Home Energy Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Pertamina Perkokoh Ketahanan Energi

Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Pertamina Perkokoh Ketahanan Energi

181
0
Foto dok Pertamina

Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Pertamina Perkokoh Ketahanan Energi

ENERGYWORLD.CO.ID – PT Pertamina (Persero) turut berkontribusi dalam menyukseskan visi Asta Cita dalam satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan memperkokoh ketahanan energi nasional. BUMN energi ini mampu menjaga ketersediaan energi dalam negeri di tengah dinamika geopolitik yang mengancam pasokan energi global.

 “Komitmen Pertamina untuk terus berkontribusi dalam mendukung misi Asta Cita Pemerintahan Prabowo, dengan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi,” kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/10).

Menurut Simon, kontribusi Pertamina dalam menjamin pasokan energi tetap terjaga pada operasional operasional yang terus menunjukkan tren positif, terutama di sektor hulu Migas yang menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional.

“Saat ini, Pertamina mengelola 24 persen wilayah kerja operator migas di Indonesia. Kami terus menjalankan Amanah Pemerintah dengan berperan sebagai pemain kunci dalam upaya menjaga ketahanan energi di tengah meningkatkan kebutuhan energi nasional,” ujar Simon.

Simon mengungkapkan, pembuktian kontribusi atas ketahanan energi ditandai dengan produksi migas Pertamina terus meningkat yang kini mencapai 1,04 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), yang terdiri dari produksi minyak 557 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2,8 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) per semester 1 tahun 2025.

Tidak hanya produksi, Pertamina juga mendorong anak usaha sektor hulu untuk secara agresif memperkuat cadangan untuk mendapatkan sumber daya energi baru, baik melalui kegiatan Survei Seismik 3D maupun pengeboran sumur eksplorasi. Hasilnya, Pertamina mendapat tambahan sumber daya 2C (contingent resources) dengan realisasi 2C Validation sebesar 804 juta barel setara minyak (MMBOE) dan menambah cadangan migas terbukti (P1) sebesar 63 juta barel setara minyak (MMBOE).

Produksi dan cadangan migas Indonesia akan semakin kuat dengan tuntasnya proyek strategi Pertamina antara lain pengembangan Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) EP, Proyek Sisi Nubi, Proyek CEOR lapangan mina di Area A Stage-1 dan proyek Lapangan OO-OX.

“Capaian tersebut semakin mengukuhkan posisi Pertamina sebagai kontributor utama produksi migas nasional, untuk minyak 69 persen dan gas 37 persen, sehingga dapat lebih optimal memenuhi kebutuhan energi nasional,” tambahnya.

Pada saat yang sama, Pertamina juga berupaya mewujudkan swasembada energi dengan mengembangkan energi baru terbarukan. Selama satu tahun pemerintahan Prabowo, Pertamina berhasil melakukan inovasi teknologi untuk pengembangan produk bahan bakar rendah karbon. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan kilang Pertamina dalam memproduksi Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan berbasis Minyak Jelantah (Used Cooking Oil/UCO) dan implementasi Biodiesel 40 persen (B40).

Dukungan Pertamina dalam ketahanan energi juga semakin terlihat, dengan komitmen Pertamina sebagai pemimpin dalam transisi energi. Sejalan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang mendorong optimalisasi pemanfaatan energi terbarukan, termasuk panas bumi.

Pertamina melalui anak usaha dari Subholding Pertamina Energi Baru dan Terbarukan, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW dari enam wilayah operasi. PGE fokus dalam mewujudkan target 1 GW dalam 2–3 tahun ke depan dan 1,7 GW pada tahun 2034.

Selain listrik, PGE meluncurkan Pilot Project Green Hydrogen (Hidrogen Hijau) Ulubelu. Pertamina membangun ekosistem hidrogen hijau secara end-to-end, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemanfaatannya untuk mendukung transisi menuju industri rendah karbon.

“Capaian tersebut semakin menunjukkan komitmen Pertamina dalam menyediakan energi bersih dan meningkatkan pasokan secara berkelanjutan di masa depan,” ujarnya.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero emisi 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. RE/Ewi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.