ENERGYWORLD.CO.ID – Tokoh Perkebunan Indonesia Soedjai Kartasasmita meninggal dunia pada Minggu pagi (1 Februari 2026) jam 08.47 di RS Siloam Jaksel. Kabar duka ini menyebar di berbagai grup perkebunan dan grup komunitas sawit.
Soedjai Kartasasmita wafat di usia 99 tahun. Soedjai Kartasasmita lahir di Cipari, Cilacap, 26 November 1926 telah mengenyam berbagai pendidikan yang ditempuhnya baik di dalam dan luar negeri, termasuk program-program Advanced Management INSEAD (Institut Managemen Eropa) di Fontainebleau, Prancis.
Soedjai Kartasasmita adalah penggagas dan pendiri Museum Perkebunan Indonesia (Musperin) di Medan pada 10 Desember 2016. Sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Museum Perkebunan Indonesia, beliau dijuluki “Sang Begawan Perkebunan” atas dedikasinya yang panjang. Museum ini berlokasi di bekas gedung AVROS, Kompleks Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).
Selain itu, Soedjai Kartasasmita termasuk peraih Sawit Indonesia Award 2022 dan 110 Tokoh Sawit Indonesia yang dianugerahi oleh Majalah Sawit Indonesia.
Soedjai memiliki pengalaman panjang dalam manajemen perkebunan negara/swasta, rehabilitasi 42 pabrik gula di Jawa, serta pembangunan pabrik gula baru di berbagai wilayah. Selain itu termasuk juga pendiri pabrik minyak sawit pertama di Indonesia dan pelopor konsep plasma, termasuk proyek Ophir di Sumatera Barat pada 1980.
Ucapan duka datang dari sejumlah Tokoh Perkebunan dan Industri Sawit. Prof. Agus Pakpahan, menyampaikan Innalilahi wa inailahi rojiun. Turut berduka yang mendalam atas berpulangnya Pak Soedjai Kartasasmita, begawan perkebunan, yang mencapai usia satu abad.
Ucapan juga datang dari Dr. Darmono Taniwiryono, Ketua Umum MAKSI yang menyatakan turut berduka cita atas wafatnya Bapak Soedjai Kartasasmita, semoga almarhum husnul khotimah, diterima iman dan amal solihnya, diampuni segala dosa-dosanya dan keluarga ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan kesabaran.




















