Home Dunia Jumhur Hidayat: Iran Sudah Kunci 12 Pangkalan AS, Perang Mustahil Terjadi

Jumhur Hidayat: Iran Sudah Kunci 12 Pangkalan AS, Perang Mustahil Terjadi

26
0
Jumhur Hidayat. Foto/Jaksat
Jumhur Hidayat: Iran Sudah Kunci 12 Pangkalan AS, Perang Mustahil Terjadi

ENERGYWORLD.CO.ID – Negosiasi Teheran Iran dan AS di Meja Perundingan pengerahan dua kapal induk tak pelak mengekskalasi ketegangan Amerika Serikat dan Iran kebayang-bayang perang.

Iran merespons aset milik militer AS di kawasan Timur Tengah dengan latihan perang dan menutup sebagian akses lap hormos.

Presiden AS Donald Trump mengancam jika kesehatan dengan Iran karena program perjanjian nuklir tidak tercapai. “Jika tidak mencapai kesepakatan dengan Iran, kami akan mengirimkan kapal induk itu. Kami punya kekuatan yang besar di sana. Saya yakin kesepakatan dengan Iran bisa tercapai. Jika tidak akan menjadi hari buruk bagi Iran, sangat buruk.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khomeini merespon keras balik mengancam akan menenggelamkan induk AS jika perang sampai terjadi “Kapal perang tentu saja merupakan senjata berbahaya, tetapi yang lebih berbahaya adalah senjata yang mampu menenggelamkannya.

Setibanya di Washington DC untuk pertemuan BoP, Presiden Prabowo merasa tetap optimis bentuk perdamaian Presiden AS Donald Trump mampu membawa perdamaian abadi di Palestina. “Indonesia sejak hari pertama mempelajari rencana 20 poin Presiden Trump. Indonesia sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini, dan itulah mengapa kami bergabung dengan Dewan Perdamaian, kami bertekad memastikan keberhasilannya. Capaian gencatan senjata adalah nyata, dan kami menyambut baik hal tersebut. Oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitment untuk berkontribusi dengan jumlah pasukan yang signifikan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan.

Iran selama ini dikenal sebagai pendukung HAMMAS. HAMMAS adalah pendukung faksi utama perlawanan Palestina di Gaza di luar Otoritas Palestina yang didominasi kelompok Fattah di tepi barat. Berkali-kali dihancurkan dan pimpinannya dibunuh dan nyatanya Isarel tak berhasil membungkam Hammas.

Pakar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana meyakini Presiden Trump akan berkonsultasi dengan anggota BoP termasuk Indonesia jikan nanti jadi menyerang Iran.

Indonesia mendorong perdamaian Palestina melalui keanggotaan Board of Peace, Jika AS ingin dengan Iran terjadi, Apakah BoP tetap relevan atau bakalan menjadi langkah diplomatik yang sia-sia atau BoP masih memberi ruang diplomatik bagi Indonesia untuk menyuarakan kepentingan Palestina yang bertahun-tahun menjadi objek konflik proksi aktor regional dan global.

Jumhur Hidayat Ketua Umum PB KSPI mengatakan “Saya bertemu dengan Ketua Serikat Buruh Gaza yang mengatakan 250ribu buruh di sana hancur. Dan puluhan ribu hektare berantakan dan tidak kerja. Dan begitu mendengar ada rencana perdamaian itu kami dari gerakan Buruh tentu merasakan itu penting. Dan ternyata Indonesia masuk BoP, faktanya sekarang nga sudah masuk. Pilihannya hanya dua kalau tidak masuk sebagai apa dan kalau dia masuk bisa sakit.”

“Kalau tidak masuk sebagai apa dan kalau masuk bisa ngapain. Kan kira-kira begitu, kala tidak masuk bisa jadi penonton, mau diujek-uyek Palestina kita hanya jadi penonton. Barangkali kita hormati ada jutaan Indonesia di jalan untuk simpati, hormati gerakan ini,” kata Jumhur Hidayat.

Selanjutnya, Jumhur menyampaikan “Tapi sekecil apa pun peluang di meja perundingan menurut saya hal yang positif karena itu bahkan kita mendesak ok Prabowo di situ dan kita minta Prabowo punya peran menentukan kebijakan ini semua,”

Jumhur Hidayat menilai saat ini antara Amerika Serikat dan Iran tidak akan terjadi.

“Dan soal Iran dan Amerika sekarang, ini perasaan saya ya, ga mungkin itu terjadi kenapa? Karena tidak ada perdamaian di Gaza – Timur Tengah kalau terjadi stabilitas. Jadi omong kosong itu BoP, berarti Trump juga omong kosong,” jelas Jumhur.

Iran sudah mengunci pasukan militer Amerika.

“Dan sekarang apalagi kita tahu Iran juga sudah mengunci ada sekitar 11, 12 pangkalan militer 50 ribu Amerika yang setiap saat bisa hantam rudalnya itu. Ini juga sangat diperhitungkan dengan serius,” kata Jumhur.

Ditanya wartawan, BoP dikendalikan oleh Trump, Jumhur Hidayat menjawab: “Saya katakan begini, kita ada di dalam masih bisa ngebisikin eh jangan. Tapi kalau kita ada di luar kita ga bisa sama sekali.

“Saya bilang, sekecil apapun peluang apapun dan sekarang tidak kecil. Sekarang jadi wakil Komandan. Dan yang kedua, kita juga lihat Trump tidak di ruang vacum. Bahkan Trump yang narsistik ini mengharapkan piala Nobel,” jelas Jumhur.

Menurutnya, Trump mengharapkan adanya perdamaian.

“Jadi jangan-jangan dia kepengen ada perdamaian di mana-mana. Kalau di dalam politik luar negeri ada namanya realisme klasik, jadi hubungan internasional bergantung pada individu,” ungkap Jumhur.

“Trump masih menganut realisme klasik, dan mudah-mudahan karena narsistiknya bisa menghasilkan isu yang baik,” jelasnya. (Ys)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.