Home Ekbiz Corporate Longsor di Tambang Freeport, 7 Pekerja Terjebak

Longsor di Tambang Freeport, 7 Pekerja Terjebak

266
0
Foto Tambang Bawah Tanah Freeport Indonesia. (Dok. Freeport)

Longsor di Tambang Freeport, 7 Pekerja Terjebak

ENERGYWORLD.CO.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara perihal tujuh pekerja PT Freeport Indonesia (PTFI) yang terjebak di area tambang Grasberg Block Caving (GBC), sejak Senin (8/9/2025) malam.
Bahlil menjelaskan, telah terjadi longsor di area tambang bawah tanah yang dioperasikan oleh PTFI. Ia pun telah melaporkan kejadian tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas.

“Dan sekarang kita tahu bahwa kondisi di Timika, di Underground, itu terjadi longsor, dan saya sudah melaporkan kepada Bapak Presiden, dan tim kami sudah ada di Timika sejak beberapa hari yang lalu,” kata Bahlil saat ditemui usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Bahlil mengatakan, saat ini masih menunggu informasi terbaru mengenai proses pencarian. Namun, ia memastikan ketujuh pekerja masih terjebak di dalam tambang, dan hingga kini belum ada informasi lebih lanjut.

“Tapi orang di dalam masih dalam posisi terjebak, dan belum ada informasi dan proses pencarian masih tetap di dalam,” katanya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa operasional tambang untuk sementara waktu ini masih dihentikan. Seluruh fasilitas dan personel, termasuk pihak Freeport, saat ini fokus untuk menangani bencana yang terjadi di area tambang tersebut.

Perlu diketahui, kejadian longsoran lumpur basah di tambang bawah tanah Freeport Indonesia itu terjadi pada Senin malam (8/9/2025).

Titik awal tumpahan berasal dari area runtuhan (Draw Point) 20-Barat, di mana lumpur meluncur sekitar 400 meter dari Panel 23-Timur ke arah Panel 28-Barat dan kemudian terpecah, yang menyebabkan terhentinya seluruh infrastruktur di tingkat pengambilan yang terjatuh, kecuali di Panel 13-Barat dan Panel 28-34 Timur & Barat.

Selain itu, beberapa area lain yang terdampak dan terhenti adalah tingkat pengangkutan (haulage) yang terakumulasi, terowongan tempat yang dikumpulkan (Chute Gallery).

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerva) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, tujuh pekerja yang terjebak itu terdiri atas lima warga Indonesia, satu warga Chili, dan satu warga Afrika Selatan. Pemerintah telah berkoordinasi dengan kedutaan besar masing-masing negara terkait perkembangan pencarian.

“Ada WNA. 1 Chili, 1 Afrika Selatan, yang 5 Indonesia. Tapi udah untuk komunikasi sama kedutaan masing-masing sudah,” ungkap Tri di Gedung DPR RI, Senin (15/9/2025).

Menurut Tri, akibat adanya kejadian tersebut maka proses penambangan PTFI di area GBC untuk sementara dihentikan. Hal ini pun berdampak terhadap total produksi perusahaan.

“Produksi pasti berdampak. Sementara produksi ini berhenti GBC saja. Tapi turun mungkin cuma 30%-nya lah,” kata Tri.

Produksi menghasilkan tembaga Freeport

Produksi ekstraksi tembaga PT Freeport Indonesia mengandalkan tambang bawah tanah. Di antara tambang bawah tanah itu adalah Grasberg Block Cave (GBC), Big Gossan, Deep Ore Zon (DOZ) dan juga Deep Mill Level Zone (DMLZ).

Melalui tambang itu, mengutip data yang disampaikan perusahaan pada akhir tahun 2024, produksi menghasilkan yang bisa mencapai 220-230 ribu ton per hari. Kelak, produksi akan bertambah menjadi 240 ribu ton per hari dengan beroperasinya tambang bawah tanah Kucing Liar yang diperkirakan bisa berjalan pada tahun 2028.

Seperti diketahui, tambang bawah tanah Kucing Liar diperkirakan bisa memproduksi konsentrat sebanyak 90 ribu ton per hari.

Di sisi lain, Freeport memiliki cadangan hingga tahun 2041 mencapai 29 miliar pound tembaga dan 24 juta emas hingga tahun 2041.

Tak cuma sampai situ, berdasarkan data sumber daya, memberikan persetujuan yang ada di area eksplorasi Freeport itu mencapai sekitar 48 miliar pound tembaga dan 58 juta emas.**

sumber CNBC Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.