bendera pembangunan pemukiman Yahudi di Gaza. Dari situ terdapat sekitar 15 pemukiman dan sekitar 8.500 orang. EDY/Ewindo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.