Negara Uganda Mencari Mitra Usaha Patungan untuk Mengeksplorasi Blok Minyak
ENERGYWORLD.CO.ID – Perusahaan Minyak Nasional Uganda (UNOC) sedang mencari mitra usaha patungan untuk membantunya mengeksplorasi dan mengembangkan blok minyak di bagian barat negara Afrika itu, kata juru bicara perusahaan minyak milik negara itu kepada Reuters pada hari Rabu (9/7/2025).
Pada tahun 2023, UNOC menandatangani perjanjian bagi hasil produksi selama dua tahun dengan pemerintah Uganda untuk blok eksplorasi Kasuruban. Perjanjian tersebut dapat diperpanjang dua kali selama dua tahun, dan perusahaan minyak negara tersebut memperbarui perjanjian tersebut pada bulan Maret.
Kini UNOC ingin mengembangkan blok tersebut, tetapi sedang mencari mitra untuk melakukannya, kata juru bicara perusahaan Angella Ambaho kepada Reuters, tanpa memberikan perincian tentang kepemilikan saham yang akan diambil oleh mitra JV potensial.
UNOC memegang 40% saham Uganda di proyek kilang negara tersebut, serta 15% saham di masing-masing proyek minyak Tilenga, Kingfisher, dan East African Crude Oil Pipeline (EACOP). UNOC bertindak sebagai jembatan antara aspirasi Uganda untuk menjadi produsen minyak dan keahlian teknis perusahaan-perusahaan internasional seperti TotalEnergies dan CNOOC, yang merupakan mitra usaha patungan UNOC di blok Tilenga dan Kingfisher.
Uganda mengharapkan minyak pertama pada tahun 2026.
Awal tahun ini, Pipa Minyak Mentah Afrika Timur (EACOP) senilai $5 miliar, yang direncanakan untuk mengekspor minyak mentah dari Uganda melalui pelabuhan di Tanzania, berhasil memperoleh tahap pertama pembiayaan eksternal untuk proyek tersebut.
Proyek EACOP adalah pembangunan pipa sepanjang 1.443 kilometer (897 mil) dari Uganda yang terkurung daratan ke pelabuhan Tanga di Tanzania. Pipa minyak ini diharapkan akan menyalurkan minyak mentah dari proyek Danau Albert di Uganda ke pasar minyak internasional. Proyek ini dirancang untuk mengangkut 216.000 barel minyak mentah per hari, dengan peningkatan kapasitas hingga 246.000 barel per hari, ungkap Uganda.
Pemegang saham EACOP adalah TotalEnergies, perusahaan minyak raksasa Prancis, yang memiliki saham sebesar 62%, Uganda National Oil Company Limited (UNOC) dengan saham sebesar 15%, Tanzania Petroleum Development Corporation (TPDC) yang memegang saham sebesar 15%, dan CNOOC, perusahaan minyak raksasa milik negara Tiongkok, dengan saham sebesar 8%. RE/Ewindo
sumber Oilprice.com


















