Home BUMN Menkeu Baru Purbaya Guyur 200 T di 5 Bank Himbara. Eksekutif Direktur...

Menkeu Baru Purbaya Guyur 200 T di 5 Bank Himbara. Eksekutif Direktur BUMN Care Erick Sitompul Puji Langkah Tersebut.

172
0

Menkeu Baru Purbaya Guyur 200 T di 5 Bank Himbara. Eksekutif Direktur BUMN Care Erick Sitompul Puji Langkah Tersebut.

ENERGYWORLD.CO.ID – Gebrakan awal Menteri Keuangan yang baru Purbaya Yudhi Sadewa menyiratkan angin segar akan mulai menggerakkan pertumbuhan ekonomi lebih baik lagi.

Purbaya menyebut kepada media, dia telah menggelontorkan 200 Trilyun. 55 Trilyun ditempatkan di Bank Mandiri, 55 Trilyun di Bank BNI, 55 Trilyun di BRI, 25 Trilyun di BTN dan 10 Trilyun di BSI.

Dana tersebut selama ini disimpan di Bank Indonesia. Dana milik pemerintah sebesar 425 Trilyun yang mendekam di BI sengaja dipindahkan kan Purbaya 200 T di perbankan Himbara. Diperkirakan dana tersebut dapat diserap dan berputar menjadi mesin penggerak perekonomian terutama sektor UMKM dan ikut menggerakkan mesin Koperasi rakyat yakni Koperasi Merah Putih yang baru di deklarasi presiden Prabowo.

Sedikitnya 80.000 unit Koperasi Merah Putih yang di bina Kementerian Koperasi telah berdiri. Saat ini seluruh pengurus unitnya telah melengkapi legalitas dan bersiap untuk beroperasi namun belum memiliki permodalan yang memadai.

Setahun terakhir, ditengarai likuiditas sektor perbankan terlihat mengering. Pelaku usaha terutama UMKM merasa semakin sulit mendapat kan kredit usaha.

Eksekutif Direktur BUMN Care Erick Sitompul memuji langkah itu. Dia menilai gebrakan Purbaya merupakan langkah yang sangat penting dan strategis. Mahzab ekonomi Purbaya yang pro ekonomi kerakyatan dibutuhkan negara dan rakyat untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dengan mendorong kerakyatan ekonomi.

Penempatan dana sebesar itu di yakini akan dapat menjadi motor penggerak baru mesin pertumbuhan ekonomi di sektor usaha ekonomi menengah ke bawah dengan jutaan pelaku usaha.

Sektor riil akan didorong dengan cepat bergerak.Namun diharapkan Bank Himbara milik BUMN dapat menyalurkan suku bunga murah dan terjangkau. Bila mesin ekonomi sektor riil itu berjalan dengan baik akan dapat berperan membantu menanggulangi masalah kemiskinan dan menciptakan jutaan lapangan kerja baru, kata Erick.

Namun Erick mengingatkan agar dana tersebut jangan diberikan kepada korporasi besar. Mungkin kalau alokasinya 10 – 20 % masih wajar. Karena korporasi besar juga itu mesin ekonomi bangsa kita

Namun hati hati terhadap korporasi besar terutama yang tidak nasionalis. Biasanya mereka mengejar korporasi kredit dari bank Himbara dalam jumlah yang sangat besar namun dana tersebut hanya sebagian kecil yang diinvestasikan di dalam negeri.

Sebagian besar mereka ditempatkan pada perbankan di Singapura atau Swiss dan berinvestasi di sektor industri, mall raksasa, keuangan, perhotelan, perhotelan atau properti di luar negeri.

Saya paham betul sepak terjang mereka. Lebih dari 25 tahun saya berada di lingkungan beberapa perusahaan multinasional. Mereka itu menganut nasionalis ganda. Lebih banyak mereka yang berinvestasi di luar negeri dibandingkan di Indonesia.

Padahal hampir semua mereka itu besarkan dari bawah banget oleh fasilitas pemerintah dengan mengeruk SDA negara dengan dukungan Bank Himbara, ungkap Erick.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.