Home Energy BBM Dolar AS yang Menguat dan Harga Minyak Dunia Meningkat, Siap-Siap! Kedua Faktor...

Dolar AS yang Menguat dan Harga Minyak Dunia Meningkat, Siap-Siap! Kedua Faktor itu Bisa Bikin Harga BBM di Juli Naik

30
0
Dolar AS yang Menguat dan Harga Minyak Dunia Meningkat, Siap-Siap! Kedua Faktor itu Bisa Bikin Harga BBM di Juli Naik

ENERGYWORLD.CO.ID – Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengungkapkan bahwa terdapat double hit alias dua faktor utama yang bisa membuat harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya BBM non subsidi, pada Juli 2024 mendatang melonjak.

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengatakan, kedua faktor tersebut adalah nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kian melemah dan sudah melebihi asumsi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024 ini.

Faktor kedua adalah harga minyak mentah yang juga melonjak, melampaui asumsi alam APBN 2024.

“Jadi ada istilah namanya double hit bahwa kita terpukul di dua aspek, yakni harga crude juga naik atau yang kita tetapkan sebagai ICP, dan juga harga dolarnya juga naik,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia dalam program Energy Corner, Selasa (25/6/2024).

Lebih detail, Sugeng mengatakan bahwa saat ini kurs rupiah terhadap US$ sudah berada di level Rp 16.400-an per US$. Sedangkan yang diperhitungkan dalam asumsi APBN 2024 berada di level Rp 15.000 per US$.

“Standar harga dolar waktu itu yang ditetapkan di APBN tahun 2024 adalah Rp 15.000 per dolar, dan sekarang sudah menyentuh angka Rp 16.400-an,” jelasnya.

Selain itu, dia menyebutkan untuk faktor lainnya yakni harga minyak mentah Indonesia (ICP) juga sudah di atas asumsi yang ditetapkan oleh APBN 2024. ICP yang ditentukan dalam APBN 2024 adalah sebesar US$ 82 per barel, sedangkan saat ini ICP sudah menyentuh level US$ 86 per barel.

“Secara rata-rata misalnya sekarang ini jatuh di angka kurang lebih US$ 86 per barel, artinya yang sudah selisih US$ 4,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Peneliti Center of Food, Energy and Sustainable Development INDEF Dheny Yuartha. Dia pun mengakui bahwa Indonesia kini mengalami dua pukulan telak tersebut.

<span;>”Karena memang tidak hanya dari sisi nilai tukar yang kemudian kita depresiasi yang cukup dalam, tapi dari sisi peningkatan harga minyak, trennya sekarang sudah mulai melampaui. Beberapa akhir ini bisa sampai US$ 85. Stagnan di level US$ 82-85 beberapa akhir ini,” bebernya dalam kesempatan yang sama.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto buka suara perihal harga BBM, khususnya BBM non subsidi, yang akan diberlakukan pada Juli 2024 ini.

“Nanti akan ada pembahasan tersendiri. Tetapi kan jumlahnya sudah jelas (kuota BBM). Untuk subsidi tidak ada perubahan,” terang Menko Airlangga, di Istana Negara usai Sidang Kabinet, Senin (24/6/2024).

Di lain sisi, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebut, pihaknya belum berencana melakukan penyesuaian terhadap harga BBM, khususnya BBM non subsidi, seperti Pertamax dan lainnya.

Menurut Arifin, untuk melakukan penyesuaian harga, maka pemerintah harus menggelar rapat terlebih dahulu. Sementara rapat yang membahas mengenai penyesuaian harga BBM non subsidi belum dilakukan.

“Belum ada rapat (antarkementerian/lembaga), belom ada apa-apa. Nggak ada arahan. Tunggu rapat,” ungkap Arifin singkat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Senin (24/6/2024).**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.