
Arab Saudi Importir Mobil Klasik Terbesar di Dunia
Investasi pasar mobil klasik di Arab Saudi mencapai $26,7 juta
ENERGYWORLD.CO.ID – Arab Saudi telah muncul sebagai importir mobil klasik terbesar di dunia dan salah satu pasar terbesar di Teluk, dengan investasi melebihi SR100 juta ($26,7 juta), didorong oleh meningkatnya minat lokal dalam kustomisasi kendaraan.
Tren ini mencerminkan nilai pasar yang terus meningkat dan besarnya peluang yang ditawarkannya. Para pemilik 50 mobil klasik berusia di atas 50 tahun akan berpartisipasi dalam Tuwaiq International Classic Car Rally di Al-Ula, dengan total nilai kendaraan sekitar SR25 juta, menurut Nasser Al-Massari, ketua panitia penyelenggara reli tersebut.
Memperluas partisipasi dan hadiah
Tahapan reli mendatang bertujuan untuk menarik peserta dari Eropa, Amerika, dan Australia, dengan rencana untuk memperluas partisipasi, meningkatkan hadiah uang, dan meningkatkan standar penjurian, menurut Al-Massari, yang mencatat bahwa kendaraan individu dapat bernilai hingga SR1 juta.
Pengumuman itu disampaikan saat peluncuran pendaftaran reli di Sirkuit Corniche Jeddah, yang dihadiri oleh para pejabat dan penggemar.
Reli akan dimulai di Maraya di AlUla pada tanggal 25 Januari dan berakhir di Sharjah, UEA, di tiga negara, dengan partisipasi terbuka untuk semua negara.
Al-Massari juga menekankan bahwa partisipasi perempuan, yang dimulai bertahun-tahun yang lalu, akan terus berkembang, termasuk acara untuk kategori campuran dan khusus perempuan.
Kendaraan senilai $30 juta
“Posisi Kerajaan sebagai importir mobil klasik terbesar di dunia dan pasar Teluk terkemuka, dengan investasi yang melampaui SR100 juta,” kata Hassan Daryan, kepala Pabrik Mobil Klasik Daryan dan pemilik terkemuka di Arab Saudi bagian barat, Arabnews (4/12/25).
Ia menambahkan bahwa sekarang ada pergerakan menuju produksi lokal dan kustomisasi mobil klasik, dibandingkan mengandalkan jasa luar negeri, seraya mencatat bahwa beberapa mobil bekas di Arab Saudi telah dijual di AS dengan harga rekor, mencapai hingga $30 juta per kendaraan.
Mai Al-Shumaimari, wanita Saudi pertama yang berkompetisi di Tuwaiq Rally edisi ketiga, dan pemenang kategori wanita dengan mobil Corvette tahun 1970 miliknya, mengatakan balapan tersebut menghadirkan tantangan yang signifikan, terutama jarak jauh dengan mobil klasik.
Dia menekankan pentingnya perempuan berpartisipasi dalam olahraga bermotor seperti itu karena pengalaman dan keterampilan unik yang diberikannya dibandingkan dengan mobil modern.
Olahraga mobil klasik mengalami pertumbuhan di Arab Saudi
Fadi Malek Al-Sayed, kepala Cross Section Global, mencatat bahwa garasi khusus di Jeddah dan Riyadh menampung sekitar 100 mobil klasik — 70 di Jeddah dan 30 di Riyadh — bernilai antara SR200.000 dan lebih dari SR1 juta.
Ia menambahkan bahwa sekitar 15 mobil klasik dipamerkan di Sirkuit Corniche Jeddah dengan nilai total melebihi SR10 juta untuk meningkatkan kesadaran terhadap hobi tersebut, yang dihadiri oleh salah satu pemilik mobil klasik terkemuka dari Ukraina.
Al-Sayed mencatat bahwa tahun ini akan berlangsung selama 12 hari, dimulai di AlUla, dengan perkiraan partisipasi dari sekitar delapan negara, termasuk Qatar, Ukraina, dan Yaman.
Rute tersebut, tambahnya, akan melewati AlUla, Buraidah, dan Hail, serta Riyadh dan Al-Ahsa, sebelum memasuki UEA melalui Jebel Dhanna, Bani Yas, dan Al-Ain, mencapai Muscat, dan diakhiri di Sharjah dengan upacara penutupan yang memberikan hadiah uang tunai dan hadiah lainnya.
Balap mobil klasik di Arab Saudi telah menyaksikan pertumbuhan yang signifikan, didorong oleh berbagai acara berkelanjutan seperti Festival Mobil Klasik Diriyah, Festival Qassim di Buraidah, dan berbagai kegiatan lain yang telah mendongkrak popularitas olahraga ini.
Reli ini diadakan di bawah naungan Federasi Mobil dan Sepeda Motor Saudi, dengan persetujuan dari Federasi Kendaraan Klasik Internasional, atau FIVA.
Patut dicatat, pemenang edisi tahun lalu berkompetisi dengan mobil model tahun 1956 yang berhasil mencapai Rusia. RE/Ewi



















