Home Dunia Dubai Tetap Menjadi Tujuan Utama Dunia untuk Proyek-Proyek Investasi Asing Langsung yang...

Dubai Tetap Menjadi Tujuan Utama Dunia untuk Proyek-Proyek Investasi Asing Langsung yang Ramah Lingkungan

25
0

Emirates mendapatkan 1.070 proyek serupa tahun lalu, mempertahankan kepemimpinannya selama tiga tahun berturut-turut

ENERGYWORLD.CO.ID – Dubai tetap menjadi tujuan utama dunia untuk proyek-proyek investasi asing langsung yang ramah lingkungan (greenfield) pada tahun 2023, yang merupakan tahun ketiga berturut-turut Dubai mencapai status tersebut, meskipun kondisi ekonomi global penuh tantangan, pada sebuah penelitian menunjukkan, Emirat ini memperoleh 1.070 proyek penanaman modal asing (greenfield FDI) global pada tahun lalu, 142 persen lebih banyak dibandingkan Singapura yang berada di peringkat kedua (442) dan 148 persen lebih tinggi dibandingkan London yang berada di peringkat ketiga (431), Dubai Media Office, mengutip data dari laporan Financial Times <span;>fDi Markets<span;> , kata pada Selasa.

Dalam lima tahun terakhir, peran Dubai dalam menarik proyek-proyek global meningkat lebih dari tiga kali lipat. Angka ini meningkat dari 1,7 persen pada tahun 2019 menjadi 6 persen pada tahun 2023, seiring dengan upaya emirat untuk menjadi kota terkemuka di dunia berdasarkan agenda ekonomi D33.

Investasi greenfield adalah jenis FDI di mana perusahaan induk mendirikan anak perusahaan di negara lain, membangun operasinya dari awal, menurut Investopedia.

“Stabilitas Dubai, infrastruktur mutakhir, dan lingkungan bisnis yang dinamis menjadikannya titik fokus bagi investasi, perusahaan, dan sumber daya manusia,” kata Sheikh Hamdan bin Mohammed, Putra Mahkota Dubai dan ketua Dewan Eksekutif, The NationalNews (14/5).

Dubai mempertahankan posisinya sebagai pusat proyek FDI global teratas pada tahun 2022

Dubai mempertahankan posisinya sebagai tujuan global utama untuk proyek FDI pada paruh pertama tahun 2023

Pada tahun 2024, seiring dengan upaya kami untuk mempercepat Agenda D33, kami akan terus mengintensifkan inisiatif kami untuk memelihara ekosistem ekonomi kompetitif yang mendorong penciptaan nilai. Kami berkomitmen menjadikan Dubai sebagai tempat berkumpulnya perusahaan, wirausahawan, dan inovator terkemuka dunia untuk membangun masa depan.”

Strategi D33 Dubai bertujuan untuk melipatgandakan perekonomiannya menjadi Dh32 triliun ($8,71 triliun) selama dekade berikutnya dan menjadikan emirat ini sebagai salah satu dari tiga kota teratas dunia.

Rencana tersebut bertujuan untuk mendukung 30 perusahaan swasta untuk mencapai status unicorn, atau bernilai lebih dari $1 miliar. Inkubator bisnis lainnya akan mendukung pertumbuhan perusahaan swasta, dengan 400 perusahaan yang paling menjanjikan telah teridentifikasi.

Hal ini juga bertujuan menjadikan Dubai sebagai pemimpin ekonomi digital global, pusat bisnis global dengan pertumbuhan tercepat dan paling menarik, pusat keberlanjutan dan diversifikasi ekonomi, serta inkubator dan pemberdayaan masyarakat Emirat yang berbakat.

Dubai menduduki peringkat teratas di dunia sebagai pusat penanaman modal asing (greenfield FDI) selama tiga tahun berturut-turut, menyumbang 6% dari total penanaman modal global pada tahun 2023, menurut data ‘fDi Markets’ dari Financial Times Ltd. Dubai menarik 1,650 proyek FDI senilai lebih dari AED39,2 miliar di masa lalu… pic.twitter.com/g93n2XJqwf

 Hamdan bin Mohammed (@HamdanMohammed) 14 Mei 2024

Sebanyak 1.650 proyek FDI diumumkan di Dubai antara bulan Januari dan Desember, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 39 persen, menurut data Dubai FDI Monitor. Diperkirakan hampir 44.771 lapangan pekerjaan, naik 15,5 persen, diciptakan melalui FDI di Dubai.

Emirat ini menarik hampir Dh39,3 miliar total modal FDI tahun lalu.

Dalam hal FDI greenfield, Dubai menduduki peringkat kota teratas dalam berbagai kelompok seperti barang konsumsi, energi, e-commerce, dan pariwisata, demikian temuan laporan fDi.

Proyek FDI Greenfield menyumbang hampir 65 persen dari total proyek FDI yang diumumkan tahun lalu.

Emirat ini juga menduduki peringkat teratas global untuk proyek-proyek penanaman modal asing di kantor pusat selama dua tahun berturut-turut. Negara ini menarik 60 proyek pada tahun 2023, diikuti oleh Singapura (40) dan London (31).

Dubai juga naik ke posisi keempat di dunia dalam hal penciptaan lapangan kerja melalui investasi asing, naik dari posisi kelima pada tahun 2022. Dalam hal daya tarik modal FDI yang masih hijau, Dubai naik dua posisi ke posisi kelima secara global.

Lima negara sumber terbesar modal FDI menyumbang 66,6 persen dari total perkiraan aliran masuk ke Dubai pada tahun 2023, menurut data resmi.

Negara-negara tersebut termasuk Kanada (26,5 persen), Amerika Serikat (17,5 persen), Arab Saudi (8,9 persen), Inggris (8,2 persen) dan India (5,5 persen). EDY/Ewindo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.