
Arab Saudi dan Anggota OPEC+ Menegaskan untuk Menangguhkan Peningkatan Produksi Selama Tiga Bulan di 2026
ENERGYWORLD.CO.ID – Arab Saudi dan tujuh negara anggota OPEC+ yang sebelumnya telah mengumumkan penyesuaian produksi tambahan sukarela pada April dan November 2023, menegaskan kembali keputusan mereka untuk menangguhkan peningkatan produksi selama tiga bulan pertama tahun 2026 karena faktor musiman
Pada pertemuan video tanggal 30 November, anggota OPEC+, termasuk Rusia, Irak, dan UEA, bersama Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, menegaskan kembali bahwa pemotongan sukarela sebesar 1,65 juta barel per hari dapat dikurangi secara bertahap atau dicabut sepenuhnya, tergantung pada kondisi pasar.
Negara-negara peserta akan terus memantau dan menilai kondisi pasar secara ketat. Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan mereka untuk mendukung stabilitas pasar, kedelapan negara tersebut menegaskan kembali pentingnya mengadopsi pendekatan yang hati-hati dan mempertahankan fleksibilitas penuh untuk terus menunda atau membalikkan penyesuaian produksi sukarela tambahan, termasuk penyesuaian sukarela sebelumnya sebesar 2,2 juta barel per hari yang diumumkan pada November 2023.
Mereka juga memperbarui komitmen mereka terhadap Deklarasi Kerja Sama, termasuk penyesuaian sukarela tambahan yang kepatuhannya akan dipantau oleh Komite Pemantauan Bersama Tingkat Menteri. Negara-negara tersebut menegaskan tekad mereka untuk sepenuhnya mengkompensasi kelebihan volume produksi sejak Januari 2024.
Kedelapan anggota akan mengadakan pertemuan bulanan untuk menindaklanjuti perkembangan pasar, tingkat kepatuhan, dan implementasi rencana kompensasi. Pertemuan berikutnya dijadwalkan pada 4 Januari 2026.
Mengingat komitmen berkelanjutan oleh negara-negara peserta OPEC dan non-OPEC dalam Deklarasi Kerja Sama untuk menjaga stabilitas pasar minyak, negara-negara peserta mencapai beberapa keputusan.
Mereka menegaskan kembali kerangka kerja Deklarasi Kerja Sama, yang ditandatangani pada 10 Desember 2016, dan disahkan dalam pertemuan-pertemuan berikutnya. Mereka juga menegaskan kembali bahwa total tingkat produksi minyak mentah untuk negara-negara peserta OPEC dan non-OPEC, sebagaimana disepakati pada Pertemuan Tingkat Menteri OPEC dan non-OPEC ke-38, akan tetap berlaku hingga 31 Desember 2026.
Negara-negara peserta juga menegaskan kembali kewenangan yang diberikan kepada JMMC untuk melakukan penilaian menyeluruh terhadap pasar minyak global, tingkat produksi, dan kesesuaian dengan Deklarasi, dengan dukungan dari Sekretariat OPEC. JMMC akan bertemu setiap dua bulan dan tetap berwenang untuk mengadakan pertemuan tambahan atau menyelenggarakan Pertemuan Tingkat Menteri kapan saja untuk membahas perkembangan pasar.
Mereka menekankan pentingnya mencapai kesesuaian dan kepatuhan penuh terhadap mekanisme kompensasi.
Merujuk pada keputusan sebelumnya yang menugaskan Sekretariat OPEC untuk menyiapkan metodologi guna menilai kapasitas produksi berkelanjutan maksimum yang akan digunakan sebagai tingkat dasar acuan untuk tahun 2027, negara-negara peserta menyetujui metodologi tersebut.
Mereka juga menegaskan kembali kerangka Piagam Kerja Sama, yang ditandatangani pada tanggal 2 Juli 2019, dan meminta Sekretariat OPEC untuk menyiapkan dan menerjemahkan ke dalam program sebuah rencana untuk mencapai semua tujuan Piagam, yang akan dipresentasikan pada Pertemuan Tingkat Menteri OPEC dan non-OPEC ke-41.
Pertemuan Tingkat Menteri ke-41 negara peserta OPEC dan non-OPEC akan diadakan pada tanggal 7 Juni 2026. RE/Ewi



















