Home Kolom MINYAK SAWIT INDONESIA PRODUKTIVITASNYA MEMILUKAN

MINYAK SAWIT INDONESIA PRODUKTIVITASNYA MEMILUKAN

97
0

MINYAK SAWIT INDONESIA MEMILIKI PRODUKTIVITAS

 

Oleh : Memet Hakim.

Senior Agronomi Perkebunan

Dosen LB Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

 

          K ita harus berbangga hati melihat hasil kerja para ahli Bio kimia dari ITB yang berhasil membuat Bio diesel dan Biofuel yang secara ekonomis dapat dilaksanakan dilapangan, ini merupakan “langkah besar” industri hulir kelapa sawit dan merupakan jawaban terhadap dunia terutama pada Uni Eropa atas ajakan perang mereka. Minyak sawit (CPO & PKO) merupakan minyak nabati yang digunakan sebagai bahan kimia, industri makanan dan energi terbarukan.

Tetapi apakah kita boleh bangga pada posisi produksi dan luasan kebun kelapa sawit Indonesia yang berada pada peringkat pertama ? Rasanya tidak, karena faktanya “produktivitas TBS maupun minyak sawitnya sangat rendah” dibandingkan dengan potensi yang ada. Hal ini merupakan gambaran realitas kemampuan para ahli agronomi dan kemampuan atas kebijakan tentang kelapa sawit.

Para Pengelola, Agronomi dan Perkebunan perkebunan kelapa sawit inilah yang bertanggung jawab atas rendahnya produktivitas. Di dalam industri Perkebunan kelapa sawit ada 3 prioritas utama yakni 1. produksi, 2. produksi 3, produksi, karena yang akan dijual adalah produksinya. Setelah itu selanjutnya baru yang lain. Bayangkan rerata Nasionalnya hanya 32 % dibandingkan terhadap potensi tanaman, memilukan bukan ?

Tabel 1. Rerata Produktivitas Nasional TBS 2020-2023 terhadap Potensi Produksi TBS

TahunPRPBNPBSJUMLAH
Rerata MS/ha2.5594.1073.4432.847
Rata-rata TBS/ha*12.8017.8615.6512.94
Potensi TBS/ha40404040
% thd Potensi32%45%39%32%

Catatan : Jika menggunakan OER CPO dan PKO angkanya akan lebih kecil lagi.

Data Tabel 1 ini menunjukkan bahwa pengelolaan kebun kelapa sawit di Indonesia belum sepenuhnya mumpuni. Asosiasi Perkebunan Rakyat sebenarnya dapat memainkan peran penting dalam pelaksanaan teknis dilapangan, pembuatan rekomendasi pemupukan, penyiapan pupuk, dll., agar produktivitasnya lebih baik. Perkebunan Besar Swasta baru 39 % dari potensinya, perlu memilah-milah Perkebunan yang baik, sedang dan kurang baik, sehingga pelatihannya lebih fokus. Perkebunan negara juga baru mencapai 45 % dari potensi tanaman, masih dapat ditingkatkan lagi.

Luas tanaman pada tahun 2023 tercatat 16.833.885 ha termasuk 1.530.517 ha yang masih bermasalah status lahannya. Tahun 2024 diprediksi menjadi 17 juta ha. Perkebunan Rakyat sebesar 37,43%, Perkebunan Besar milik BUMN 3,45% dan Perkebunan Besar milik Swasta 58,85%. PBS memiliki lahan paling luas sedangkan PBN paling kecil.

Produksi Nasional minyak sawit reratanya 2020-2023 adalah 46,169,911 juta ton. Gapki memprediksi produksi sawit pada tahun ini akan naik 4,87% secara tahunan menjadi 53,8 juta ton, tetapi GAPKI lupa bahwa tahun 2023 ada kemarau panjang yang mau tidak mau pengaruhnya sampai tahun 2024. Kenaikkan produksi dapat terjadi karena ada re-planting yang telah dimulai sejak tahun 2006, tentu yang telah mencapai umur diatas 3 tahun telah menghasilkan produksi.

Tabel 2. Luas Perkebunan Kelapa Sawit dan Produksinya 2020-2023

TAHUNLuas Kebun (Ha)Produksi Minyak Sawit (Ton)
PRPBNPBSLADJUMLAHPRPBNPBSJUMLAH
20206,044,058565,2417,977,298014,586,59715,495,4272,310,61227,935,80745,741,846
20216,029,749550,3338,041,6092,212,29516,833,98615,503,8402,256,15427,361,50645,121,500
20226,159,333559,3708,266,7801,848,50116,833,98415,519,2342,217,12227,844,53645,580,892
20236,300,426573,6138,429,3291,530,51716,833,88516,273,1702,454,38429,507,85148,235,405
Av.6,133,392562,1398,178,7541,397,82816,272,11315,697,9182,309,56828,162,42546,169,911

Sumber : Ditjenbun, Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2021-2023

 

Produktivitas kelapa sawit baik minyaknya atau Tandan Buah Segarnya tampak masih sangat rendah, misalnya Perkebunan Rakyat hanya 2,5 ton minyak sawit /ha/tahunnya atau sekita 13 ton tbs/hanya. Perkebunan Swasta hanya 3.4 ton minyak sawit/hanya atau hanya 16 ton tbs/ha. Perkebunan Besar milik BUMN agak lumayan mencapai 4.1 ton minyak sawit/hanya atau sekitar 18 ton tbs/ha. BEPnya dengan harga sekarang hampir Rp 3000/Kg di sekitar 7-8 ton TBS. Lengkapnya dapat dilihat di table 3, dibawah ini.

Tabel 3. Perkembangan Produktivitas Minyak dan TBS Kelapa sawit 2020-2023

TAHUNProtas (Ton  Minyak Sawit/Ha)Protas (Ton  TBS/Ha)
PRPBNPBSJUMLAHPRPBNPBSJUMLAH
20202.5644.0883.5023.13612.8217.7715.9214.25
20212.5714.1003.4022.68012.8617.8215.4712.18
20222.5203.9643.3682.70812.6017.2315.3112.31
20232.5834.2793.5012.86512.9118.6015.9113.02
Av.2.5594.1073.4432.84712.8017.8615.6512.94

Catatan : Asumsi OER PR 20%, PBN 23 % dan PBS 22%

Semakin besar produksinya, semakin besar pula laba usaha taninya, tetapi terlihat belum banyak yang ingin mendapatkan produktivitas tinggi. Biasanya terjebak dalam parameter biaya/ha bukan biaya/kg. Umumnya pertimbangan bisnis ini dikalahkan oleh pertimbangan finansial.

Peluang untuk mendongkrak produksi kelapa sawit sebenarnya sangat terbuka yakni.

  1. Melakukan replanting dengan menggunakan bibit unggul (sedang dilaksanakan di Perkebunan Rakyat dengan bantuan pendanaan dari BPDPKS, tetapi belum terdengar di Perkebunan Besar)
  2. Menanami seluruh land bank berijin yang belum diusahakan (belum dilaksanakan dan belum ada programnya). Kegiatan ini dimungkinkan dengan adanya Permen tentang  batasan waktu. Kebun bermasalah yang terletak dikawasan hutan telah ada UUCK  No11/2O2O tentang Cipta Kerja  dan PP  No 24/ 2021  Tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif dan Penerimaan Negara Bukan Pajak di Bidang Kehutanan.
  3. Mengalihkan seluruh perkebunan terlantar akibat berbagai hal dan tidak dapat melakukan kewajibannya ke bank agar mengalihkan kepemilikannya ke PTPN yang telah terbukti dapat menghasilkan produktivitasnya tertinggi. Perlu keterlibatan Menteri BUMN dan Pihak Perbankan untuk merealisasikannya). Hal ini dimungkinkan dengan adanya permen Bersama dari Menteri BUMN, Pertanian.
  4. Menggunakan teknologi manajemen tenaga produksi yang berlandaskan Manajemen Akar dan Kanopi yang terbukti dapat meningkatkan produktivitas tanaman meningkat sebesar 30-80%. Hal ini juga diperlukan instruksi dari Kementerian Pertanian,

Perkebunan kelapa sawit adalah industri biologi, jadi cara meningkatkan produktivitasnya harus secara bertahap. Prinsip butir 4 diatas adalah merawat akar dan kanopi” sebaik-baiknya, sehingga diperlukan “paradigma baru” dalam merawat tanaman kelapa sawit ini. Bagaimana penyerapan larutan hara dapat dilakukan semaksimal mungkin dan daun dapat menghasilkan fotosintat yang sebesar besarnya. Yang menarik pada metode ini adalah biaya/ha relatif sama dengan perawatan biasa, tetapi menukik tajam Rp/kg TBS dan CPO, akhirnya laba bertambah besar.

Metoda ini memang tidak biasa tapi hasilnya luar biasa, Tanaman tua yang berumur diatas 20 tahun pun masih dapat ditingkatkan, selama masih dirawat sampai diatas 50 %. Memang sulit dipercaya, bahwa metode ini memanfaatkan sifat2 istimewa dari tamaman kelapa sawit yang banyak tidak diketahui banyak orang.

Jadi peluang untuk meningkatkan produksi minyak sawit Nasional menjadi 80-90 juta ton bahkan menjadi 100 juta ton/tahun sangat terbuka yakni: pertama menambah tanaman pada areal yang kosong tetapi telah memperoleh Ijin Usaha Perkebunan (land bank), memperbaiki Perkebunan yang terlantar dan bermasalah dengan bank, menambah luas Perkebunan petani rakyat dan yang kedua adalah melakukan intensifikasi dengan manajemen akar & kanopi yang telah terbukti dilapangan dapat menaikkan produktivitas secara drastis.

Dengan demikian Indonesia akan semakin kuat dan disegani oleh negara lain khususnya di bidang minyak sawit dan ketahanan negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.