Home Dunia Pemotongan 1 Juta Barel per Hari tidak Mempengaruhi Ekspor Minyak Saudi Masih...

Pemotongan 1 Juta Barel per Hari tidak Mempengaruhi Ekspor Minyak Saudi Masih Tinggi dalam 9 Bulan

43
0
Pemotongan 1 Juta Barel per Hari tidak Mempengaruhi Ekspor Minyak Saudi Masih Tinggi dalam 9 Bulan

Produksi Kerajaan akan mencapai sekitar 9 juta barel per hari hingga akhir Juni, menurut Kementerian Energi. 

ENERGYWORLD.CO.ID – Ekspor minyak mentah Arab Saudi mencapai 6,41 juta barel per hari pada bulan Maret, menurut analisis Inisiatif Data Organisasi Gabungan.

Angka ini meningkat sebesar 96.000 barel per hari, atau 1,52 persen, dibandingkan bulan sebelumnya, yang merupakan angka tertinggi dalam sembilan bulan.

Selain itu, data menunjukkan bahwa produksi minyak mentah Kerajaan turun menjadi 8,97 juta barel per hari, menunjukkan penurunan bulanan sebesar 0,42 persen.

Hal ini dapat dikaitkan dengan pengurangan produksi minyak secara sukarela yang dilakukan oleh anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+. Arab Saudi pada bulan Maret mengumumkan perpanjangan pemotongan 1 juta barel per hari, yang awalnya diterapkan pada Juli 2023, hingga akhir kuartal kedua tahun 2024.

Kementerian Energi mengatakan produksi Kerajaan akan mencapai sekitar 9 juta barel per hari hingga akhir Juni.

Sementara itu, produksi minyak mentah kilang, yang mewakili volume olahan minyak mentah yang menghasilkan bensin, solar, bahan bakar jet, dan minyak pemanas, turun sebesar 4 persen dibandingkan bulan sebelumnya, mencapai 2,56 juta barel per hari, menurut data JODI, dikutip dari Arabnews (21/5).

Pembakaran langsung minyak mentah di Arab Saudi, yang melibatkan penggunaan minyak tanpa proses penyulingan substansial, menurun sebesar 53.000 barel per hari pada bulan Maret, mewakili penurunan 14,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Total pembakaran langsung pada bulan tersebut berjumlah 307.000 barel per hari.

Kementerian Energi bertujuan untuk meningkatkan kontribusi gas alam dan sumber terbarukan sebagai bagian dari tujuan Kerajaan untuk mencapai bauran energi yang optimal, sangat efisien, dan hemat biaya.

Hal ini mencakup penggantian bahan bakar cair dengan gas alam dan pengintegrasian energi terbarukan untuk mencakup sekitar 50 persen bauran energi produksi listrik pada tahun 2030.EDY/Ewindo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.