Home Dunia 5 Orang Tewas dalam Serangan Artileri Israel Terhadap Tempat Perlindungan di Gaza

5 Orang Tewas dalam Serangan Artileri Israel Terhadap Tempat Perlindungan di Gaza

44
0
Pemandangan umum rumah-rumah yang hancur di kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah pada 19 Desember 2025. (AFP)

5 Orang Tewas dalam Serangan Artileri Israel Terhadap Tempat Perlindungan di Gaza

ENERGYWORLD.CO.ID – Bassal mengatakan bahwa “lima martir telah ditemukan sebagai akibat dari penembakan Israel terhadap tempat perlindungan di Sekolah Martir Gaza”.

“Tak lama setelah identifikasi, pasukan menembak individu-individu yang mencurigakan untuk melenyapkan ancaman,” kata militer.

 Wilayah Palestina: Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan penembakan Israel terhadap sebuah sekolah yang diubah menjadi tempat perlindungan menewaskan lima orang pada hari Jumat, sementara militer mengatakan telah menembak “individu yang mencurigakan.”

Juru bicara badan tersebut, Mahmud Bassal, mengatakan kepada AFP bahwa “lima martir telah ditemukan sebagai akibat dari penembakan Israel terhadap tempat perlindungan di Sekolah Martir Gaza,” di lingkungan Tuffah di sebelah timur Kota Gaza.

Ketika ditanya oleh AFP tentang insiden tersebut, militer Israel mengatakan bahwa “selama aktivitas operasional di area Garis Kuning di Jalur Gaza utara, sejumlah individu yang mencurigakan diidentifikasi di struktur komando di sebelah barat Garis Kuning.”

Di bawah gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Hamas di Gaza, pasukan Israel telah mundur ke posisi di sebelah timur apa yang disebut Garis Kuning.

“Tak lama setelah identifikasi, pasukan menembak individu yang mencurigakan untuk menghilangkan ancaman,” kata militer, menambahkan bahwa mereka “menyadari klaim mengenai korban jiwa di daerah tersebut, dan detailnya sedang ditinjau.”

“Militer Israel menyesali setiap kerugian yang dialami oleh individu yang tidak terlibat dan berupaya meminimalkan kerugian sebisa mungkin,” demikian pernyataan tersebut.

Gencatan senjata, yang mulai berlaku pada bulan Oktober, tetap rapuh dengan kedua belah pihak saling menuduh adanya pelanggaran, dan para mediator khawatir bahwa Israel dan Hamas sama-sama mengulur waktu.

Utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dijadwalkan bertemu dengan para pejabat dari Qatar, Mesir, dan Turki di Florida pada hari Jumat, dengan harapan dapat menyelamatkan upaya untuk mencapai tahap kedua kesepakatan tersebut.

“Rakyat kami berharap pembicaraan ini akan menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri pelanggaran hukum Israel yang sedang berlangsung, menghentikan semua pelanggaran, dan memaksa pendudukan untuk mematuhi perjanjian Sharm El-Sheikh,” kata anggota biro politik Hamas, Bassem Naim, kepada AFP.

Kementerian kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan pada hari Kamis bahwa setidaknya 395 warga Palestina telah tewas akibat tembakan Israel di wilayah tersebut sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober.

Israel juga berulang kali menuduh Hamas melanggar gencatan senjata, dengan militer melaporkan tiga tentara tewas di wilayah tersebut sejak gencatan senjata diberlakukan. RE/Ewi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.