
Arab Saudi Berikan Suriah 1,65 juta barel Minyak
ENERGYWORLD.CO.ID – Arab Saudi telah memberikan Republik Arab Suriah 1,65 juta barel minyak mentah di bawah Arah Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Sumbangan tersebut diformalkan melalui nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Sultan bin Abdulrahman Al-Marshad, CEO Dana Pembangunan Saudi, dan Mohammed Al-Bashir, Menteri Energi Suriah, Saudi Press Agency melaporkan.
Penandatanganan dihadiri oleh Duta Besar Saudi untuk Suriah Faisal Al-Majfel dan Majid Al-Uteibi, wakil menteri urusan teknis dan regulasi minyak dan gas.
Langkah ini mencerminkan komitmen Arab Saudi untuk mendukung rakyat Suriah dan hubungan yang kuat antara kedua negara.
Hibah ini akan memberikan kontribusi pada peningkatan operasional kilang-kilang minyak Suriah dan mencapai penghentian operasional dan finansial, mendukung pembangunan ekonomi dan mengatasi tantangan ekonomi di Suriah, memastikan pertumbuhan sektor-sektor vital, serta mendukung upaya nasional dan internasional untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” demikian menurut laporan SPA.
Lebih jauh lagi, donasi tersebut sejalan dengan dan mendukung upaya nasional dan internasional yang lebih luas yang ditujukan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB di kawasan tersebut.
Arab Saudi kini memimpin upaya bersama untuk membawa Damaskus kembali ke pangkuan Arab setelah satu dekade isolasi ekonomi, mata uang yang lumpuh, dan infrastruktur yang hancur.
Setelah pembukaan kembali kedutaannya pada tahun 2024, Arab Saudi, bersama Qatar, melunasi hutang Bank Dunia Suriah, membuka akses ke pendanaan internasional yang penting.
Momentum ini berlanjut dengan Forum Investasi Suriah-Saudi baru-baru ini, di mana Menteri Investasi Saudi Khalid Al-Falih meluncurkan 47 perjanjian senilai $6,4 miliar, yang menargetkan sektor-sektor utama ekonomi modern.
Selain hibah minyak, Arab Saudi awal minggu ini mengumumkan proyek rekonstruksi baru di Damaskus untuk membersihkan puing-puing dan membantu upaya pembangunan kembali, yang selanjutnya memperkuat hubungan dengan otoritas Suriah.
Pusat Bantuan Kemanusiaan Raja Salman mengatakan akan menyediakan paket bantuan untuk membersihkan sekitar 75.000 meter kubik puing dari ibu kota dan daerah sekitarnya.
Bantuan tersebut juga akan mendukung pembangunan kembali 34 sekolah di Aleppo, Idlib, dan Homs, pembangunan kembali puluhan toko roti, dan rehabilitasi infrastruktur pembuangan limbah dan air di Damaskus. RE/Ewindo
sumber Arabnews



















