Home Energy Indonesia dan Selandia Teruskan Kerja Sama Energi Panas Bumi

Indonesia dan Selandia Teruskan Kerja Sama Energi Panas Bumi

158
0

ENERGYWORLD.CO.ID – Pemerintah Indonesia dan Selandia Baru mengajukan permintaan untuk memperpanjang kerja sama di bidang panas bumi, yang sudah berjalan sejak tahun 1970an. Pemerintah Selandia Baru, melalui Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan (MFAT), telah berkomitmen untuk memperpanjang kerja sama di bidang panas bumi untuk periode 2023-2028 dengan total rencana hibah sebesar 15,64 juta NZD atau Rp147,8 Miliar. Program kerja sama ini diberi nama “Indonesia-Aoteroa New Zealand Geothermal Energy Program (PINZ)”.

“Kami apresiasi kepada Pemerintah Selandia Baru atas kerja sama dalam pengembangan panas bumi Indonesia – Selandia Baru yang telah terjalin selama ini. Juga sangat bersyukur memiliki kerja sama yang baik dengan Pemerintah Selandia Baru melalui MFAT dan Kedutaan Besar Selandia Baru,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di Jakarta, Kamis (13/7).

Arifin Tasrif berharap usaha bersama yang telah terbangun ini dapat mengakselerasi pengembangan Panas Bumi di Indonesia dan menyediakan solusi yang berkelanjutan untuk mendukung transisi energi di Indonesia.

Pada sambutannya, Arifin menyatakan komitmen Indonesia menuju dekarbonisasi juga didorong melalui fokus Presidensi G20 Indonesia dan keinginan Bali COMPACT yang menjadi komitmen negara-negara G20 menuju transisi energi.

Selain itu, Indonesia juga diprediksi akan membutuhkan listrik sebesar 1.942 TWh pada tahun 2060. Tantangannya adalah penyediaan listrik dari sumber energi terbarukan yang terjangkai, andal, dan berkelanjutan.

“Untuk meningkatkan pemanfaatan energi bersih, Indonesia akan membangun sekitar 700 GW pembangkit energi listrik terbarukan, mengingat Indonesia memiliki sumber energi terbarukan yang melimpah, mencapai lebih dari 3.600 GW,” tambahnya.

Menurut Arifin, Selandia Baru juga memiliki banyak sumber daya dan ahli dalam mengembangkan proyek panas bumi, termasuk pemanfaatan langsung dan inovasi dalam operasi panas bumi, seperti produksi hidrogen hijau dan Carbon Capture Storage (CCS).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru Nanaia Mahuta menyampaikan bahwa pemikiran PINZ terletak pada kesepakatan hingga saat ini dan selanjutnya akan memperluas akses Indonesia ke energi yang terjangkau, andal, dan bersih.

“Aotearoa Selandia Baru memperkuat dukungan terhadap sektor energi panas bumi Indonesia melalui investasi lanjutan dalam program PINZ. Kerjasama ini akan membantu menurunkan emisi iklim, dan menguntungkan kawasan IndoPasifik secara luas,” ungkap Mahuta.

Tujuan dari program PINZ, jelas Mahuta, adalah untuk meningkatkan kontribusi energi panas bumi dalam mewujudkan target energi terbarukan Indonesia melalui bantuan teknis dan peningkatan kapasitas.

“Komitmen sebesar NZ$15,6 juta ini akan membantu Indonesia mencapai target energi terbarukan melalui penyediaan bantuan teknis dan peningkatan kapasitas di tiga bidang utama yaitu: kerangka peraturan, eksplorasi panas bumi, dan peningkatan keterampilan dan kapasitas teknis tenaga kerja,” tutur Mahuta.

Pendanaan ini akan diberikan selama lima tahun dan dibangun di atas dasar hubungan baik yang sudah berlangsung lama antara Selandia Baru dan Indonesia dalam pengembangan panas bumi. Kerja sama panas bumi antara Selandia Baru dan Indonesia pertama kali dimulai pada tahun 1970-an, dan merupakan bagian dari kerja sama energi terbarukan yang menjadi komitmen Selandia Baru dan Indonesia di bawah Kemitraan Komprehensif pada tahun 2018. EDY/EWI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.