Home Kolom INDONESIA DITENGAH PENGARUH GLOBAL DIBAWAH KEPEMIMPINAN PRABOWO

INDONESIA DITENGAH PENGARUH GLOBAL DIBAWAH KEPEMIMPINAN PRABOWO

362
0

INDONESIA DITENGAH PENGARUH GLOBAL DIBAWAH KEPEMIMPINAN PRABOWO

       

             Memet Hakim
Pengamat Sosial, Wanhat APIB & APP TNI

Dibawah kepemimpinan Prabowo, politik bebas aktif INDONESIA telah dilakukan secara baik, hubungan pribadi Prabowo di kancah Internasional sangat membantu. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki potensi strategis secara geo-politik dan geo-ekonomi karena kaya akan hasil SDA dan pasarnya yang besar (348.086 USD bn). Terletak diantara Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik di Asia Tengara, menjadikan Indonesia sebagai titik strategis dalam jaringan hubungan internasional, Dimana wilayah ini selalu dilewati arus transportasi laut di dunia belahan selatan.

Badan Informasi Geospasial (2023), menyatakan Indonesia memiliki 17.505 pulau. Luas daratan 1.904.569 km2 (190 juta ha) jika ditambah lautan menjadi 8,300,000 km2 (830 juta ha), Landas kontinen Indonesia mencapai 6,400,000 km2, dengan garis pantai Indonesia melintasi sepanjang 108,000 km (BNPP, 28.10.2023). Indonesia,Go,Id 3.12.2017 menyampaikan data bahwa INDONESIA memiliki 1.340 suku bangsa yang tergabung dalam sekitar 300 kelompok suku bangsa dan 6 agama yang berbeda walau didominasi oleh penganut agama Islam yang semuanya “bersatu dalam keberagam (Bhineka Tunggal Ika)” dari 282 juta penduduknya.

Dengan kekayaan SDM dan SDA yang begitu besar wajarlah jika banyak bangsa lain ini ingin ikut memilikinya. Dulu Belanda dengan VOC nya menjajah Indonesia secara fisik selama 350 tahun, Jepang, 3.5 tahun. Setalah Merdeka terutama setelah tahun 2014 Indonesia dijajah RRC OS secara ekonomi sampai sekarang. Amerika Serikat ikut menikmati juga pada beberapa kegiatan tambang seperti Freeport.

Setelah era presiden Jokowi boneka Cina berakhir, sejak 20 Oktober 2024 Prabowo seorang jendral yang menggantikannya. Prabowo berhasil menjaga jarak dengan beberapa negara adi kuasa, sehingga INDONESIA terlepas dari genggaman salah satu negara adi kuasa. Begitu selesai dilantik Prabowo langsung bertemu dengan presiden RRC, dilanjutkan ke Amerika Serikat dengan sambuta yang sangat baik. Ini langkah pertama yang sangat positip, karena RRC dan AS merupakan negara yang bersaing untuk menanamkan pengaruhnya di Indonesia. Kenapa tidak ke Rusia ? Rusia selama ini telah berhubungan dengan Indonesia, sehingga tidak bermasalah.

Langkah berikutnya dengan diplomasi parade  militer, Prabowo juga berhasil  mempererat hubungan dengan India sekaligus meredam kebenciannya terhadap umat Islam. Dengan Turkiye Prabowo berhasil menjaga hubungan emosional dan militer sesama negara dengan penganut umat Islam yang dominan, bahkan dilanjutkan dengan perjanjian pengadaan Alutsista dan tranfer teknologi. Terakhir dengan Perancis, sebuah negara besar di Eropa barat, berhasil meningkatkan martabat bangsa dan dilanjutkan pula Kerjasama pengadaan alutsista dan tranfer tecnologi.

Bulan Mei yl Prabowo saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Constantine meningkatkan Kerjasama ekonomi menjadi lebih baik. Dalam beberapa kasus Rusia selalu mendukung Indonesia. Bekerjasama ekonomi dan militer dengan 10 negara di Asean memberikan dampak terhadap perdamaian di wilayah ini. Dengan Korea Selatan bahkan berkerjasama dalam pengadaan alutsista usara dan laut.

Indonesia pada tahun 2025 ini resmi bergabung sebagai anggota BRICS. Organisasi ini merupakan aliansi ekonomi negara-negara berkembang dengan jumlah Produk Domestik Bruto cukup dominan. keanggotaannya di BRICS dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kolaborasi dan kerja sama dengan negara berkembang lainnya berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan cara ini hubungan dengan Rusia dan RRC tetap baik, AS pun menjadi segan.

Terakhir Indonesia bernegosiasi tentang tariff dengan AS, hasilnya dinilai banyak analis dan pengamat  merugikan Indonesia, tetapi sebenarnya dari sisi Geopolitik Indonesia, ini merupakan “langkah cantik politik untuk mengurangi pengaruh Ekonomi Cina”. Dengan politik luar negeri seperti INDONESIA tidak terjebak pada pengaruh dari satu atau dua negara kuat saja, sehingga suatu saat Indonesia bisa mengendalikan dunia. Beras dan minyak sawit saja dapat menjadi senjata politik yang mematikan, apalagi jika tambang ditertibkan dan memberikan bagi hasil yang memadai buat negara.

Martabat INDONESIA secara global semakin baik, tapi “ada upaya pembusukan dari dalam negeri” seperti kasus Sumut dan Aceh, Raja Ampat, Rempang, PIK 2, Ijazah palsu, Km 50, upaya perlindungan koruptor besar dan penjahat besar oleh aparat, dsb dsb yang ujungnya negeri luar ikut memperhatikan carut marutnya hukum di Indonesia. Dalam banyak hal, banyak uang Indonesia masih lari ke luar negeri tanpa adanya nilai tambah bagi Indonesia. Hal ini tentu akan mengurangi legitimasi keberhasilan Prabowo dan sekaligus merugikan Indonesia..

Sayangnya di dalam negeri pengaruh global masih dirasakan dalam bentuk tekanan ekonomi hukum dan sosial  seperti  tingginya jumlah rakyat miskin, pengenaan pajak pro pengusaha no pri, pemblokiran rekening nasabah, status kepemilikan tanah mulai dikutak katik bukan diberdayakan, struktur peredaran uang yang terpusat, minimnya kesempatan kerja, pengusaha jadi anak emas, rakyat kecil ditindas, keadilan masih jauh dari harapan, korupsi terus berlangsung. Kelemahan ini terjadi karena tim pemerintahan, hukum dan ekonomi tidak kompeten dan sesuai harapan. Nilai2 luhur UUD 45 yang asli semakin terpinggirkan.

Bandung, 3 Agustus 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.