Home Energy PLN Terus Fokus Pulihkan Menyeluruh Listrik Aceh, Crane Jadi Tower Darurat

PLN Terus Fokus Pulihkan Menyeluruh Listrik Aceh, Crane Jadi Tower Darurat

81
0

PLN Terus Fokus Pulihkan Menyeluruh Listrik Aceh, Crane Jadi Tower Darurat

ENERGYWORLD.CO.ID – Aceh, – Pemulihan pasokan listrik terus dilakukan di tengah kondisi lapangan yang masih dinamis pascabencana. Untuk memastikan pasokan listrik kembali diperoleh secara bertahap oleh masyarakat Aceh, PT PLN (Persero) melakukan inovasi dalam pemulihan jaringan transmisi 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan–Langsa dengan memodifikasi alat berat (crane) sebagai tower darurat. Melalui inovasi ini, interkoneksi sistem kelistrikan Sumatra–Aceh telah berhasil menghubungkan kembali dan listrik berhasil dialirkan secara bertahap dan aman

Langkah tersebut dilakukan karena kondisi lapangan di salah satu titik transmisi di Aceh Tamiang yang belum mendukung pembangunan tower darurat dalam waktu yang singkat.

“Di lapangan, kami menghadapi pengendapan lumpur, sisa material banjir, serta akses kerja yang terbatas. Kondisi ini membuat pendirian fondasi darurat menara akan membutuhkan waktu lebih lama, sehingga kami memilih solusi yang tetap aman agar pemulihan dapat terus berjalan,” kats Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dikutip PLN (19/12).

Dengan tersambungnya kembali interkoneksi Sumatera–Aceh berkat inovasi penggunaan crane sebagai tower darurat, kini pasokan listrik telah disalurkan secara bertahap dan penuh kehati-hatian kepada jaringan distribusi di seluruh wilayah Aceh.

“Pada proses ini, kami lakukan secara bertahap dan hati-hati untuk menjaga keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih terdampak genangan air atau lumpur,” tutup Darmawan.

Sementara itu, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Putra Nugraha menjelaskan bahwa pemanfaatan crane sebagai tower darurat dipilih sebagai pendekatan teknis sementara agar jalur transmisi kembali difungsikan tanpa menunggu kondisi lapangan pulih sepenuhnya. Seluruh tahapan pekerjaan dilakukan melalui pengujian teknis dan pengawasan berlapis untuk memastikan keselamatan sistem serta lingkungan di sekitar lokasi pekerjaan.

“Setiap langkah percepatan yang kami lakukan harus tetap mengutamakan sistem dan keselamatan seluruh pihak. Oleh karena itu, setiap keputusan teknis diambil secara cepat dan berdasarkan pengujian di lapangan,” jelas Edwin.

Edwin juga menambahkan, pemanfaatan crane sebagai menara darurat bersifat sementara. Seiring membaiknya kondisi tanah dan akses kerja di lokasi terdampak, maka akan terus berlanjut pembangunan menara transmisi permanen sesuai standar ketenagalistrikan guna memastikan ketersediaan pasokan listrik dalam jangka panjang.

“Kami akan terus berupaya maksimal di lapangan hingga pemulihan kelistrikan Aceh benar-benar tuntas dan pasokan listrik bagi seluruh masyarakat kembali Andal,” Edwin. RE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.