Home Energy Kota Bandung Agendakan Transisi Energi dan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Hijau

Kota Bandung Agendakan Transisi Energi dan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Hijau

84
0

Kota Bandung Agendakan Transisi Energi dan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Hijau

ENERGYWORLD.CO.ID – KOTA Bandung melangkah lebih jauh dalam agenda transisi energi dan pengembangan ekosistem ekonomi hijau. Salah satunya lewat penandatanganan Komitmen Bersama dengan Indonesia Carbon Trade Association oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada Carbon Digital Conference (CDC) 2025 di Aula Barat ITB, Selasa (9/12).

Temukan lebih banyak
Penandatanganan ini sebagai landasan pengembangan inovasi karbon digital dan pasar karbon di tingkat kota. Momentum ini merupakan peluang strategis bagi Bandung untuk menjadi kota laboratorium (living lab) karbon digital pertama di Indonesia.

“Kota Bandung tidak hanya hadir sebagai peserta dalam ekosistem pasar karbon nasional, tetapi juga berupaya menjadi pusat inovasi,” ungkap Farhan.

Menurut dia, ini adalah kesempatan emas bagi Kota Bandung untuk membuka diri sebagai laboratorium hidup bagi para pelaku industri karbon digital. Bandung dapat dimanfaatkan sebagai ruang prototyping teknologi, jika prototipe berhasil, tinggal menambah kapasitasnya agar Bandung dikenal sebagai kota lahirnya Carbon Digital Economy.

Perjanjian ini masih berada pada tahap awal komitmen yang selanjutnya akan diterjemahkan ke dalam nota kesepahaman (MoU), dirumuskan menjadi program, dan akhirnya diturunkan menjadi strategi aksi serta kegiatan berskala.

“Alasan strategi di balik langkah ini, Bandung menghadapi tantangan serius dalam ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH). Mengejar target 30% RTH sebagaimana amanat undang-undang bukan hal yang mudah karena keterbatasan lahan, urbanisasi yang padat dan tingginya tekanan pemanfaatan ruang,” tuturnya

Baca juga :
Setelah Sempat Absen, Wings Air Kembali Layani Penerbangan Bandara Husein Sastranegara ke Solo, Semarang dan Surabaya

Farhan menambahkan, untuk mendapatkan RTH di Bandung tidaklah mudah. Perlu bekerja keras memanfaatkan inovasi pendanaan seperti ekonomi karbon agar ruang hijau dapat dibangun dan dirawat menggunakan pendapatan dari karbon kredit.

Selain itu, dia menyoroti adanya potensi pemanfaatan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) seluas sekitar 600–700 hektar di Kota Bandung sebagai penopang modal alam atau modal lingkungan yang dapat ikut serta dalam skema ekonomi karbon ke depannya.

CDC 2025 menandai perubahan penting dalam arah pembangunan Kota Bandung. Dari pendekatan konservatif lingkungan menjadi model ekonomi hijau berbasis teknologi digital, insentif karbon, dan kolaborasi global.

“Hanya dengan bekerja bersama, berbagi pengetahuan, dan membuka ruang inovasi, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih hijau, adil, dan berkelanjutan bagi Bandung dan dunia,” sambungnya.

Konferensi yang berlangsung di Aula Barat ITB ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan internasional—mulai dari pembuat kebijakan, akademisi, pelaku industri, startup teknologi karbon digital, hingga asosiasi bisnis lintas negara.
(MI/BCG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.