Home Energy Presiden Prabowo Resmikan Kilang Balikpapan, Memiliki Nilai Investasi sekitar Rp123 triliun

Presiden Prabowo Resmikan Kilang Balikpapan, Memiliki Nilai Investasi sekitar Rp123 triliun

60
0
Presiden Prabowo Resmikan Kilang Balikpapan, Memiliki Nilai Investasi sekitar Rp123 triliun

 

ENERGYWORLD.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto pada hari ini, Senin (12/1) meresmikan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur. Pengembangan kilang Balikpapan menjadi langkah penting untuk mewujudkan swasembada energi sesuai program Asta Cita sehingga Indonesia tidak lagi mengandalkan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liqufied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan dalam negeri.

“Saya merasa bahagia dan merasa sangat bangga atas yang kita hasilkan hari ini. Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur, semua pihak, semua jajaran pegawai yang bekerja keras, sehingga kita berhasil, mencapai hal (RDMP) ini. Termasuk juga kepada pemerintah daerah, manajemen, masyarakat Balikpapan, serta Kalimantan Timur. Ini adalah prestasi yang sangat penting bagi negara dan bangsa,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa kemandirian energi adalah keharusan bagi sebuah negara merdeka. Menurutnya, suatu negara tidak masuk akal ingin merdeka jika masih bergantung pada pangan dan energi dari luar negeri. “Tidak masuk akal suatu negara ingin merdeka kalau tergantung pangan dan energi dari luar negara tersebut. Ini harus kita yakini. Kebutuhan pangan, energi harus bisa kita hasilkan sendiri,” tegas Presiden.

Prabowo juga mengingatkan besarnya potensi energi nasional, seperti batubara, minyak dan gas, serta panas bumi yang seharusnya dimanfaatkan untuk mencapai kemandirian tersebut. “Dengan sumber-sumber energi yang kita miliki, sesungguhnya kita dapat menghasilkan energi kita sendiri, tidak perlu kita impor energi dari luar. Ini sasaran kita ke depan dalam 5 atau 6 tahun bahkan 7 tahun. Yang penting, kita harus menuju ke situ dan tentunya dengan kerja keras kita dapat mewujudkannya lebih cepat,” jelasnya.

Proyek RDMP Balikpapan ini memiliki nilai investasi sekitar USD7,4 miliar atau setara Rp123 triliun. Melalui pembangunan RDMP, kapasitas produksi BBM meningkat dari sebelumnya 260 ribu barel per hari (KBPD) menjadi 360 KBPD setara Euro V. Selain itu, proyek ini menaikkan Indeks Kompleksitas Kilang dari 3,7 menjadi 8, dan persentase nilai produk meningkat menjadi 91,8% dari sebelumnya 75,3%.

Proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Pengolahan dan Petrokimia milik PT Pertamina (Persero).

Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahapan operasional awal, seiring dimulainya rangkaian start-up unit utama pengolahan, yakni Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, yang merupakan hasil modernisasi Kilang Balikpapan melalui proyek RDMP.

Unit RFCC merupakan unit utama kilang, sebagai jantung modernisasi kilang yang akan memproduksi bahan bakar berstandar setara Euro V dan meningkatkan efisiensi serta nilai ekonomi Kilang Balikpapan.

Dengan nilai investasi mencapai US$ 7,4 miliar atau setara dengan sekitar Rp 123 triliun, proyek ini menjadi modernisasi kilang terbesar di Indonesia dan salah satu proyek energi paling strategis di Asia Tenggara.

Proyek strategis ini sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat hilirisasi energi, meningkatkan kemandirian industri migas nasional, menambah nilai ekonomi sumber daya dalam negeri, serta memperkokoh ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Adapun, sejumlah tonggak penting proyek RDMP Balikpapan telah berhasil diselesaikan. Di antaranya, uji coba kapasitas Unit Penyulingan yang meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah dari 260 ribu menjadi 360 ribu bph.

Selain itu, proyek juga telah menyelesaikan commissioning fasilitas tambat Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 DWT, yang memungkinkan penyandaran kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC).

Proyek RDMP Balikpapan juga mencakup pembangunan dua unit tangki penyimpanan minyak mentah baru di kawasan Lawe-Lawe, masing-masing berkapasitas 1 juta barel, serta keberhasilan pengoperasian unit pemurnian LPG dengan kapasitas produksi mencapai 43 ribu ton per tahun. RE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.