William Yang, Pakar Analis Financial penulis sejumlah Buku/FOTO BY AENDRA MEDITA
TIMELINE INDONESIA MENUJU NEGARA BAGIAN AMERIKA YANG KE 51 (ATAU MUNGKIN BUBAR SEBELUM 2030)
Oleh : William Win Yang – Business Strategist – Best Selling Business Author
Hari ini 17 Agustus 2025, saat sayaa menulis ini… saya baru saja selesai mengikuti upacara bendera bersama di kawasan TMII… masih dengan semangat seperti tahun sebelum-sebelumnya.. masih ceria dan menyanyikan lagu Indonesia raya dengan penuh semangat… hadirin juga berlomba-lomba menampilkan wajah ceria dan penuh semangat… demikian juga orang-orang yang saya temui di sepanjang jalan.
Namun demikian, ada yang aneh… kegembiraan itu terasa berbeda dari tahun-tahun yang lalu… ada rasa bahwa kegembiraan itu dipaksakan… terbukti, beberapa yang tidak tahan, kedapatan beberapa kali menghela nafas panjang…
Usai upacara, saya segera naik shuttle menuju kereta gantung yang merupakan icon dari TMII, sudah lama sekali saya tidak naik kereta gantung itu. beruntung masih sepi… dalam perjalanan naik kereta gantung itu, entah kenapa saya tidak menikmati pemandangan yang seharusnya saya nikmati, malah terbayang kilas balik perjalanan bangsa ini sejak awal tahun ini… dan tidak bisa tidak, saya merasa harus menuliskannya dalam sebuah artikel…
Prabowo mengawali rezimnya dengan penuh semangat dan gairah keyakinan akan masa depan cerah oleh seluruh rakyat Indonesia, sebagai penerus Jokowi yang sangat populer saat itu, walaupun dikritisi atas kabinetnya yang super gemuk, bahkan terbesar dalam sejarah republik ini. Dan dibayang-bayangi program kerjanya yang agak tidak masuk akal, seperti MBG dan IKN, dan dibayang-bayangi oleh resiko perang dagang dengan Amerika serikat.
Menjelang akhir tahun, senyum itu mulai memudar, saat pemerintah mengumumkan akan ada kenaikan PPN 12% di awal tahun ditambah program penghematan besar-besaran terhadap APBN negara. Sebuah kebijakan yang langsung menghilangkan kegembiraan dari banyak rakyat Indonesia. Penghematan langsung memukul sektor pariwisata yang sangat mengandalkan APBN, PPN 12% seketika membuat masyarakat yang sedang berada dalam krisis merasa jerih, yang segera saja mendatangkan gelombang demonstrasi demi demonstrasi yang dengan sigap ditanggapi pak Presiden dengan membatalkannya dengan gagah berani, dan diikuti sorak sorai rakyatnya. Saat itulah terkuak kembali adanya hutang 800 Trilyun yang harus jatuh tempo di tengah tahun 2025….
Demikianlah, walaupun diawali dengan kelegaan atas dibatalkannya pajak 12%, awal tahun ini diawali dengan perasaan ngeri oleh sebagian analis seperti saya : ancaman perang dagang, hutang 800T, kabinet yang super gemuk, IKN, dan MBG (Makan Bergizi Gratis). Semuanya membutuhkan dana ribuan trilyun jika di total. Belum lagi kebiasaan korupsi yang mendarah daging di negara ini, yang membuat semuanya semakin meresahkan.
Hal ini diperburuk dengan menyusutnya daya beli masyarakat secara massive, yang mayoritas bisa kita lacak dari Judi Online. Bagi yang tidak paham, ijinkan saya kembali menjelaskan prosesnya :
1. Orang main judol
2. Menang
3. Foya-foya daya beli naik
4. Menyebakan ekonomi naik sedikit
5. Ketagihan
6. Kalah
7. Penasaran
8. Taruhan segala-galanya, bahkan hutang dari PINJOL
9. Bangkrut
10. Karena bangkrut, daya beli hilang
11. Café atau toko tempat dia belanja kehilangan pelanggan
12. Jika jumlah yang senasib seperti ini ada jutaan, maka café, atau toko tempat dia biasa belanja akan kehilangan banyak pelanggan, hingga produknya tidak laku dan rugi
13. Saat seperti ini, hal pertama yang dilakukan adalah jual diskon, diskon gagal jual rugi, jual rugi gagal mulai pecat karyawan, jika masih gagal juga tutup toko (bangkrut)
14. Pengangguran tambahan ini menyebabkan toko-toko dan restoran dan warung-warung lain mengalami nasib serupa dan mengulangi proses yang sama. Misalnya : supplier café yang biasanya jual kopi ke café itu kehilangan pelanggannya, dan lingkaran setanpun berlanjut. Hingga merembet ke pabrik-pabrik besar dan lain-lain yang akhirnya ikut pecat karyawan, dan lingkaran setanpun berlanjut
Namun saya tetap positif, karena apa?
1. MBG
2. IKN
Loh? Iya, karena dalam keadaan krisis, kita harus masuk crisis mode, sebagaimana yang dituliskan dalam buku saya Dragon Slayer Trading Strategy. Yang artinya : jika dalam kondisi normal, kita bertanya : dengan kondisi sekarang kita mau buat apa saja? Diganti dengan : dengan kondisi sekarang kita bisa bertahan berapa lama? Yang mana, untuk perusahaan atau rakyat, ini dilakukan dengan melakukan pengurangan biaya dan penghematan ketat. Baru setelah berhasil mengukur Crisis Mode (misalnya kita bisa bertahan 1 tahun atau 2 tahun dengan baik), barulah kita masuk Recovery Mode : mencari peluang untuk memperbaiki keadaan dan membangkitkan perekonomian kembali.
Dalam kasus negara, bukan melakukan penghematan seperti swasta, namun harus menjamin agar ekonomi tetap bertahan selama mungkin dengan mengadakan lapangan kerja dan kebutuhan hidup warganya, dalam periode tertentu. Dan ini bisa dilakukan dengan MBG dan IKN. Kenapa ? karena ini proyek raksasa yang bisa menyerap tenaga kerja skala besar (walau tidak sustain). Namun jika berhasil dilaksanakan dengan baik selama 2 tahun saja, maka kita ada waktu untuk berpikir jernih, tentang bagaimana ekonomi kita bisa shifting ke ekonomi baru yang lebih langgeng dan sehat. Dan ini tercermin dari rencana pemerintah yang dengan berani gabung ke BRICS
Kenapa ini dianggap baik? Karena kembali lagi ke prinsip paling dasar dari perdagangan : adalah pertukaran barang alias barter. Diantara barter itu ada mata uang (currency) yang membuat transaksi lebih mudah. Yang mana : semua barang di dunia itu ada di BRICS, sementara Amerika yang galak dan zolim itu cuma punya currency. Yang artinya, kekuatannya hanyalah ilusi. Yang artinya, jika kita bisa bertahan 2 tahun tanpa intervensi asing, kita bisa fokus menciptakan ekonomi baru dengan mengandalkan BRICS.
Kalau ditanya dari mana uangnya ?!?! aaahhhh sekelas Sri Mulyani pasti ngerti melakukan one last big leverage yang mampu mendanai semuanya sekali lagi, namun harus dibarengi dengan program nyata untuk melunasinya…
IKN, MBG, dan BRICS, membuat saya sedikit positif ditengah suramnya ekonomi awal tahun ini, namun cerita selanjutnya, hanya membuat saya mengurut dada :
1. Diawali dengan coretax senilai 1,2 Trilyun yang error yang menyebabkan sistem pelaporan pajak nasional hang total, yang gosipnya chip NVDA yang seharusnya menjadi inti dari sistem perpajakan ini malah dijual ke China, yang akhirnya jadi deepseek. Dan dijual oleh salah satu tokoh teknologi nasional yang top (gosip ya gosip)
2. Kemudian Sritex, perusahaan textile raksasa pembuat baju TNI, bahkan seragam NATO mengumumkan kebangkrutannya, yang digosipkan, diakibatkan banyaknya pungli. Namun pak presiden maju dengan gagah berani, mengumumkan bahwa negara akan membailout Sritex, dan menjamin seluruh pekerjanya tetap bekerja. Rakyatpun bersorak sorai
3. Lalu tetiba gas 3 kg menjadi langka, karena katanyapemerintah ingin mengatur distribusinya agar lebih rapih, dan mencegah mark up harga (yang kembali tersebar gosip, bahwa tujuan sebenarnya adalah ingin buat mafia baru yang mengangkangi bisnis LPG 3Kg). sialnya, ini menyebabkan salah satu kebutuhan pokok rakyat itu jadi sangat langka, antrian panjang dimana-mana, bahkan ada yang sampai meninggal. Rakyatpun menjerit, dan presidenpun kembali muncul dengan gagah berani membatalkan kebijakan itu sambil marah-marah pada mentrinya. Dan sang mentri dengan patuh menjalankan titah itu.
4. Dan entah bagaimana, saat yang bersamaan, pungli dan premanisme makin kasar dan makin terang-terangan terjadi dimana-mana… konon ini akibat pemangkasan anggaran, yang diikuti titah ibu mentri keuangan kita tercinta ini :
Sampai titik ini, banyak orang mulai merasakan ada yang tidak beres pada rezim ini. Gerakan nya mulai berpola : membuat kebijakan aneh, didemo, kemudian batalkan dengan gagah berani…. Baiklah, mari kita lanjut.
5. Memasuki bulan February, Indonesia kembali mendapat kejutan baru dengan kasus keracunan beruntun dari MBG dan banyaknya dapur MBG yang mengeluh belum dibayar… oh shit… bahkan saat mereka menghentikan supply karena belum menerima pembayaran, ada yang dituntut sampai 400 juta, karena wan prestasi.
6. Masih terbengong-bengong dengan kasus MBG, Indonesia kembali dikejutkan dengan kasus pertamina yang mengoplos Petramax dengan Petralite, yang konon total malingnya sampai 1000 T lebih. Kasus yang kembali menyeret nama lama : Muhammad Reza Chalid (alias Muh), yang anaknya Kerry yang langsung dijebloskan ke tahanan.
7. Peristiwa minyak oplosan ini langsung membangkitkan kemarahan rakyat (termasuk saya), dan meruntuhkan kepercayaan rakyat pada PERTAMINA, dan melakukan aksi boikot terhadap pertamina, dan dalam seketika menaikan omzet shell dan para pom bensin asing secara signifikan. Suatu aksi yang langsung dituding para pejabat dengan sebutan TIDAK NASIONALIS.
(WHAAAATTTT????) – enak sekali mereka menuduh orang tidak nasionalis setelah melakukan itu?
8. Suatu tuduhan semena-mena yang langsung dapat balasan hujatan dari rakyat, yang dalam seketika langsung menciutkan nyali para penunding itu. Kejaksaanpun melunak, dan mengumumkan bahwa bensin yang sekarang sudah tidak dioplos, yang dioplos itu jaman dulu. Pernyataan yang kembali mengundang caci maki netizen, yang diikuti dengan aksi boikot yang makin besar.
9. Lalu tiba-tiba, pom bensin Shell, dan pom bensi asing lainnya banyak yang tiba-tiba kosong kehabisan bensin. Peristiwa yang kembali memunculkan kasak kusuk di akar rumput : bahwa pemerintah berusaha menyelamatkan PERTAMINA dengan menjegal pom bensi asing (kalau mereka ga ada bensin, kan terpaksa isi di PERTAMINA ya?). dan gosip gila lainnya : bahwa Shell dan para pom bensin asing belom nyetor upeti…
10. Masih belum hilang kekagetan dan kemarahan rakyat akibat bensin opolosan, dunia kembali dikejutkan dengan emas oplosan dari ANTAM. Selama ini ANTAM adalah standard emas yang paling bisa dipercaya. Jika ini bisa dioplos, entah apa lagi yang bisa kita percaya. Kasus ANTAM ini, membuat Bullion Bank (Bank Emas) yang baru diresmikan belum sampai sebulan yang lalu, menjadi segera dilupakan masyrakat. Karena takut, saat emasnya disimpan disana, saat ditarik kembali, yang didapat adalah emas oplosan.
Kepercayaan rakyat pada negara yang sudah hancur ini semakin hancur saja. Dan ditengah kehancuran rasa percaya itu, Presiden dengan gagah berani berteriak : “HIDUP JOKOWI”
11. Lalu, pemerintah meluncurkan DANANTARA, yang merupakan badan investasi raksasa yang terdiri dari gabungan seluruh BUMN Indonesia, yang nilainya mencapai 14000 Trilyun. Suatu badan investasi yang aneh, karena normalnya, badan investasi souvereign wealth fund itu untuk menginvestasikan kelebihan cash, untuk dibelikan aset-aset yang akan mengembangkan investasinya kelak. Lah ini kok malah menumpuk aset yang sudah ada? Plus memasukan 350T hasil penghematan kemarin…. Loh loh loh? Kenapa penghematan kemarin malah buat investasi? Bukankah banyak tagihan pemerintah yang belum terbayar?
Hal ini langsung menimbulkan spekulasi : jangan-jangan ini adalah alat korupsi baru… atau lebih buruk : ini adalah mesin money loundry atau alat instan untuk menghasilkan cash, walaupun dengan menggadaikan masa depan negara. Betapa tidak :
Bukankah dengan aset senilai 14000 T, adalah mesin cuci uang yang luar biasa? Bayangkan uang haram senilai 100 T masuk ke sana, kemudian dikeluarkan lagi 100T, tidak ada yang akan bisa mendeteksinya (atau bisa dikatakan sangat sulit sekali mendeteksinya). Lagipula ada indikator yang sangat meyakinkan : bukankah disana ada si Thaksin, yang memiliki reputasi sebagai koruptor, dan secara kompetensi tidak layak berada di dewan pengawas DANANTARA? Lalu kenapa dia disana? Mungkinkah dia disana mengawasi sekian milyar dolar uang korupsinya yang dititipkan di DANANTARA? Dan setelah Thaksin, bisa saja raksasa investasi macam ini digunakan untuk mencuci semua uang korupsi atau uang haram lokal bahkan dunia, untuk kemudian disalurkan sebagian sebagai deviden pada negara? Hingga mungkin saja, kemasa depan, kita akan menjadi pusat money loundry dunia.
Lalu bagaimana kalau semua uang haram yang dikorupsi itu habis? Well, aset sebesar itu bisa dengan melakukan repo, atau berhutang dengan menggadaikan saham… lalu bagaimana kalau saham yang mereka gadaikan tidak laku? Yah, bisa dengan menyuruh bank di bawah mereka seperti Mandiri, BNI, BRI untuk membeli surat hutang itu, dengan jaminan saham mereka sendiri, yang mana, jika gagal bayar, mereka tinggal menyita dirinya sendiri… aneh? Baca lagi pelan-pelan…
Lalu bagaimana kalau uang disana habis? Yah bisa mencari-cari kesalahan bank lain seperti BCA, kemudian menyitanya, lalu memaksa mereka melakukan REPO serupa… sampai seluruh dana nasabahnya kering…
12. Itulah sebabnya banyak investor resah, kemudian mulai membuang saham perusahaan-perusahaan BUMN yang terkait dengan DANANTARA…
13. Peristiwa ini diperburuk dengan isu mundurnya Sri Mulyani, karena mau digantikan oleh ponakannya Presiden… yang dalam sekejab langsung menjatuhkan harga-harga saham di Indonesia sampai 5% dalam sehari… bahkan bursa sampai di Suspend…
14. Dalam masa suspend itu, langsung muncul berita-beritayang tergopoh-gopoh membantah mundurnya Sri Mulyani… bahkan ibu Sri sendiripun muncul melakukan klarifikasi…(saya perhatikan wajah ibu Sri waktu klarifikasi itu… cukup sinis… seolah mengatakan : “Ga ada gue ga bisa kan lu?”)
15. Kemudian muncul berita dan video youtube yang menunjukan Oppung Luhut mengatakan akan menemui investor… dan polisi yang katanya sedang mengawasi pasar saham, yang mana akan mendatangi para investor, menanyai mereka, dan suruh mereka baik-baik di Indonesia…. Apa maksunya itu? saya ga ngerti, tapi kok seram sekali…
16. Tak lama setelah peristiwa itu, harga saham kembali naik ke langit… dan kembali tersebar gosip, bahwa para emiten saham, dipaksa buyback saham mereka oleh tokoh-tokoh itu…
Sebuah peristiwa yang sangat beresiko mengacaukan keuangan perusahaan-perusahaan yang melakukannya… betapa tidak, karena para perusahaan go public, biasanya sudah mencadangan budget operasional tahunan yang dihitung dengan teliti… bukan untuk beli saham… dengan adanya pembelian saham ini, uang operasional mereka bisa terganggu, dan bisa menyebakan perusahaan terkena masalah gawat… tapi ah sudahlah..
17. Lalu muncul berita yang mengatakan bahwa KEMENAKER sepakat menutup Sritex pada 1 Maret… whaaatttt? Katanya diselamatkan?
18. Lalu perhatian kita kembali teralihkan oleh pemberitaan bank Dunia yang menyatakan bahwa rakyat miskin Indonesia mencapai 60%, yang dibantah pemerintah bahwa dilapangan hanya 9% orang miskin… rupanya karena perbedaan standard data. Jika bank dunia menggunakan standard, kalau sehari minimal belanja Rp.50.000 kebawah dianggap miskin, sementara pemerintah menganggap jika sehari belanja dibawah Rp.20.000, maka baru disebut miskin… pernyataan ini membuat banyak orang mengurut dada… jika menurut standard bank dunia saja rasanya sulit untuk bertahan hidup, maka jika menuruti standard pemerintah, entah bagaimana caranya hidup? Cibiran demi cibiranpun muncul di social media.
19. Peristiwa ini ditambah dengan pengumuman untuk menunda pelantikan ASN jadi bulan oktober… berita itu sangat meresahkan bagi calon ASN yang sudah diterima sebelumnya, karena mereka akan menganggur sampai bulan oktober, padahal mereka sudah berhenti dari pekerjaan lama mereka… dan solusi dari pemerintah adalah…
20. Sementara itu, pemecatan demi pemecatan terus terjadi… hingga tidak hanya kepercayaan pada negara yang runtuh, tapi juga rasa percaya diri masyarakat akan masa depan mereka
21. Ditengah gelombang frustasi itu, munculah sebuah event, dimana, sekelompok orang bersitegang dengan aparat di sebuah ballroom hotel mewah Fairmont untuk menentang disahkannya UU TNI, yang memungkinkan TNI menjabat di jabatan sipil seperti jaman orde baru… kenapa ini dianggap meresahkan? Karena beresiko TNI menjadi backing dari perusahaan-perusahaan, atau lebih buruk : TNI bisa seenaknya melakukan blackmail atau pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan, atau hidupnya dibuat susah (kan mereka punya senjata)
22. Rasa frustasi karena kondisi ekonomi, makin banyaknya pungli, premanisme yang makin meraja rela, dan peristiwa pembahasan UU TNI yang berpotensi menjadi alat abuse of power dari negara, di hotel yang mewah, setelah pemerintah melakukan pemangkasan anggaran secara ugal-ugalan, segera saja mematik kemarahan masyarakat. Social media timbul caci maki dimana-mana, dan munculah hashtag : #indonesiagelap, #kaburajadulu
23. Yang segera saja ditanggapi pejabat kita dengan sangat elegan :
24. Keruan aja, ini membuat rakyat makin terpancing emosinya… hari demi hari… demo bertajuk #indonesiagelap & #kaburajadulu makin menjadi-jadi… bahkan setelah majalah tempo dikirimi kepala babi, demo ini makin membesar saja jadinya…. Bahkan ada indikasi intelejen asing mulai menyusup… ini tercermin dari tuntutan aneh para pendemo di Surabaya yang tidak wajar :